Siap Tarung, GoTo tak Terima Motif di Balik Gugatan GOTO Rp 2,08 Triliun Gojek dan Tokopedia membentuk Grup GoTo, untuk menggabungkan tiga layanan masyarakat yakni e-commerce, on-demand, dan layanan keuangan dan pembayaran. (ANTARA/Ho)

MerahPutih.com - GoJek dan Tokopedia (GoTo) siap meladeni gugatan PT Terbit Financial Technology (TFT), pemilik hak merek GOTO, melalui jalur hukum. Kuasa hukum GoTo, Juniver Girsang, menegaskan pilihan ini diambil kliennya karena melihat motif PT TFT diduga hendak menghambat perkembangan bisnis GoTo.

"PT TFT dengan sengaja menggunakan hak atas merek GOTO di kelas barang/jasa Nomor 42 guna menghambat gerak maju dan terindikasi hendak mematikan langkah usaha klien kami," kata Juniver, dalam keterangan tertulis, yang dikutip Kamis (11/11).

Baca Juga:

Gojek dan Tokopedia Gabung Jadi GoTo

Menurut Juniver, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa selaku induk perusahaan telah memiliki hak penuh untuk menggunakan merek GoTo untuk kelas barang atau jasa Nomor 9, 36, dan 39.

Artinya, lanjut dia, klaim PT TFT sebagai satu-satu pihak yang berhak menggunakan merek GOTO dan melarang Gojek dan Tokopedia untuk menggunakan merek GoTo ataupun GoTo Financial tidak sah secara hukum. "Jadi, tidak benar bila ada pihak lain yang mengaku satu-satunya pemilik merek GOTO," tegas Juniver.

Untuk diketahui, PT TFT juga melaporkan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dan PT Tokopedia ke Polda Metro Jaya, selain mengajukan gugatan senilai Rp 2,08 triliun atas sengketa merek bernama sama itu.

Baca Juga:

Gugat Rp 2,08 T, Pemilik Merek GOTO Juga Laporkan GoJek dan Tokopedia ke Polisi

Gugatan ini didaftarkan pada 2 November 2021 dengan nomor perkara 71/Pdt.Sus-HKI/Merek/2021/PN Niaga Jkt.Pst. Sidang pertama gugatan PT Terbit Financial Technology ini dijadwalkan pada 9 November 2021 pukul 10.00 WIB.

Dalam petitum gugatan yang dilihat di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, TFT mengaku sebagai satu-satunya pemilik dan pemegang hak yang sah atas merek terdaftar GOTO beserta segala variannya.

Mereka meminta pengadilan menghukum Gojek dan Tokopedia secara tanggung renteng untuk membayar ganti rugi materiil sebesar Rp1.836.926.000.000 (lebih dari Rp1,8 triliun). Untuk ganti rugi immaterial, PT Terbit Financial Technology meminta ganti rugi Rp250 miliar. Total gugatan menjadi Rp2,08 triliun

Pemilik merek GOTO juga meminta Gojek dan Tokopedia membayar uang paksa (dwangsom) senilai Rp1 miliar untuk setiap hari keterlambatan melaksanakan putusan atas perkara ini. Gojek dan Tokopedia juga diminta menghentikan penggunaan merek "GOTO" atau segala variannya. (Knu)

Baca Juga:

GoTo Lahir, CEO Baru Janjikan Mitra Gojek & Tokopedia Lebih Sejahtera

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Vaksinasi COVID-19 di Bandung Masuk Gelombang Kedua
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 di Bandung Masuk Gelombang Kedua

Vaksinasi bukan satu satunya penurun atau penolakan COVID-19. Ada cara-cara lain yang mendukung selain vaksinasi, yakni menjalankan protokol kesehatan 5M dan 1T.

Wagub DKI Tunggu Jawaban Kemendikbud Soal Lokasi 25 Klaster PTM
Indonesia
Wagub DKI Tunggu Jawaban Kemendikbud Soal Lokasi 25 Klaster PTM

Pemprov DKI tengah menunggu jawaban Kemendikbud soal adanya temuan 25 klaster COVID-19 di masa pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

Jokowi Putuskan Vaksinasi Booster COVID-19 Baru Mulai 12 Januari
Indonesia
Jokowi Putuskan Vaksinasi Booster COVID-19 Baru Mulai 12 Januari

Pelaksanaan vaksinasi booster COVID-19 tahap pertama menyasar 21 juta orang.

Candi dan Wisata Lereng Merapi Jadi Favorit saat Libur Nataru di Yogyakarta
Indonesia
Candi dan Wisata Lereng Merapi Jadi Favorit saat Libur Nataru di Yogyakarta

Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diserbu oleh ribuan pelancong selama liburan Natal dan Tahun Baru 2022.

Mabes Polri Klaim Keluarga Ketahui Penyebab Meninggalnya Maaher At-Thuwailibi
Indonesia
Mabes Polri Klaim Keluarga Ketahui Penyebab Meninggalnya Maaher At-Thuwailibi

Polri menyatakan bahwa pihak keluarga sudah mengetahui jenis penyakit yang diderita oleh Soni Eranata atau Maaher At-Thuwailibi saat meninggal dunia di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri.

Dirut PGN ke AS, Pelesiran?
Indonesia
Dirut PGN ke AS, Pelesiran?

Kepergian Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Muhammad Haryo Yunianto ke Amerika Serikat (AS) untuk bertemu manajemen Swift Energy Co dikritisi oleh sejumlah pihak.

Aparat Diminta Lakukan Tindakan Tegas Terukur ke KKB
Indonesia
Aparat Diminta Lakukan Tindakan Tegas Terukur ke KKB

Bamsoet meminta TNI-Polri meningkatkan kewaspadaan, penjagaan, dan keamanan

[HOAKS atau FAKTA]: Pasutri Nabung 30 Tahun untuk Haji Gagal karena Ulah Rezim
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pasutri Nabung 30 Tahun untuk Haji Gagal karena Ulah Rezim

Akun Facebook Aisyah (fb.com/100068037347057) pada 4 Juni 2021 mengunggah foto yang memperlihatkan pasangan suami-istri lanjut usia (lansia) disebut gagal naik haji.

Buru Penipu Jual-Beli Donor Plasma Konvalesen, Polda Jatim Patroli Siber
Indonesia
Buru Penipu Jual-Beli Donor Plasma Konvalesen, Polda Jatim Patroli Siber

Ada dugaan jika para penipu dan calo plasma konvalesen, memanfaatkan media sosial

Novel Cs Layak Diprioritaskan Jadi Tenaga Kerja Kontrak di KPK
Indonesia
Novel Cs Layak Diprioritaskan Jadi Tenaga Kerja Kontrak di KPK

TWK tersebut meliputi integritas dalam berbangsa dan bernegara serta kesetiaan terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan netralitas dan anti-radikalisme