Setiap Tahun, Jutaan Orang Meninggal Karena TBC Hari TBC Sedunia (MP/Arie P)

Setiap tahun, pada tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari TBC Sedunia. Peringatan ini merupakan suatu pengingat betapa pentingnya kesadaran tentang beban tuberkulosis atau TBC di seluruh dunia, dan status pencegahan serta upaya pengendaliannya.

Pada tahun 2013 lalu menjadi tahun ke dua kampanye Hari TBC Dunia dengan tema "Stop TBC Seumur Hidup Saya" yang diselenggarakan oleh WHO. Kerjasama Stop TBC dibentuk pada tahun 2001 dengan misi untuk melayani semua orang yang rentan terhadap TBC. Selain itu, mereka juga memastikan tersedianya pengobatan yang berkualitas tinggi bagi semua orang yang membutuhkannya.

Penyakit tuberkulosis atau TBC sendiri disebabkan oleh bakteri yang disebut mycobacterium tuberculosis dan menyebar melalui udara di antara manusia. Saat kita menghirup udara yang mengandung bakteri TBC, kita dapat terinfeksi Bakteri dorman atau bakteri tidak aktif yang disebut TBC laten dapat sewaktu-waktu aktif dan mulai berlipat ganda.

Para pecandu alkohol dan pengguna narkoba yang memiliki riwayat TBC namun tidak diobati dengan tepat, akan berdampak fatal. Begitu juga seseorang yang terinfeksi HIV, ini akan rentan memiliki risiko terbesar terkena TBC. TBC tidak secara khusus ditularkan melalui berbagi peralatan sehari-hari, rokok ataupun berciuman.

Meski TBC paling utama menjangkiti bagian paru-paru, akan tetapi TBC juga dapat pula mempengaruhi bagian tubuh lainnya, seperti kelenjar getah bening, tulang dan persendian, ginjal, usus, bagian jantung yang disebut pericardium, otak dan hati.

Gejala-gejala seseorang yang bisa dikatakan menderita TBC biasanya mengalami batuk secara terus-menerus dan terkadang juga disertai dahak yang mengandung darah, demam dan menggigil, keringat malam, kehilangan selera makan, penurunan berat badan dan mudah lelah.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), jumlah kasus baru tuberkulosis (TBC) pada 2015 mencapai 10,4 juta jiwa meningkat dari sebelumnya yang hanya 9,6 juta. Adapun jumlah temuan TBC terbesar adalah di India sebanyak 2,8 kasus, diikuti Indonesia sebanyak 1,02 juta kasus, dan Tiongkok sebanyak 918 ribu kasus.

Dalam laporan yang bertajuk Global Tuberculosis Report 2016 itu, angka kematian akibat TBC di Indonesia mencapai 100 ribu jiwa dalam setahun ditambah 26 ribu penderita tuberkulosis yang terindikasi HIV positif.

Sementara angka kematian dunia yang diakibatkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis ini mencapai 1,4 juta jiwa ditambah 390 ribu jiwa penderita yang positif terkena HIV. Sedangkan prevalensi penderita TBC di Indonesia pada 2015 sebesar 395 per 100 ribu populasi dengan angka kematian sebesar 40 per 100 ribu populasi.

TBC menular lewat udara dan telah membunuh banyak orang. Untuk itu WHO akan mengurangi jumlah kasus baru sampai 80 persen mulai 2016 dan mengurangi kematian akibat TBC sampai 90 persen hingga 2030.



Selvi Purwanti

LAINNYA DARI MERAH PUTIH