Setelah dari Kenya dan Tanzania, Jokowi Disambut Hangat di Mozambik
Presiden Joko Widodo disambut hangat saat tiba di Mozambik, Selasa (22/8/2023). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden
MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo disambut dengan hangat saat tiba di Bandar Udara Internasional Maputo, Republik Mozambik, dalam rangkaian melanjutkan kunjungan kenegaraan di Benua Afrika, Selasa (22/8).
Pesawat Garuda Indonesia (GIA-1) yang membawa Presiden Jokowi bersama rombongan tiba di Bandar Udara Internasional Maputo Selasa sekira pukul 17.00 waktu setempat (WS) atau pukul 22.00 WIB.
Baca Juga:
Presiden Jokowi Lanjutkan Kunjungan Kenegaraan ke Mozambik
Presiden Jokowi disambut langsung oleh Menteri Sumber Daya Mineral Mozambik Carlos Joaquim Zacarias dan State Secretary Maputo Manuel Vicente. Setelahnya, tampak dua orang anak memberikan karangan bunga tangan kepada Presiden.
Presiden Jokowi kemudian berjalan melewati barisan kehormatan. Di ujung barisan, turut menyambut Presiden yakni Duta Besar RI untuk Republik Mozambik dan Malawi Herry Sudrajat beserta istri dan Atase Pertahanan RI di Pretoria Kol. Mar. Burhanudin.
Sementara dari pihak Mozambik turut menyambut kehadiran Presiden Widodo yakni Wakil Menteri Luar Negeri Mozambik Manuel Jose Goncalves, Duta Besar Mozambik untuk Indonesia Belmiro Jose Malate, dan Gubernur Provinsi Maputo Lolanda Cintura.
Dari bandara, Presiden beserta rombongan langsung menuju hotel tempatnya bermalam selama di Mozambik.
Di hotel tersebut, Presiden disambut oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Cecep Herawan, Koordinator Fungsi Politik, Penerangan, dan Sosial Budaya/Kepala Kanselerai KBRI Maputo Budi Santoso, serta sejumlah masyarakat Indonesia di Mozambik dengan iringan alat musik angklung.
Presiden dijadwalkan mengunjungi empat negara selama di Benua Afrika yakni Kenya, Tanzania, Mozambik dan Afrika Selatan.
Presiden Jokowi telah mengunjungi Kenya dan Tanzania. Kini Presiden tiba di Mozambik sebelum nantinya akan meneruskan lawatan ke Afrika Selatan.
Di Tanzania, Jokowi menyebutkan bahwa negara Indonesia dan Tanzania memiliki persamaan identitas, yakni menjunjung kesatuan dan menghargai keberagaman.
Rangkaian kunjungan Presiden ke Benua Afrika untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara Afrika.
"Indonesia punya Bhinneka Tunggal Ika, sedangkan di Tanzania Uhuru na Umoja (kebebasan dan persatuan)," kata Presiden.
Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyampaikan pemilihan negara-negara tersebut karena keterbatasan waktu Presiden Widodo dan juga mencocokkan kesesuaian waktu kepala negara yang dikunjungi.
Namun secara umum, kata dia, semua negara di dunia termasuk di Afrika memiliki kedudukan yang sama dan memiliki arti penting bagi Indonesia.
Di Afrika Selatan sendiri, Presiden Jokowi diundang menghadiri KTT BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) dalam kapasitas Indonesia yang sedang memegang keketuaan ASEAN. Bey menyebut kehadiran Presiden di KTT BRICS tidak ada kaitan dengan status keanggotaan Indonesia di BRICS.
Baca Juga:
Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral Dengan Presiden Kenya
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Polda Metro Gelar Perkara Khusus Tunjukkan Ijazah Asli, Jokowi: soal Maaf Urusan Pribadi
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Amien Rais, Refly Harun, dan Rismon Datangi PN Solo untuk Sidang Ijazah Palsu
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
[HOAKS atau FAKTA] : Jokowi Pilih Langsung Rektor UGM untuk Beking Dirinya dari Tudingan Ijazah Palsu