Seusai Diperiksa KPK, Ini Kata Sekretaris MA Sekretaris Mahkamah Agung Amachd Setyo Pudjoharsoyo seusai diperiksa KPK. Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Achmad Setyo Pudjoharsoyo rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi terkait kasus suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016.

Seusai diperiksa sekitar pukul 12.15 WIB, Setyo terlihat buru-buru. Mantan Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Jakarta Barat ini mengisyaratkan tidak ingin diwawancarai oleh awak media.

Baca Juga

KPK Garap Sekretaris Mahkamah Agung

"Enggak, enggak ada yang ditanya apa-apa," kata Setyo di lobi Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (18/12).

Berdasarkan jadwal pemeriksaan hari ini, Setyo diperiksa untuk tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. Namun dia mengaku tidak diperiksa sebagai saksi.

"Saya enggak diperiksa sebagai saksi, enggak ada saksi ya," ucapnya.

Setyo mengaku kedatangannya ke markas lembaga antirasuah hanya untuk menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan dirinya sebagai Sekretaris MA.

Sekretaris Mahkamah Agung Amachd Setyo Pudjoharsoyo mengunjungi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Padang, Sumatera Barat, Jumat (11/5). (ANTARA SUMBAR /Mario S Nasution)
Sekretaris Mahkamah Agung Amachd Setyo Pudjoharsoyo mengunjungi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Padang, Sumatera Barat, Jumat (11/5). (ANTARA SUMBAR /Mario S Nasution)

"Saya hanya menyerahkan surat-surat. Surat SK pengangkatan, pemberhentian, pengangkatan Plt (pelaksana tugas), itu saja," tutup Setyo sembari bergegas meninggalkan Gedung KPK.

Baca Juga

KPK Cegah Eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Begergian ke Luar Negeri

Selain Setyo, penyidik juga memanggil Direktur Utama PT Multi Bangun Sarana Donny Gunawan, Direktur PT Dian Fortuna Erisindo Renny Susetyo Wardhani, dan Kepala BBW Brantas Saroni Soegiarto. Mereka juga diperiksa untuk Hiendra.

Dalam perkara ini, KPK menerapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah eks Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (NHD), menantunya Rezky Herbiyono (RHE) dan Hiendra Soenjoto (HS).

Diduga telah terjadi adanya pengurusan perkara terkait dengan kasus perdata PT. MIT melawan PT. KBN (Persero) pada tahun 2010 silam.

Nurhadi yang ketika itu menjabat Sekretaris MA dan menantunya diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT. MIT dari tersangka Hiendra untuk mengurus perkara peninjauan kembali (PK) atas putusan Kasasi Nomor: 2570 K/Pdt/2012 antara PT MIT dan PT KBN (Persero).

Baca Juga

KPK Tetapkan Eks Sekretaris Mahkamah Agung Tersangka Mafia Kasus

Poses hukum dan pelaksanaan eksekusi lahan PT MIT di lokasi milik PT KBN (Persero) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara agar dapat ditangguhkan.

Untuk membiayai pengurusan perkara tersebut tersangka Rezky menjaminkan delapan lembar cek dari PT. MIT dan tiga lembar cek milik Rezky untuk mendapatkan uang dengan nilai Rp14 miliar. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Demi Muluskan Surat Jalan untuk Djoko Tjandra, Prasetijo Suruh Seorang Dokter Bikin Rapid Test
Indonesia
Demi Muluskan Surat Jalan untuk Djoko Tjandra, Prasetijo Suruh Seorang Dokter Bikin Rapid Test

Prasetijo memanggil dokter tersebut untuk melakukan rapid test COVID-19.

Tenaga Medis di Wisma Atlet Kemayoran Dapat Bantuan Ribuan APD dan Masker N95
Indonesia
Tenaga Medis di Wisma Atlet Kemayoran Dapat Bantuan Ribuan APD dan Masker N95

Pemberian bantuan yang konsisten dilakukan ini merupakan bukti keseriusan TASPEN

Kasus Corona DKI Senin (7/9): 47.796 Positif, 35.431 Sembuh
Indonesia
Kasus Corona DKI Senin (7/9): 47.796 Positif, 35.431 Sembuh

Adapun penambahan kasus positif di Jakarta sebanyak 703 jiwa.

Eks Sekretaris MA Nurhadi Jalani Sidang Dakwaan Suap dan Gratifikasi
Indonesia
Eks Sekretaris MA Nurhadi Jalani Sidang Dakwaan Suap dan Gratifikasi

Nurhadi beserta menantunya Rezky Herbiyono bakal menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Toilet Ramah Lingkungan Dibangun di Kawasan Wisata Prioritas
Indonesia
Toilet Ramah Lingkungan Dibangun di Kawasan Wisata Prioritas

Saat ini, daya saing ketersediaan infrastruktur penunjang sektor pariwisata di Indonesia berada di peringkat 75 dunia pada tahun 2019.

Erick Janji Sinergikan Program Ekonomi dan Penanganan Pandemi COVID-19
Indonesia
Erick Janji Sinergikan Program Ekonomi dan Penanganan Pandemi COVID-19

Nantinya, ada program Satgas COVID-19 yang dipimpin Doni Monardo dan Satgas Pemulihan Ekonomi yang dipimpin Budi Gunadi Sadikin yang disinergikan.

KPK Tak Perlu Ambilalih Kasus Pinangki-Djoko Tjandra Kalau Kejagung Profesional
Indonesia
KPK Tak Perlu Ambilalih Kasus Pinangki-Djoko Tjandra Kalau Kejagung Profesional

KPK melaksanakan tugas mengawasi penanganan perkara ini

 KPK Dorong Instansi dan Lembaga Transparan Kelola Dana Bantuan COVID-19
Indonesia
KPK Dorong Instansi dan Lembaga Transparan Kelola Dana Bantuan COVID-19

"Melalui situs tersebut, instansi juga disarankan agar melakukan pemutakhiran data setiap hari sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintah," sambung Firli.

Penyemprotan Disinfektan Massal Malah Berisiko Picu Radang Paru
Indonesia
Penyemprotan Disinfektan Massal Malah Berisiko Picu Radang Paru

Penyemprotan disinfektan ke tubuh seseorang malah dapat memiciu chemical pneumonia.

Pasien yang Dirawat di RS Wisma Atlet Nyaris 1.000 Orang
Indonesia