Setuju dengan Kemarahan Jokowi, MUI Nilai Menteri Kabinet Tak Miliki Sense of Crisis Presiden Joko Widodo (dua dari kiri) di Vila Pantai So Long di Banyuwangi, Jawa Timur. (Antara/Indra Arief Pribadi)

MerahPutih.com - Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas berharap para menteri seharusnya benar-benar tersentak dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengancam akan merombak kabinet.

Anwar melihat, para menteri seperti tidak memiliki sense of crisis (kepekaan terhadap krisis) sehingga apa yang dilakukan tidak benar-benar berdampak baik dan besar terhadap masyarakat luas.

Baca Juga:

Ini Sejumlah Menteri yang "Tak Bisa Tidur" Gegara Gertakan Jokowi

"Hal ini tentu saja sangat-sangat beliau (Jokowi) sesalkan karena semestinya para pembantu beliau tersebut sudah tahu apa yang akan dilakukan tetapi ternyata tidak demikian," kata Anwar dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (30/6).

Anwar juga menyoroti persoalan serapan dana yang baru terserap sedikit. Menurutnya, itu membuat uang yang beredar di tengah-tengah masyarakat masih sangat kecil.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas di Jakarta, Selasa (5/11/2019). ANTARA/Anom Prihantoro
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas di Jakarta, Selasa (5/11/2019). ANTARA/Anom Prihantoro

Daya beli masyarakat pun belum bisa terdongkrak yang mana berujung pada belum bisa menggeliatnya perekonomian mereka.

"Karena dampak dari tindakan mereka tersebut telah memperburuk keadaan ekonomi rakyat. Bagaimana mungkin kita akan mendorong ekonomi mereka kalau mereka tidak punya daya beli," jelas dia.

Baca Juga:

Restu Megawati Jadi Penghalang Jokowi Rombak Kabinet Indonesia Maju

"Coba saja bayangkan dana yang sudah disediakan cukup besar baru terserap sedikit sehingga jumlah uang yang beredar di tengah-tengah masyarakat tentu masih sangat-sangat kecil sehingga daya beli masyarakat tidak dan belum bisa terdongkrak sehingga ekonomi masyarakat tidak dan belum bisa menggeliat," kata Anwar.

Bagi Anwar Abbas, kebijakan atau kinerja seperti ini justru memperburuk citra pemerintah. Jokowi pun, katanya, jadi ikut terdampak.

"Karena bagaimana mungkin kita akan mendorong ekonomi mereka kalau mereka tidak punya daya beli karena tanpa adanya peningkatan daya beli mereka maka tentu produktivitas masyarakat tidak akan bisa dipacu," sebut Anwar Abbas. (Knu)

Baca Juga:

Jokowi Marah Ancam Reshuffle Dianggap Refleksi Kecewa ke Diri Sendiri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kontrol Bisa Mengendur jika Fadli Zon dan Fahri Hamzah "Dirangkul" Jokowi
Indonesia
Kontrol Bisa Mengendur jika Fadli Zon dan Fahri Hamzah "Dirangkul" Jokowi

Langkah Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan bagi Fadli Zon dan Fahri Hamzah dinilai sebagai strategi politik.

KPK Panggil Stafsus Menteri KP Hingga Mahasiswa Terkait Kasus Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Panggil Stafsus Menteri KP Hingga Mahasiswa Terkait Kasus Edhy Prabowo

KPK telah menetapkan 7 tersangka dalam kasus ini

FSGI Desak Kemendikbud Perbaiki Regulasi PPDB
Indonesia
FSGI Desak Kemendikbud Perbaiki Regulasi PPDB

Ia mengatakan, alokasi untuk zonasi murni harus tetap dipertahankan.

Serda Aprilio Perkasa Minta Penderita Hipospadia Berani Bersuara
Indonesia
Serda Aprilio Perkasa Minta Penderita Hipospadia Berani Bersuara

Serda Aprilio Perkasa Manganang memberikan pesan kepada para pengidap hipospadia.

Kedokteran dan Psikologi Prodi Paling Favorit di UGM
Indonesia
Kedokteran dan Psikologi Prodi Paling Favorit di UGM

Bidang sosial humaniora prodi Hukum, Manajemen, Ilmu Komunikasi dan Akuntansi masuk 5 besar prodi favorit.

Bekas Legislator PPP Irgan Mahfiz Jalani Sidang Suap Kamis Pekan Depan
Indonesia
Bekas Legislator PPP Irgan Mahfiz Jalani Sidang Suap Kamis Pekan Depan

Dalam perkara ini, lembaga antirasuah menduga Irgan Chairul Mahfiz menerima total Rp100 juta

Anies Tambah Saham Bir, PT Delta Djakarta: Itu Berita Lama
Indonesia
Anies Tambah Saham Bir, PT Delta Djakarta: Itu Berita Lama

Pemprov DKI Jakarta disebut-sebut menambah kepemilikan saham produsen bir di PT Delta Djakarta dari semula 26,25 persen menjadi 58,33 persen per Oktober 2020.

Pandemi Corona, Gereja Minta Umat Pakai Masker dan Menyanyi Dalam Hati
Indonesia
Pandemi Corona, Gereja Minta Umat Pakai Masker dan Menyanyi Dalam Hati

Ada song leader yang menyanyi dengan face shield

ASN Serba Salah Pilkada Ada Petahana, KPK: Ini Fakta
Indonesia
ASN Serba Salah Pilkada Ada Petahana, KPK: Ini Fakta

Netralitas ASN sebetulnya merupakan masalah dari kontestan pemilu serta Partai Politik

Kapolsek dan Anak Buah Diduga Pakai Narkoba, DPR Minta Usut Tuntas Sampai Bandar
Indonesia
Kapolsek dan Anak Buah Diduga Pakai Narkoba, DPR Minta Usut Tuntas Sampai Bandar

"Propam harus mengusut tuntas dan melakukan penyelidikan lebih mendalam," tutur Azis.