berita-singlepost-banner-1
Sidak Revitalisasi Monas, DPRD: Ratusan Pohon Ditebang Bukan Dipindahkan Anggota DPRD DKI Jakarta inspeksi mendadak revitalisasi Monas. (Foto: MP/Asropih)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta melakukan inspeksi ke kawasan revitalisasi Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Senin (20/1).

Sesampainya di kawasan revitalisasi tepatnya di sisi selatan Monas, pekerja proyek tampak sibuk. Lebih dari 50 persen ruang terbuka hijau tersebut kini sudah tertutup beton. Tak nampak bekas pohon yang sebelumnya ditanam di kawasan RTH tersebut.

Baca Juga:

Ketua DPRD Heran Pemprov DKI Kembali Potong Pohon untuk Revitalisasi

Sekretaris Komisi B DPRD DKI Pandapotan Sinaga mencari penanggung jawab pengerjaan proyek. Kabag TU Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas Rati mendatangi rombongan.

"Kami dapat informasi bahwa pohon yang di sini bukan ditebang tapi dipindah, benar?" tanya Pandapotan di lokasi.

Rati tak menjawab dengan lugas pertanyaan yang dilayangkan politikus PDI Perjuangan itu.

"Ada yang dipindah pohon yang kecil-kecil, nanti kita tanam kembali," jawab Rati, pegawai Monas yang baru menjabat dalam hitungan hari itu.

Anggota Komisi B Gilbert Simanjuntak menegaskan kembali mengapa pihaknya mempertanyakan nasib pohon yang kini sudah tak berada di tempatnya saat revitalisasi.

"Pohon yang besar, mau sampai kapan pun enggak mungkin ditanam ulang. Pasti ditebang. Mau pakai kamuflase apa pun, pasti ditebang lalu ditanam baru," tegas Gilbert.

 Anggota DPRD DKI Jakarta inspeksi mendadak revitalisasi Monas. (Foto: MP/Asropih)
Anggota DPRD DKI Jakarta inspeksi mendadak revitalisasi Monas. (Foto: MP/Asropih)

"Pohon seperti jacaranda sebesar ini, tidak mungkin dipindah tanpa akarnya ikutan. Itu akar tunggang," lanjut Gilbert.

Rati terdiam. Anggota DPRD kemali mencari kontraktor pengerjaan revitalisasi. Belakangan, diketahui bahwa pekerjaan ini merupakan proyek tahun anggaran 2019 yang dimulai November lalu. Padahal, menurut mereka anggaran tahun 2019 tidak bisa dikerjakan di tahun 2020.

"Ini ada batasan 50 hari pekerjaan dari November. Kalau enggak selesai, ya berarti setop. Proyek ini bukan multi years. Kalau multi years itu seperti pembangunan rumah susun," ungkap Pandapotan.

Setelah menayakan revitalisasi ini Komisi B akhirnya memberikan kesimpulan. Alhasil anggota DPRD DKI menemukan bahwa ratusan pohon di kawasan cagar budaya ini ternyata ditebang. Bukan dipindahkan sebagaimana klaim Pemprov DKI Jakarta.

"Giliran kita di sini kita lihat bukan dipindahkan malah ditebang," kata Pandapotan.

Baca Juga:

Tebang Ratusan Pohon di Monas, Anies Bisa Dipolisikan Seperti Sutiyoso

Ia juga tak meyakini klaim Pemprov DKI yang menyebut 190 pohon di kawasan Monas bagian Selatan ini dipindahkan ke beberapa sisi kawasan Monas ini. Dia mengaku tak melihat ada pohon yang baru dipindahkan di kawasan ini.

Tak hanya itu, Pandapotan juga menanyakan mekanisme pemindahan pohon ini kepada pihak Pemprov DKI Jakarta.

"Lihat kondisi ini, pohon mana yang dipindahkan dari sini. Bagaimana pindahkan pohonnya apakah cabut akar dan pindahkan ke tempat lain," tandasnya.

Hasil temuan Komisi B ini bakal diadukan kepada pimpinan DPRD DKI Jakarta. Dewan Kebon Sirih bakal memanggil pemangku hajat dalam hal ini Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) untuk meminta penjelasan penebangan pohon di kawasan ini.

"Habis ini kita rapat internal. Nanti akan kita koordinasi dan lapor pimpinan. Yang jelas kita menemukan ini saya pikir ya di depan Balai Kota kita kayak tertipu gitu. Kecolongan kita," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Bundaran HI hingga Monas jadi Fokus Pengamanan Malam Tahun Baru


berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6