Jangan Sampai Nanti Ada Orang Dicap Bapak Koruptor Indonesia Presiden Jokowi saat menggelar konferensi pers terkait revisi UU KPK. Foto: Setkab

MerahPutih.com - Akademisi dari Universitas Andalas, Padang, Feri Amsari menyebut upaya mematikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah terjadi berulang kali.

Menurut Feri, dalam sejarah, sudah beberapa kali KPK dilemahkan melalui serangkaian upaya revisi hingga penetapan tersangka terhadap komisionernya.

Baca Juga

Pengamat Sesalkan KPK tak Lagi Ekstra setelah Pengesahan Revisi UU

"Serangan-serangan ke KPK tiap tahun berkali-kali seperti ini biasa, tetapi ya mbok jangan terlalu kasar," kata Feri saat acara diskusi di MNC Trijaya, Jakarta Pusat, Rabu (18/9).

Akademisi Feri Amsrari. Foto: MP/Kanu
Akademisi Feri Amsrari. Foto: MP/Kanu

Feri melanjutkan, jangan sampai di era Presiden Joko Widodo, sejumlah kewenangan diamputasi hingga akhirnya berujung pada pelamahan lembaga tersebut. Jokowi sendiri dikabarkan setuju dengan beberapa poin yang ada di RUU KPK.

"Jangan main pukul mati-matian karena akan ketahuan siapa-siapa saja wajahnya yang kemudian terlibat mematikan KPK. Jangan sampai ada orang nanti diberi gelar sebagai Bapak Koruptor Indonesia ya gara-gara kemudian mematikan KPK," ungkap Feri

Baca Juga

Sindir Jokowi, Eks Menteri Gus Dur Bilang Operasi Pelemahan KPK Sukses Gemilang

Feri lantas menantang Ketua KPK terpilih Irjen Firli Bahuri untuk membuat gebrakan.

"Kita uji akankah Pak Firli dan teman-teman sebagai pimpinan yang baru berani melanjutkan kasus-kasus besar seperti BLBI misalnya, atau sebaliknya nanti Pak Firli dan teman-teman malah meng-SP3 kasus ini? Siapa yang tahu?," ungkap dia.

"Ya saya juga tidak tahu kelanjutannya seperti apa, tetapi sejarah selalu bicara dan kemungkinan berulang," ungkap Feri.

Baca Juga

Pakar Hukum Prediksi Penindakan KPK Bakal Berjalan Mundur

Ia yakin, masih ada orang di Indonesia yang ingin KPK selalu kuat.

"Hanya anak-anak bangsa dan negaralah yang mau memperbaiki ini yang harus tampil ke depan untuk bicara kebenaran sesuai dengan ilmu pengetahuannya dan fakta-fakta apa yang ada di lapangan sesuai hati nuraninya," tutup Feri. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH