Setelah Disorot Jokowi, BNN Akhirnya Diperkuat Menpan-RB Tjahjo Kumolo (kiri) dan Kepala BNN Heru Winarko (kanan) dalam jumpa pers di Kantor Pusat BNN, Cawang, Jakarta, Rabu (10/6). ANTARA/Fathur Rochman

Merahputih.com - Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menyatakan akan menguatkan kelembagaan Badan Narkotika Nasional (BNN), baik di tingkat pusat maupun daerah, lantaran hingga saat ini masalah narkotika masih menjadi ancaman bangsa dan negara.

"Pertama, Kemenpan-RB ingin ada penguatan kelembagaan yang ada di BNN ini. Oleh karena itu, BNN ini harus didukung oleh pemerintah, infrastruktur di kabupaten, kota, provinsi, sampai di perbatasan, membangun sinergi dengan seluruh instansi yang terkait," kata Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo di Kantor Pusat BNN, Cawang, Jakarta, Rabu (10/6).

Baca Juga

Menpan-RB Tjahjo Kumolo Puji Langkah Anies soal Penanganan Virus Corona

Kedua, acaman bangsa dan negara saat ini ada empat hal. Pertama masalah radikalisme dan terorisme, kedua masalah narkoba, ketiga masalah korupsi, keempat masalah bencana alam, termasuk pandemi COVID-19. "Maka, narkoba ini saya kira salah satu hal yang harus menjadi perhatian," kata Tjahjo Kumolo.

Tjahjo mengatakan bahwa penguatan kelembagaan BNN juga telah menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Dalam sejumlah rapat kabinet, Presiden Jokowi kerap menyinggung mengenai penguatan BNN, termasuk tentang anggaran rehabilitasi serta pembangunan sinergi antarkementerian/lembaga.

Presiden Joko Widodo setiap rapat kabinet menaruh perhatian. "Bagaimana anggaran rehabilitasinya? Bagaimana penguatan-penguatan mengenai kelembagaan BNN ini? Bagaimana membangun sinergi? Karena ini sudah merasuk ke seluruh lapisan masyarakat, elemen masyarakat tanpa memandang usia, profesinya apa, baik menyangkut sabu-sabu, ganja, sampai obat-obatan lainnya," kata Tjahjo.

Menpan-RB Tjahjo Kumolo.(Sukarli Ant)
Menpan-RB Tjahjo Kumolo.(Sukarli Ant)

Penguatan kelembagaan BNN, antara lain akan berfokus pada reformasi birokrasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta peningkatan pelayanan publik, termasuk pengoptimalan pusat data dan informasi yang dimiliki BNN.

Oleh karena itu, dalam kunjungannya ke BNN, Tjahjo mengajak empat deputi Kemenpan-RB, yakni Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana, Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan, Deputi Bidang SDM Aparatur, serta Deputi Bidang Pelayanan Publik guna membahas hal tersebut.

"Empat hal ini yang saya kira ingin kami perkuat, dan secara kelembagaan unsur dan bidang tugas kami di Kemenpan-RB," katanya.

Hal itu termasuk berapa SDM yang dibutuhkan yang ada di BNN akan segera diproses, yang duduk sebagai pegawai di BNN adalah orang yang mengabdi kepada bangsa dan negara. Mereka juga bisa mendidik, memberikan pencerahan, menggerakkan, dan bisa mengorganisasi.

Baca Juga

Tenaga Honorer Bakal Dihapus, Begini Penjelasan MenPAN RB Tjahjo Kumolo

Sementara itu, sebagaimana dikutip Antara, Kepala BNN Heru Winarko menyambut baik langkah penguatan terhadap lembaga yang dipimpinnya itu. Heru meminta dukungan terkait dengan reorganisasi penguatan kelembagaan, termasuk peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia.

"Ini penting karena kita perlu tahu bahwa BNN bukan hanya ada di Jakarta, melainkan di semua provinsi dan ada beberapa kabupaten dan kota, dan kami perlu untuk masalah SDM ini ditingkatkan, baik kualitas maupun kuantitas," ucap Heru. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Saksi Ungkap Kronologi Uang Sewa Pesawat Pribadi, Permintaan Juliari?
Indonesia
Saksi Ungkap Kronologi Uang Sewa Pesawat Pribadi, Permintaan Juliari?

"Saya pernah dengar dan mengantarkan bapak pagi-pagi itu ke bandara Halim Perdana Kusuma. Bapak cerita bahwa uang Rp2 Miliar dan ketemu pak Adi," imbuh Sanjaya.

Wagub DKI Positif Corona, Setiap Tamu Anies Wajib Rapid Test
Indonesia
Wagub DKI Positif Corona, Setiap Tamu Anies Wajib Rapid Test

Pemprov DKI Jakarta mengambil kebijakan baru bagi tamu yang ingin bertemu dengan Gubernur Anies Baswedan.

800 Lebih Apoteker Terpapar COVID-19
Indonesia
800 Lebih Apoteker Terpapar COVID-19

Secara umum, Ikatan Apoteker Indonesia memiliki tugas dalam hal memberikan pelayanan obat kepada tenaga kesehatan

Revitalisasi Kota Tua, Jakarta Ingin Bangun Pariwisata Kelas Dunia
Indonesia
Revitalisasi Kota Tua, Jakarta Ingin Bangun Pariwisata Kelas Dunia

Revitalisasi tersebut memiliki skema Public Private Partnership (PPP) atau kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha serta melibatkan komunitas.

Antisipasi COVID-19, Masyarakat Disarankan Tak Bertumpu di Satu Hari 'Rayakan' Cuti Bersama
Indonesia
Antisipasi COVID-19, Masyarakat Disarankan Tak Bertumpu di Satu Hari 'Rayakan' Cuti Bersama

Kemenhub memprediksi potensi kepadatan terjadi di tiga titik

Sahrul Gunawan dan Eks Pemain Persib Bersaing di Pilbup Bandung
Indonesia
Sahrul Gunawan dan Eks Pemain Persib Bersaing di Pilbup Bandung

Pemilihan Bupati (Pilbup) Bandung 2020 dipastikan diikuti tiga pasangan calon.

Disdik DKI Tambah Kursi PPDB Jalur Zonasi Bina RW
Indonesia
Disdik DKI Tambah Kursi PPDB Jalur Zonasi Bina RW

Pelaksanaan PPDB Jalur Zonasi Bina RW Sekolah akan berlangsung pada 4 Juli 2020 besok melalui web resmi ppdb.jakarta.go.id.

Pasien Sembuh COVID-19 di RSD Wisma Atlet Tembus 81 Ribu orang
Indonesia
Pasien Sembuh COVID-19 di RSD Wisma Atlet Tembus 81 Ribu orang

Perkembangan jumlah pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet tower 4, 5, 6 dan 7 total 1.152 orang

Omongan Ketua DPC Gerindra Dinilai Enggak Jelas
Indonesia
Omongan Ketua DPC Gerindra Dinilai Enggak Jelas

Ali Lubis itu kan kader Gerinda

Ini Syarat Berhaji Saat Pembatasan Kuota Oleh Arab Saudi
Indonesia
Ini Syarat Berhaji Saat Pembatasan Kuota Oleh Arab Saudi

Itu pun tidak semua ekspatriat atau orang tinggal sementara bisa berhaji