Seumur Hidup Dilarang Masuk Stadion, Dirigen Arema: Hati Singa Takkan Luntur Yuli Sumpil saat memimpin Aremania. (Instagram Arema FC)

MerahPutih.com - Dirigen Aremania Yuli Sumpil akhirnya angkat bicara terkait sanksi hukuman seumur hidup dilarangan memasuki stadion di wilayah Indonesia.

Sebagai Aremania sejati dan pemimpin di tribun, Yuli menerima hukuman dengan lapang dada. Dia sadar yang telah dilakukannya merupakan kesalahan berat sehingga harus ada risikonya.

"Saya menerimanya dengan lapang dada dan apa adanya. Saya sadar sudah melakukan kesalahan lewat sanksi itu," kata Yuli, saat dikunjungi awak media di Malang, dilansir dari BolaSkor.com, Sabtu (13/10).

"Sanksi itu harus sebagai edukasi juga. Meski tidak ada saya di tribun nanti, masih ada dirigen lainnya," imbuh pemimpin suporter berusia 42 tahun itu.

arema
Aremania memberikan dukungan kepada Arema FC. (BolaSkor.com/Kristian Joan)

Meski begitu, Yuli Sumpil tetap menegaskan jiwanya tidak akan luntur sebagai singa. Dirinya tetap seorang Aremania yang akan selalu mendukung Arema FC, meskipun tidak hadir di tribun.

"Kreativitas tidak akan pernah mati. Saya akan jalani itu, mungkin melalui nonton bareng atau bentuk lainnya," beber dirigen yang puluhan tahun mengiringi perjuangan tim Singo Edan itu.

Seperti diketahui, Yuli Sumpil dan Fandi adalah dua suporter yang dikenai sanksi secara personal oleh Komite Disiplin PSSI. Atas aksi provokasi yang dilakukan, keduanya dilarang memasuki stadion di pertandingan Arema FC atau pertandingan lain yang diselenggarakan oleh PSSI.

Aksi Aremania yang menyalakan flare dan menyerbu lapangan selepas pertandingan. (BolaSkor.com/Kristian Joan)

Untuk Arema FC, Komdis menjatuhkan sanksi denda Rp 100 juta plus menggelar sisa 5 pertandingan kandang tanpa penonton di Stadion Kanjuruhan. Aremania juga dilarang menghadiri semua pertandingan tandang Arema FC sampai kompetisi musim ini berakhir. (*/BolaSkor.com)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH