Setya Novanto Tak Kunjung Ditahan, KPK Sedang Tarik Ulur?

MerahPutih.Com - Pengamat Politik Ray Rangkuti menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum melihat penahanan Ketua DPR yang juga tersangka kasus e-KTP Setya Novanto sebagai prioritas.

"Yang penting, dijaga kasus ini, jangan sampai tidak berlanjut," ujar Ray Rangkuti saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (12/8).

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) ini menegaskan, KPK sengaja membiarkan Setya Novanto tetap 'menghirup udara bebas' namun hal itu bukan berarti komisi antirasuah takut terhadap tekanan yang ada dalam mengusut kasus e-KTP.

"Kalau misal ada indikasi mereka (KPK) takut, saya enggak telalu yakin. Kalau mereka berani menetapkan sebagai tersangka, apa takutnya mereka segera menahan?" jelas Ray.

Pasalnya, Setya Novanto hingga kini masih dicekal untuk berpergian keluar negeri selama enam bulan sejak dikeluarkan putusan resminya pada 10 April silam.

"Jadi, potensi untuk keluar juga sulit. Sebagai pejabat negara (Ketua DPR RI), dia juga dipantau publik," ucap Alumni UIN Syarif Hidayatullah itu.

Apalagi KPK tak mengenal Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Sehingga, dipastikan perkara korupsi yang menjerat Ketua Umum DPP Golkar ini bakal terus diproses hingga dilimpahkan ke pengadilan.

Ray Rangkuti meyakini, ada strategi KPK di balik keputusan membiarkan Novanto tetap bergerak bebas, termasuk tetap memimpin Partai Golkar dan Parlemen.

"Biarkan KPK kerja dengan tenang, karena enggak mudah juga menghadapi gejolak yang mungkin ditimbulkan pascapenetapan Setnov jadi tersangka. Nah, hal itu juga harus diperhitungkan oleh KPK," pungkasnya.(Pon)



Eddy Flo

YOU MAY ALSO LIKE