Setahun Prabowo-Gibran: Program Makan Gratis Prabowo Disorot Tajam, Dianggap Sebagai 'Nasi yang Belum Matang Sempurna'

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 21 Oktober 2025
Setahun Prabowo-Gibran: Program Makan Gratis Prabowo Disorot Tajam, Dianggap Sebagai 'Nasi yang Belum Matang Sempurna'

Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. (Dok. YouTube Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Mereahputih.com - Pengamat kebijakan publik, Achmad Nur Hidayat, memberikan sorotan tajam terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam setahun masa jabatannya.

Achmad secara khusus menyoroti program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, maraknya kasus keracunan yang terjadi mengindikasikan bahwa pelaksanaan program ini masih jauh dari optimal.

"Seperti nasi yang belum matang sempurna, program ini butuh penyempurnaan sistemik, standardisasi gizi, transparansi vendor, serta integrasi dengan sistem pangan nasional," ujar Achmad dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/10).

Sorotan terhadap Janji Rumah Rakyat

Isu lain yang dikritik Achmad adalah janji pembangunan rumah rakyat yang dinilai baru sebatas jargon politik. Pemerintah menargetkan pembangunan tiga juta unit rumah dalam lima tahun. Namun, data per akhir 2025 dari FLPP Kementerian Perumahan dan PKP.go.id menunjukkan realisasi baru mencapai sekitar 183 ribu unit.

Baca juga:

Pengamat Beri Nilai 6 untuk Setahun Kinerja Prabowo-Gibran, Sebut Tata Kelola Pemerintahan Semrawut

Achmad menjelaskan bahwa target ini dianggap "tidak realistis" oleh banyak kalangan, mengingat kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya mampu menopang sekitar 250 ribu rumah per tahun.

Menurutnya, program ini ibarat mencoba membangun kota baru tanpa memastikan infrastruktur jalan. Pembiayaan belum kuat, koordinasi lintas kementerian masih lemah, dan kebijakan lahan terbelit masalah tumpang tindih.

"Akibatnya, masyarakat berpenghasilan rendah tetap menjadi penonton di rumah sendiri," imbuh Achmad.

Pengajar dari UPN Veteran Jakarta ini menilai, dalam eksekusi kebijakannya, pemerintahan cenderung mengarah pada sentralisasi baru. Keputusan strategis diambil dengan cepat, tetapi ruang untuk perdebatan publik sangat minim.

"Kekuatan tanpa partisipasi hanya akan melahirkan efisiensi semu," jelas dia.

Baca juga:

Banggar DPR Soroti 4 Isu Krusial Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Ia mengingatkan, ekonomi Indonesia memerlukan partisipasi publik dan transparansi, bukan hanya kekuatan fiskal. Meskipun Prabowo dikenal sebagai pemimpin tegas dan berorientasi pada hasil, Achmad berpendapat bahwa di era modern, hasil harus sejalan dengan proses. Partisipasi rakyat bukan hambatan, melainkan jaminan keberlanjutan pembangunan.

Jika pemerintah mampu memperbaiki tata kelola, memperluas ruang publik, dan memastikan janji-janji seperti MBG, perumahan rakyat, dan penciptaan lapangan kerja berjalan berbasis bukti, maka sejarah akan mencatat Prabowo sebagai arsitek demokrasi ekonomi.

"Namun bila tidak, maka kekuatan tanpa partisipasi akan menjadi paradoks terbesar negeri ini, cepat bergerak, tapi kehilangan arah," tutup Achmad.

#Prabowo Subianto #Presiden Prabowo Subianto #Gibran Rakabuming Raka #Makan Bergizi Gratis #Rumah #Rumah Subsidi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Dana operasional sebesar Rp 3.000 menggunakan mekanisme at cost, yakni berdasarkan biaya yang dikeluarkan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Indonesia
Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026 Cair: Emas Tunggal Dapat Rp 3 Miliar
Prabowo menyerahkan bonus kepada atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026. Peraih emas tunggal mendapat Rp 3 miliar, sedangkan ganda Rp 2,4 miliar dan beregu Rp 1,5 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026 Cair: Emas Tunggal Dapat Rp 3 Miliar
Indonesia
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
BGN membuka ruang pengawasan bagi seluruh pihak, termasuk orangtua siswa, petugas posyandu, dan guru.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
Indonesia
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Efisiensi tersebut dilakukan melalui penataan penggunaan anggaran, evaluasi biaya operasional dapur, serta penguatan pengawasan keuangan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Indonesia
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Salah satu bentuk pelibatan pemerintah daerah yakni inspeksi terhadap operasional SPPG.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Indonesia
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
BGN menghentikan operasional 6.100 dapur MBG karena laporan penggunaan dana harian belum dipenuhi. Sudaryono menegaskan persoalannya bukan kekurangan anggaran.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
Indonesia
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
BGN mulai menerapkan MBG prasmanan. Sebanyak 10 ribu SPPG ditargetkan rampung hingga akhir 2026.
Soffi Amira - Kamis, 29 Oktober 2026
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
Indonesia
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Sudaryono mengungkapkan kasus keracunan di Bogor disebabkan pembelian bahan makanan jadi.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Indonesia
Lula da Silva Menang Pilpres Brasil, Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat
Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada Lula da Silva atas kemenangan di pilpres Brasil dan mendorong penguatan kemitraan strategis Indonesia-Brasil.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Lula da Silva Menang Pilpres Brasil, Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat
Indonesia
BGN Ungkap 3 Penyebab Dana Operasional SPPG untuk Program MBG Tidak Cair
BGN mengungkap tiga penyebab dana operasional SPPG untuk Program Makan Bergizi Gratis tidak cair, mulai dari pelaporan hingga penggunaan anggaran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Oktober 2026
BGN Ungkap 3 Penyebab Dana Operasional SPPG untuk Program MBG Tidak Cair
Bagikan