Setelah Meninggalnya Debora, RS Mitra Keluarga Berjanji ... Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

MerahPutih.com - Manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, menyatakan akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap seluruh pasien yang datang.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh RS Mitra Keluarga Kalideres melalui surat pernyataan yang ditulis ketika melakukan pertemuan dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terkait peristiwa meninggalnya bayi berusia empat bulan bernama Tiara Debora.

"Mereka (RS Mitra) berjanji untuk selalu memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, efektif, dan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto di Jakarta, Senin (11/9).

Selain meningkatkan pelayanan, menurut dia, RS Mitra juga menyatakan tidak akan memberlakukan syarat pembayaran uang muka terhadap para pasien sebelum dilakukan tindak penanganan atau perawatan medis.

"Itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 32 (2) yang menyatakan dalam keadaan darurat, fasilitas kesehatan, baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan atau meminta uang muka," kata Koesmedi.

Dia menuturkan pihak rumah sakit juga bersedia menerima sanksi dan hukum apabila rumah sakit terbukti melanggar ketentuan atau peraturan yang berlaku terkait penanganan kesehatan.

"Apabila pihak rumah sakit terbukti melanggar, maka mereka siap menerima konsekuensi pencabutan izin rumah sakitnya," tutur Koesmedi.

Sementara itu, Direktur RS Mitra Keluarga Kalideres Fransisca Dewi mengungkapkan akan mengembalikan uang senilai Rp 5.000.000 yang sebelumnya digunakan oleh keluarga pasien sebagai uang muka untuk mendapatkan perawatan di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

"Anak itu (Tiara Debora) merupakan peserta BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, kami akan mengembalikan haknya sebagai pasien BPJS dengan mengembalikan uangnya," kata Fransisca.

Seperti diketahui, Tiara Debora adalah bayi dari pasangan Rudianto Simanjorang dengan Henny Silalahi. Bayi yang baru berusia empat bulan itu mengalami sesak napas pada Minggu (3/9), kemudian dilarikan ke RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

Bayi tersebut kemudian mendapat penanganan di IGD. Setelah itu, dokter menyarankan agar Debora dirawat di ruang PICU. Lantaran tidak menyanggupi biaya perawatan untuk PICU sebesar Rp 19,8 juta, pihak keluarga pun mencoba mencari rujukan rumah sakit lain. Akan tetapi, belum sempat mendapatkan rujukan, Debora sudah mengembuskan napas terakhirnya. (*)

Sumber: ANTARA


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH