Siap Maju di Pilpres 2019, Prabowo Teken Kontrak Politik dengan Kaum Buruh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) bersama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal (kanan) (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

MerahPutih.Com - Dukungan kaum buruh kepada Prabowo Subianto untuk maju di Pilpres 2019 mendapat sambutan positif. Di hadapan ribuan buruh, Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra itu menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden periode 2019-2024 apabila rakyat menghendakinya dan memberikan amanah tersebut kepada dirinya.

"Karena itu saudara-saudara sekalian, saya memutuskan kepada diri saya sendiri bahwa apabila rakyat masih membutuhkan saya, apabila rakyat saya masih ingin memakai tenaga, jiwa dan raganya Prabowo Subianto maka saya siap melaksanakan tugas," kata Prabowo di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5).

Hal itu dikatakannya saat menghadiri deklarasi dukungan para buruh kepada dirinya sebagai capres 2019-2024.

Prabowo Subianto
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Prabowo mengatakan sejak dirinya masih muda, sudah menyatakan dan menegaskan komitmennya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara bahwa dirinya siap untuk berkorban jiwa dan raga untuk membela kemerdekaan, kedaulatan dan kejayaan bangsa Indoensia.

Dia menjelaskan sejak usianya 18 tahun, dirinya telah mempertaruhkan jiwa dan raga demi Republik Indonesia dengan menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Harapan di hati saya bahwa kami para prajurit menjaga negara dan kaum pemimpin, kaum cendekiawan kaum ilmuwan, kaum elit-elit sipil akan mengelola dan memimpin negara dengan sebaik-baiknya agar rakyat sejahtera, rakyat kita makmur, rakyat kita mengalami kehidupan adil dan sejahtera," ujarnya.

Prabowo dan KSPI
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) bersama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal (kanan) di hadapan ribuan buruh di Istora Senayan, Jakarta (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Prabowo sebagaimana dilansir Antara mengatakan orang tuanya Sumitro Djojohadikusumo selalu mengajarkan kepada dirinya bahwa apapun pekerjaan yang dilakukannya harus selalu membela rakyat kecil.

Karena itu dia mengaku senang atas deklarasi dukungan dari sejumlah elemen buruh terhadap dirinya dan dengan dukungan tersebut dirinya mengaku siap mengemban mandat dari buruh.

"Saya bahagia dan bangga pernah dilantik menjadi komandan Kopassus dan Panglima Kostrad. Tapi hari ini saya dipercaya oleh kaum buruh Indonesia, ini kehormatan tertinggi yang pernah saya alami," ujarnya.

Sebelumnya, beberapa elemen buruh mendeklarasikan dukungan terhadap Prabowo sebagai capres periode 2019-2024, antara lain Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia), Serikat Oekerja Nasional (SPN), dan Federasi sertikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Dukungan kaum buruh untuk Prabowo
Ribuan buruh menggelar aksi Hari Buruh Internasional di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5). KSPI mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Sebelumnya, saat menerima deklarasi dukungan dari KSPI, Prabowo Subianto menyetujui dan menandatangani 10 poin kontrak politik yang diajukan kaum buruh, salah satunya meningkatkan kesejahteraan para buruh.

"Saya sepakat apabila terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, siap melaksanakan kebijakan dan program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya bagi pekerja buruh," kata Prabowo di Istora Senayan, Jakarta.

Prabowo menjelaskan kesepuluh poin kontrak politik tersebut adalah pertama, meningkatkan daya beli buruh dan masyarakat serta meningkatkan upah minimum dengan cara cabut Peraturan Pemerintah (PP) 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

Dia juga sepakat menambah jenis barang dan jasa Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang menjadi dasar upah minimum dari 60 KHL menjadi 84 KHL, berdasarkan perundingan antara partai, pengusaha dan perwakilan para pekerja.

Ketua KSPI Said Iqbal
Ketua Umum KSPI Said Iqbal di Jakarta (Foto Facebook)

"Kedua, saya juga sepakat merevisi jaminan pensiun nomor 45 tahun 2015 berupa besaran iuran dan manfaat bulanan yang diterima oleh pekerja buruh minimal 60 persen dari upah," ujarnya.

Poin ketiga, menjalankan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia berdasarkan sistem asuransi yang adil bagi pekerja buruh, honorer dan masyarakat yang kurang mampu.

Keempat, Prabowo sepakat menghentikan perbudakan modern berkedok sistem "outsourcing", honorer, dan perpanjangan kontrak.

"Kelima, saya sepakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mencabut Peraturan Presiden (Perpres) nomor 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang merugikan buruh Indonesia," katanya.

Poin keenam, dia setuju mengangkat guru honorer dan tenaga honorer K2 menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan memberlakukan upah minimum untuk kategori guru swasta, PAUD, Madrasah dan Yayasan.

Prabowo juga berkomitmen melaksanakan wajib belajar 12 tahun dan mengalokasikan APBN untuk anak pekerja buruh hingga perguruan tinggi secara gratis bagi yang berprestasi.

Prabowo berorasi di hadapan para buruh
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) berorasi saat aksi Hari Buruh Internasional di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/5). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

"Delapan, menyediakan transportasi publik murah bagi pekerja buruh dan rakyat tidak mampu serta kepastian hukum untuk kendaraan roda dua sebagai transportasi umum. Dan menjamin hak berserikat bagi pengemudi ojek daring yang menjadi mitranya serta hak atas perjanjian kerja bersama," ujarnya.

Kesembilan, Prabowo juga bersedia menyiapkan perumahan murah bagi pekerja buruh dan rakyat tidak mampu dengan uang muka nol persen.

Dan kesepuluh, dia sepakat meningkatkan "tax ratio" melalui reformasi perpajakan yang berpihak kepada pekerja buruh dan rakyat tidak mampu.

"Serta menjadikan koperasi, BUMN dan BUMD sebagai sumber penguatan ekonomi nasional serta memastikan bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai kembali oleh negara. Dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia," katanya.

Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan dukungan kelompok buruh di bawah kepemimpinannya dikarenakan hanya Prabowo yang bersedia menandatangani dan menjalankan 10 poin kontrak politik tersebut.

Said mengatakan organisasi buruh akan bersungguh-sungguh mengonsolidasikan seluruh anggotanya untuk memenangkan Prabowo Subianto menjadi Presiden RI 2019-2024 melalui kampanye sosialisasi dan mobilisasi masyarakat.

Apakah kontrak politik Prabowo dan KSPI akan dijalankan atau seperti biasa, buruh harus turun ke jalan lagi untuk menuntut hak-hak mereka?(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: KSPI Resmi Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH