Setelah Badai Cempaka, Harga Beras di Yogyakarta Terus Naik Salah seorang pedagang sembako di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Jumat (12/1). (Merahputih.com/Teresa Ika)

MerahPutih.com - Meski sebulan telah berlalu usai badai Cempaka melanda Yogyakarta, harga beras di pasar tradisional justru terus mengalami kenaikan.

Adapun kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut di sejumlah pasar tradisional rata-rata mencapai Rp 1.000 sampai Rp 2 ribu per kilogram

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Suharti mengatakan kenaikan harga tersebut tak ayal memengaruhi kuantitas penjualan para pedagang di pasar tradisional. "Pertama naiknya cuma ratusan. Makin ke sini naiknya ribuan," ujar Suharti di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Jumat (12/1).

Akibat kenaikan tersebut, banyak pembeli yang mengurangi jumlah pembelian beras. "Pembeli banyak ngeluh. Mereka tetap beli, tapi dikurangi jumlahnya. Misalnya biasa beli 5 sampai 10 kilo, sekarang dikurangi 3 sampai 5 kilo," jelasnya.

Pedagang sembako lainnya, Mentug juga mengatakan, kenaikan harga beras tersebut dinilai sangat signifikan akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo. Padahal, kata Mentug, Bantul dan Kulon Progo merupakan lumbung padi utama di DIY.

"Juga karena faktor cuaca yang hujan terus sehingga susah dijemur," kata Mentug.

Mentug juga mengeluhkan pasokan serta distribusi beras dinilai kurang lancar dibandingkan bulan lalu. Jika dulu pasokan bertambah setiap hari, kini ia harus menunggu 2-3 hari untuk bisa mengisi ulang pasokan.

Jenis beras yang naik meliputi beras medium dan premium. Ia menjelaskan, sebelum naik, harga beras c4 semua jenis dibandrol Rp 8.500- Rp 12 ribu. Namun kini dipatok Rp 9.500- Rp 13 ribu.

Karena itu, mereka berharap pemerintah bisa segera mengintervensi dan menurunkan harga beras demi keberlangsungan hidup para pedagang beras di pasar tradisional. (Teresa Ika)



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH