Setelah Kemarahan Kapolda, Proses Hukum Coki Ditarik dari Polres Metro Tangerang Komika Coki Pardede mengucapkan permintaan maaf saat pers rilis di Mapolres Metro Tangerang Kota, Tangerang, Banten, Sabtu (4/9/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

MerahPutih.com - Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan Coki Pardede memasuki babak baru. Kini penanganan perkara itu dilimpahkan dari Polres Metro Tangerang Kota ke Polda Metro Jaya

"Kasusnya sekarang sudah ditangani Polda Metro Jaya," kata pengacara Coki, Milano Lubis kepada wartawan yang dikutip, Kamis (9/9).

Baca Juga:

Kapolda Metro Marahi Anggotanya yang Tangkap Coki Pardede

Pemindahan ini tak lama setelah adanya kemarahan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran kepada anggota Reserse Narkoba Polres Metro Tangerang yang merekam detik-detik penangkapan Coki. Kegeraman Fadil karena proses penggerebekan itu terkesan merendahkan sang komika.

Setelah kasus narkoba tersebut dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, kuasa hukum Coki Pardede mengaku belum mengetahui proses apa lagi yang akan mereka hadapi. "Belum tahu arahnya karena baru dilimpahkan juga kan," sebut Milano.

Saat ini, kata dia, Coki Pardede juga sudah menjalani rehabilitasi di RSKO. "Dia memang butuh pengobatan karena memang dia pemakai. Jadi ya sudah sementara di situ," tutur Milano.

Petugas Satnarkoba Polres Metro Tangerang Kota menggiring bandar sabu dalam kasus Komika Reza Pardede atau Coki Pardede usai ditangkap di Karawaci, Tangerang, Banten, Jumat (3/9/2021) malam. Polisi menangkap RA seorang bandar sabu yang menyuplai kebutuhan narkoba jenis sabu untuk Coki Pardede dan dalam penangkapan tersebut polisi mengamankan barang bukti 10 gram sabu siap edar. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.
Petugas Satnarkoba Polres Metro Tangerang Kota menggiring bandar sabu dalam kasus Komika Reza Pardede atau Coki Pardede usai ditangkap di Karawaci, Tangerang, Banten, Jumat (3/9/2021) malam. Polisi menangkap RA seorang bandar sabu yang menyuplai kebutuhan narkoba jenis sabu untuk Coki Pardede dan dalam penangkapan tersebut polisi mengamankan barang bukti 10 gram sabu siap edar. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.

Milano menegaskan, Coki Pardede adalah pemakai yang cukup lama. Dia menyebut sudah sekitar 2 tahun Coki Pardede pakai narkoba.

Ketika ditangkap, Coki Pardede juga sedang dalam proses pengobatan. Hal itu bisa diperlihatkan untuk membantu proses hukum Coki Pardede.

"Kami punya track record-nya. Intinya pengobatan dia di mana? Dengan dokter siapa? Obat yang dia konsumsi apa? Memang dia dalam proses pengobatan," paparnya.

Pengobatan untuk lepas dari narkoba dilakukan Coki Pardede karena mendapat dukungan dari teman-teman dekatnya yang ingin sang komika itu sembuh kencanduan.

"Pokoknya, teman-teman tahu dia berobat, memang dia pengin sembuh juga. Pengin punya kehidupan normal lah," beber Milano.

Milano juga membantah pemberitaan yang menyebut kliennya itu memakai metode anal tiap kali mengonsumsi narkotika jenis sabu.

"Ceritanya bukan seperti gitu, dia itu menggambarkan bisa menggunakan itu, bisa pakai ini, pakai itu," bebernya.

Baca Juga:

Coki Pardede Direhabilitasi

Namun, Milano tak tahu mengapa informasi dan berita yang tersebar adalah Coki menggunakan sabu lewat anal.

