Setelah Bermusyawarah, Sidang Lanjutan 'Kacung WHO' Jerinx Digelar Tatap Muka Jerinx SID dilimpahkan dari Polda Bali ke Kejati Bali, di Polda Bali, Kamis (27/8). (Antara/Ayu Khania Pranisitha)

Merahputih.com - Majelis hakim yang dipimpin Ida Ayu Adnya Dewi memutuskan bahwa penyelenggaraan sidang berikutnya terkait agenda pemeriksaan saksi pada tanggal 13 Oktober, atas nama terdakwa I Gede Ary Astina alias Jrx Superman Is Dead (SID), akan digelar secara tatap muka (offline). "Setelah bermusyawarah, majelis dengan melihat perkembangan persidangan selama ini untuk pemeriksaan saksi dan terdakwa, persidangan perlu dilakukan secara offline dengan pertimbangan karena sebagai tujuan proses persidangan pidana adalah untuk mencari kebenaran materiil sebagaimana ditentukan dalam KUHAP," ujar majelis hakim yang dipimpin oleh Ida Ayu Adnya Dewi, dalam persidangan secara virtual di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (6/10). terdapat beberapa pertimbangan dari majelis hakim bahwa dasar hukum pelaksanaan sidang online tidak bersifat imperaktif jadi boleh dilaksanakan secara online dan diperbolehkan juga secara offline.

Baca Juga

PSI Nilai Jerinx Sudah Tepat Diganjar Pakai UU ITE

Selama proses persidangan berlangsung majelis hakim melihat secara kasuistis. Kemudian, perlu dilakukan secara offline dengan tujuan memberikan kebebasan kepada penasehat hukum dan penuntut umum untuk menunjukkan bukti-bukti secara visual. "Demikian sikap majelis bukan semata-mata karena permintaan penasehat terdakwa. Tapi atas pertimbangan-pertimbangan yang telah dikemukakan tadi," ucap Ida Ayu Adnya Dewi. Apabila persidangan dilakukan secara offline atau tatap muka perlu juga diperhatikan, aturan-aturan yang harus dipatuhi. Aturan tersebut berupa tetap memperhatikan protokol kesehatan dan harus disepakati oleh pihak-pihak dan pengunjung sidang sesuai yang ditetapkan PN Denpasar.

Sidang Jrx SID dengan agenda dakwaan secara virtual di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (10/9/2020). (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2020)

Ia menegaskan kepada semua pihak untuk mentaati tata tertib persidangan dan khusus untuk terdakwa wajib dihadirkan di persidangan dengan pengamanan. Selain itu, terdakwa harus menggunakan pakaian yang sopan dan mengutamakan protokol kesehatan. Dengan adanya putusan sidang tatap muka, Jaksa Penuntut Umum yang dikoordinatori oleh Otong Hendra Rahayu menyatakan menerima terkait penetapan tersebut. "Kami menerima penetapan majelis hakim, karena sidang secara offline, selain memenuhi protokol kesehatan, kami mohon kepada penasehat hukum terutama untuk menjaga jangan sampai ada fans pendukung Jrx tetap berbuat dan melanggar tata tertib di luar proses persidangan. Tidak hanya mementingkan protokol kesehatan, kami juga mohon supaya bisa memberikan pengertian kepada para fansnya untuk tetap tertib," ucap Otong.

Baca Juga

Jerinx Ditahan, Ini Pembelaan Koalisi Masyarakat Sipil

Sementara itu, I Wayan Suardana alias Gendo sebagai pengacara terdakwa Jrx mengatakan bahwa terdakwa beserta penasehat hukum pasti tertib saat persidangan. "Kalau soal pendukung itu sudah ada aturan dan pengaturan hukum yang mengatur. Tapi menarik dari penuntut umum kalau berharap terdakwa bisa memberikan pengertian kepada fans, untuk bisa dilakukan kalau terdakwa diberikan penangguhan penahanan," kata Gendo. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
ASEAN Didesak Berani Ambil Tindakan untuk Lindungi Rakyat Myanmar
Indonesia
ASEAN Didesak Berani Ambil Tindakan untuk Lindungi Rakyat Myanmar

Dampak dari kudeta di Myanmar adalah ujian terbesar dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang baru berlangsung.

Sederet Tantangan Berat yang Bakal Dihadapi Listyo Sigit Jika Jadi Kapolri
Indonesia
Sederet Tantangan Berat yang Bakal Dihadapi Listyo Sigit Jika Jadi Kapolri

Sementara, untuk tantangan jangka pendek yang dihadapi Listyo sebagai Kapolri nantinya yaitu pandemi COVID-19

Negara Maju Berkomitmen Gelontorkan Dana Stimulus
Indonesia
Negara Maju Berkomitmen Gelontorkan Dana Stimulus

Namun terlepas dari jumlahnya yang besar, masalah dengan peluncuran vaksin secara global dan munculnya varian virus corona baru membuat jalur pemulihan di masa depan tetap tidak pasti.

Pabrik Oksigen Ini Gratiskan Pengisian untuk Pasien COVID-19
Indonesia
Pabrik Oksigen Ini Gratiskan Pengisian untuk Pasien COVID-19

Gratisnya pengisian ulang oksigen untuk ukuran tabung 1 m3 ini sudah sejak lama dilakukan.

Alumni Akabri 1989 Gelar Sunatan Massal dan Vaksinasi COVID-19 di Solo
Indonesia
Alumni Akabri 1989 Gelar Sunatan Massal dan Vaksinasi COVID-19 di Solo

kegiatan serangkaian bakti sosial (baksos) ini meliputi vaksinasi massal, pembagian paket sembako dan sunatan massal untuk membantu masyarakat di Kota Solo kurang mampu terdampak COVID-19, Provinsi Jawa Tengah

Banding Ditolak Pengadilan Tinggi, Rizieq Shihab Tetap Dihukum
Indonesia
Banding Ditolak Pengadilan Tinggi, Rizieq Shihab Tetap Dihukum

Majelis Hakim tingkat pertama telah memberikan pertimbangan hukum

Pakai Teknologi Digital, Kemensos Salurkan 3 Program Bansos di Saat PPKM Darurat
Indonesia
Pakai Teknologi Digital, Kemensos Salurkan 3 Program Bansos di Saat PPKM Darurat

Tiga jenis bansos yang akan digelontorkan, yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Soal Posisi Wamenpan RB, Tjahjo Sebut Jokowi Tahu Urgensinya
Indonesia
Soal Posisi Wamenpan RB, Tjahjo Sebut Jokowi Tahu Urgensinya

Tjahjo Kumolo meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mempertimbangkan urgensi dalam membuat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 47 Tahun 2021.

Pemda DIY Tidak Larang Salat Tarawih di Zona Merah
Indonesia
Pemda DIY Tidak Larang Salat Tarawih di Zona Merah

Jumlah jamaah di zona merah dibatasi maksimal 25 persen dari kapasitas masjid. Sementara di zona lain jumlah jamaah dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas tempat ibadah.

Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Bali Anjlok
Indonesia
Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Bali Anjlok

Pengetatan protokol kesehatan terbukti mampu menurunkan jumlah warga yang melakukan perjalanan wisata.