Siapa AKBP HS dalam Kasus Ravio Patra, Ini Penjelasan Polisi Ravio Patra. Foto: FACEBOOK RAVIO PUTRA

MerahPutih.com - Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto menyebut penangkapan peneliti kebijakan publik dan pegiat advokasi legislasi, Ravio Patra disebut untuk mencegah keresahan masyarakat. Sebab, Ravio diduga menyebarkan pesan bernada provokasi.

"Perbuatan pengiriman (pesan) pada pukul 13.52 WIB (Rabu, 22 April 2020) oleh akun WhatsApp nomor RPA itu sedang didalami penyidik dan harus hadir supaya masyarakat tidak resah," kata Suyudi kepada wartawan di Jakarta, Senin, (27/4).

Baca Juga

Kejanggalan Penangkapan Aktivis Ravio Patra

Polisi menangkap Ravio sekitar pukul 21.00 WIB Rabu, 22 April 2020 di Jalan Blora, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat. Meski digiring ke polda, Ravio hanya berstatus saksi.

"RPA diperiksa selama 9 jam dalam tahap penyidikan," ujar Suyudi.

Polisi menyita barang-barang milik Ravio pada pukul 11.44 WIB, Kamis, 23 April 2020, atas surat perintah (SP) sita nomor SP.Sita/476/IV/2020/ Ditreskrimum. Barang yang disita, yakni satu unit handphone merek Samsung S10 warna biru, satu unit handphone Iphone 5 warna silver, satu unit macbook 13" warna silver, satu unit laptop Dell warna hitam dan KTP atas nama Ravio Patra Asri.

"Kemudian terhadap barang bukti dilakukan pendalaman digital forensik untuk membuktikan kejadian," ujar Suyudi.

Ravio Patra
Foto profil akun twitter Ravio Patra. (Net/Ist)

Ia mengungkapkan bahwa sosok AKBP HS yang disebut sempat menghubungi aktivis Ravio Patra sesaat sebelum dibekuk ialah salah satu pihak pelapor.

AKBP HS diklaim sebagai satu dari beberapa orang yang melaporkan Ravio atas dugaan telah melakukan penghasutan kepada masyarakat untuk melakukan penjarahan melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga

KontraS Nilai Siapapun yang Kritis Bisa Dapat Teror Seperti Ravio Patra

"Penyidik Polri mendalami kasus ini berdasarkan laporan masyarakat yang resah. Laporan tidak hanya di Jakarta, namun juga di beberapa daerah lainnya, seperti yang dilaporkan oleh AKBP HS (Tapanuli Utara) dan saksi-saksi lainnya," kata Suyudi.

Suyudi membantah bilamana penangkapan hingga proses pemeriksaan terhadap Ravio dinilai sebagai bentuk untuk mencari-cari kesalahan terhadap yang bersangkutan lantaran kerap vokal mengkritisi pemerintah.

Salah satu tweet Ravio sebelum ditangkap polisi (@raviopatra)
Salah satu tweet Ravio sebelum ditangkap polisi (@raviopatra)

Dia mengklaim bahwa hal itu justru sebagai bentuk tanggungjawab aparat kepolisian untuk memperjelas dugaan kasus tersebut yang dianggap telah meresahkan masyarakat.

"Penyidik bertanggung jawab untuk membuat kasus ini menjadi jelas berdasarkan kejadian dan saksi," katanya.

Sebagaimana diketahui, Ravio Patra sempat ditangkap setelah akhirnya dibebaskan lantaran diduga melakukan penghasutan agar publik melakukan penjarahan melalui WhatsApp. Sesaat sebelum ditangkap, Ravio disebut sempat menerima telepon dari dua orang misterius berinisial AKBP HS dan Kol ATD.

Baca Juga

Polisi Dikritik 'Tangkap Dulu, Jadi Saksi Kemudian' di Kasus Ravio Patra

Koalisi Tolak Kriminalisasi dan Rekayasa Kasus yang terdiri dari SAFEnet, YLBHI, LBH Jakarta, LBH Pers, KontraS, AMAR, ICW, Lokataru, AJAR, Amnesty International Indonesia, ICJR menduga WhatsApp milik Ravio telah diretas orang tak bertanggung jawab untuk menyebarkan pesan provokatif.

Berdasarkan informasi awal yang dapatkan pada Selasa (22/4) sekitar pukul 14.00 WIB, Ravio Patra mengadu kepada SAFEnet kalau ada yang meretas WhatsApp miliknya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
ICW Duga Yasonna Jadikan Corona Dalih Golkan Agenda Lama Bebaskan Koruptor
Indonesia
ICW Duga Yasonna Jadikan Corona Dalih Golkan Agenda Lama Bebaskan Koruptor

PP tersebut sebagai aturan progresif untuk memaksimalkan pemberian efek jera

Update COVID-19 Rabu (26/8): 160.165 Positif, 115.409 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Rabu (26/8): 160.165 Positif, 115.409 Sembuh

Dengan demikian, jumlah akumulatif kasus positif COVID-19 di Tanah Air mencapai 160.165 orang.

Ketika JHL Group Tunjukkan Kepedulian untuk Para Penggali Makam COVID-19
Indonesia
Ketika JHL Group Tunjukkan Kepedulian untuk Para Penggali Makam COVID-19

Kadang keberadaan para penggali makam luput dari perhatian kita. Padahal pekerjaan mereka juga sangat beresiko

Jokowi Sebut Angka Penularan COVID-19 di Bekasi Semakin Bisa Dicegah
Indonesia
Jokowi Sebut Angka Penularan COVID-19 di Bekasi Semakin Bisa Dicegah

Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengerahkan personelnya

Jakpus Siapkan 148 Tempat Pengungsian Banjir di Tengah Pandemi
Indonesia
Jakpus Siapkan 148 Tempat Pengungsian Banjir di Tengah Pandemi

Jakarta Pusat telah mempersiapkan sebanyak 148 titik pengungsian sebagai antisipasi kemungkinan terburuk saat banjir.

Bagaimana Nasib 63 Karyawan Hotel Des Indes Usai Kontak dengan Penderita Corona?
Indonesia
Bagaimana Nasib 63 Karyawan Hotel Des Indes Usai Kontak dengan Penderita Corona?

Darmawiharto juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan proaktif akan melapor

Pemkot Jakpus Gelar Dua Titik Rapid Test pada Malam Tahun Baru
Indonesia
Pemkot Jakpus Gelar Dua Titik Rapid Test pada Malam Tahun Baru

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat bakal menyediakan dua titik tempat rapid test pada malam pergantian tahun.

1 Mal di Jakarta Dijaga 30 Personel TNI-Polri
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pedagang Mayestik Meninggal akibat Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pedagang Mayestik Meninggal akibat Corona

Narasi yang beredar bahwa suami serta anak dari pedagang perempuan yang meninggal harus dirawat di RSUD Cengkareng dikarenakan tertular.

Kasus COVID-19 Melonjak, Wakapolri Tambah Personel Awasi Protokol Kesehatan
Indonesia
Kasus COVID-19 Melonjak, Wakapolri Tambah Personel Awasi Protokol Kesehatan

"Tentunya kita akan menambah lagi jumlah petugas-petugas kita yang ada. Ya kalau dulu petugas kita itu 100, sekarang kita bisa menjadi 200," ujar Gatot