"Cuma kita enggak ngerti kenapa tiba-tiba beritanya jadi seperti itu (pakai sabu anal), padahal bukan itu sebenarnya maksudnya Coki," ujar Milano.

Tak hanya Coki, pihak keluarga pun ikut terpukul atas penangkapan yang terjadi pada pria berusia 32 tahun ini. "Tapi sekarang bukan waktunya bersedih, kita support Coki buat kesembuhan dia," ujar Milano. (Knu)

Baca Juga:

Belajar dari Youtube, Coki Pardede Disebut Pakai Narkoba Lewat Dubur

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolri Minta Percepat Vaksinasi di Papua untuk Kelancaran PON XX
Indonesia
Kapolri Minta Percepat Vaksinasi di Papua untuk Kelancaran PON XX

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya di Papua untuk mempercepat capaian vaksinasi. Hal ini dilakukan guna mendukung pelaksanaan PON XX di Bumi Cendrawasih.

Tujuh Sekjen Parpol Nonparlemen Lakukan Pertemuan
Indonesia
Tujuh Sekjen Parpol Nonparlemen Lakukan Pertemuan

Sebanyak tujuh sekretaris jenderal (sekjen) parpol nonparlemen bertemu untuk membicarakan persiapan verifikasi partai calon peserta Pemilu 2024 .

436 Pegawai KPK Terpapar COVID-19, 10 Orang Meninggal
Indonesia
436 Pegawai KPK Terpapar COVID-19, 10 Orang Meninggal

"Terakhir adalah Penyidik KPK Almarhum Kompol Ardian Rahayudi," ujar Ali

M Taufik Sebut Alasan Pemecatan Dirinya Mengada-ada
Indonesia
M Taufik Sebut Alasan Pemecatan Dirinya Mengada-ada

MKP menilai Taufik gagal memenangkan Prabowo di wilayah Jakarta saat Pilpres 2019. Saat itu, Taufik adalah Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta.

Dirut Telkomsel Hendri Mulya Syam Mangkir dari Panggilan KPK
Indonesia
Dirut Telkomsel Hendri Mulya Syam Mangkir dari Panggilan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa Direktur Utama PT Telkomsel Hendri Mulya Syam, dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Varian NeoCoV Baru Sebatas Artikel
Indonesia
Varian NeoCoV Baru Sebatas Artikel

Tjandra mengimbau untuk mengambil berita dari sumber yang dipercaya, atau mengonfirmasi pada sumber yang tepat.

Jakarta Masih Padat saat PPKM Darurat, Anies Ultimatum Perusahaan Nakal
Indonesia
Jakarta Masih Padat saat PPKM Darurat, Anies Ultimatum Perusahaan Nakal

"Bukan membatasi untuk mengosongkan kota Jakarta untuk membuat lalu lintas menjadi lengang. Ini untuk menyelamatkan. Gerakan penyelamatan warga," kata Anies.

Natal dan Tahun Baru, Penumpang KRL Wajib Gunakan Masker Ganda
Indonesia
Natal dan Tahun Baru, Penumpang KRL Wajib Gunakan Masker Ganda

Tren volume pengguna Kerta Rel Listrik (KRL) dalam beberapa pekan terakhir ini menunjukkan kenaikan.

Fraksi PDIP DPRD DKI Tegaskan Pansus Sumur Resapan Tak Ada Urgensinya
Indonesia
Fraksi PDIP DPRD DKI Tegaskan Pansus Sumur Resapan Tak Ada Urgensinya

Sehingga dewan tak perlu buang-buang tenaga menggali kejelasan sumur resapan

BMKG Ungkap 5 Faktor Penyebab Kualitas Udara di Jakarta Buruk
Indonesia
BMKG Ungkap 5 Faktor Penyebab Kualitas Udara di Jakarta Buruk

Tercatat sejak tanggal 15 Juni 2022, konsentrasi PM2.5 mengalami peningkatan dan mencapai puncaknya pada level 148 µg/m3 (mikrogram per meter kubik).