Setiap Orang Berpotensi Jadi Senjata Biologis Lho Reisa Broto Asmoro. (Foto: IG @reisabrotoasmoro)

Merahputih.com - Tim komunikasi publik Gugus Tugas COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, menyebut, setiap orang berpotensi menjadi seperti senjata biologis. Hal ini terkat dengan penyebaran COVID-19 yang didominasi orang tanpa gejala.

Ia mencontohkan seorang ahli penyakit menular berkata, ketika manusia mengulurkan tangan, maka ia sama saja mengulurkan senjata biologis.

"Maka jinakkan senjata ini dengan mencuci tangan dan jadikan kebajikan tangan menjadi alat penolong, melindungi orang lain dari COVID-19," kata Reisa dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jumat (12/6).

Baca Juga:

Salurkan Bansos, Dinsos Data Warga 66 RW Zona Merah

"Reisa juga mengingatkan pentingnya menjaga jarak untuk mencegah COVID-19. Bahkan Reisa menjamin physical distancing sudah terbukti ampuh melalui penelitian.

Menerapkan physical distancing, terutama di tempat umum. Penularan COVID adalah melalui droplets dari seseorang terinfeksi ketika dia batuk atau bersin bahkan berbicara.

"Saat kita komunikasi dengan orang lain bisa jadi ada percikan dari mulut lawan bicara, dan kalau tak jaga jarak minimal 1 sampai 2 meter, kita bisa saja terkena," papar Reisa.

Ia mengatakan bahwa mempraktikkan jaga jarak aman 1 hingga 1,5 meter dapat menurunkan risiko tertular Covid-19 hingga lebih dari 50 persen.

"Penelitian menunjukkan, jaga jarak adalah cara yang ampuh mencegah penularan Covid-19. Dalam masa pandemi sebaiknya kita perhatikan hal ini, menjaga jarak aman dari orang lain," jelas dia.

Reisa mengingatkan bahwa penularan virus Corona adalah melalui droplet atau percikan air liur dari seseorang yang terinfeksi tatkala ia batuk atau bersin. Bahkan saat ia berbicara seperti biasa.

Tanpa disadari, tatkala kita berbicara dengan orang lain ada percikan droplet yang keluar dari mulut lawan bicara. Maka kala kita tak menjaga jarak sebagaimana yang disarankan, maka bisa jadi akan tertular virus ini.

"Apalagi orang yang kita temui tidak kita ketahui pasti status kesehatannya. Maka sebaiknya dalam masa pandemi ini physical distancing ini harus kita terapkan secara baik," imbau Reisa yang mengenakam kemeja putih ini.

Jaga jarak ini juga demi mencegah penyebaran virus ini secara masif di masyarakat. Jaga jarak ini amat penting diterapkan kala kita menjenguk orang-orang yang sakit ataupun mengunjungi orang dengan kesehatan yang rentan.

"Mari kita biasakan untuk menjaga diri, tidak memegang anak-anak kecil apalagi bayi kalau kita bukan orang tuannya," ucap Reisa.

Reisa Broto Asmoro. (Foto: IG @reisabrotoasmoro)
Reisa Broto Asmoro. (Foto: IG @reisabrotoasmoro)

Reisa mencontohkan Jepang yang menganggap penanganan Covid-19 cukup baik tanpa harus karantina wilayah, yakni dengan melakukan deteksi dini dan social conformity.

Social conformity sendiri merupakan permintaan Pemerintah Jepang kepada warganya agar menghindari keramaian atau kontak dekat secara fisik dengan orang lain.

"Jadi menghindari bersalaman dengan banyak orang, kemudian menghindari agar tidak bertemu dengan banyak orang di ruang tertutup dan sempit. Anjuran ini sangat dipatuhi oleh banyak orang di sana," kata Reisa.

Pemerintah kembali mengumumkan data terbaru kasus virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Per hari ini, tercatat total kasus positif sebanyak 36.406 orang, kemudian 13.213 orang sembuh, dan 2.048 pasien COVID-19 meninggal dunia.

"Dari data yang kita dapatkan pada pemeriksaan spesimen hari ini. Kita dapatkan bahwa akumulasi kasus konfirmasi COVID-19 yang positif adalah sebanyak 1.111 orang, sehingga total menjadi 36.406 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (Yuri).

Yuri mengatakan penambahan pasien sembuh hari ini sebanyak 577, sehingga total pasien sembuh mencapai 13.213 orang. Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 48, sehingga jumlah kematian mencapai 2.048 kasus.

Baca Juga:

Kembali Angkut Penumpang, Begini Protokol Kesehatan Gojek

Selain itu, Yuri menuturkan persentase kesembuhan pasien hari ini sebesar 35,8 persen. Persentase kesembuhan pasien lebih tinggi dibandingkan persentase kematian yang berkisar 5,607 persen.

"Kalau kita perhatikan, data akumulasi sampai kondisi saat ini 35,8 persen sembuh, sedangkan kematian berada di kisaran 5,607 persen. Saudara-saudara, kasus sembuh total untuk hari ini sebanyak 577, sehingga kemudian total bisa menjadi 13.213. Meninggal 48 total menjadi 2.048," ucap Yuri. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Draf Final UU Ciptaker Jadi 812 Halaman, ini Dalih Sekjen DPR
Indonesia
Draf Final UU Ciptaker Jadi 812 Halaman, ini Dalih Sekjen DPR

Jumlah halaman draf UU itu berubah menjadi 812 halaman.

Peneliti ITB Ungkap Tempat Terbaik Amati Gerhana Matahari Cincin, Dimana Ya?
Indonesia
Peneliti ITB Ungkap Tempat Terbaik Amati Gerhana Matahari Cincin, Dimana Ya?

Khusus Tanjungpinang, gerhana matahari terjadi pada pukul 10.29 WIB

Ketua WP KPK Jalani Sidang Pelanggaran Kode Etik
Indonesia
Ketua WP KPK Jalani Sidang Pelanggaran Kode Etik

Dugaan pelanggaran kode etik itu terkait pernyataannya di media ketika WP KPK melakukan pembelaan atas pemulangan penyidik Kompol Rossa Purbo Bekti ke institusi Polri.

Novel Tidak Curiga Terhadap Dua Pelaku Sebelum Matanya Disiram Air Keras
Indonesia
Novel Tidak Curiga Terhadap Dua Pelaku Sebelum Matanya Disiram Air Keras

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bersaksi di persidangan penyerangan dirinya.

Hari Raya Waisak, 1.948 Napi Beragama Buddha Diberi Remisi Khusus
Indonesia
Hari Raya Waisak, 1.948 Napi Beragama Buddha Diberi Remisi Khusus

Dari 1.049 penerima RK Waisak, 1.039 napi menerima RK I

Para Pilot Garuda Diminta Tetap Utamakan Safety
Indonesia
Para Pilot Garuda Diminta Tetap Utamakan Safety

Bintang terus mendukung seluruh langkah-langkah pemerintah

Penangkapan Anggota Aktif dan Dugaan Keterlibatan Jenderal Kasus Novel, Begini Tanggapan Polri
Indonesia
Penangkapan Anggota Aktif dan Dugaan Keterlibatan Jenderal Kasus Novel, Begini Tanggapan Polri

Tim Advokasi Novel Baswedan menilai, jejak keterlibatan Polri dalam kasus Novel sangat jelas.

Komisi D Tolak Usulan Dinas Kehutanan Rp30 M untuk Anggaran Bibit Pohon
Indonesia
Komisi D Tolak Usulan Dinas Kehutanan Rp30 M untuk Anggaran Bibit Pohon

Anggaran yang diajukan dinilai terlampau besar

DPR Tolak Rencana Pemerintah Ekspor APD
Indonesia
DPR Tolak Rencana Pemerintah Ekspor APD

Per 22 Juni, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 46.845 jiwa

Pengamat Intelijen Singgung Potensi Sabotase dalam Kebakaran Gedung Kejagung
Indonesia
Pengamat Intelijen Singgung Potensi Sabotase dalam Kebakaran Gedung Kejagung

Pemerintah perlu belajar dari swasta untuk lebih patuh dan quick response