Setahun Memimpin, Jokowi-JK Dinilai Gagal Wujudkan Poros Maritim Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla pimpin rapat paripurna Kabinet Kerja . (Antara)

MerahPutih Politik - Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla genap berusia satu tahun pada 20 Oktober 2015. Namun setahun memimpin, Jokowi dinilai belum mampu mewujudkan cita-citanya untuk menjadikan Indonesia sebagai poros martim dunia.

"Khususnya pelabuhan transit yang bisa memberikan fasilitas pelayanan secara cepat dan administrasi kepabeanan dan imigrasi yang cepat sehingga potensi pendapatan sekitar Rp500 triliun hilang. Jadi kita minta presiden kembali pada visi misinya, sesuai Nawacita-nya," ujar anggota Komisi V DPR Nizar Zahro, di Jakarta, Kamis (15/10).

Nizar mengingatkan arti penting Indonesia sebagai negara poros maritim dunia dalam konsepsi pembangunan nasional. Di mana suatu pembangunan berorientasi untuk memenuhi kebutuhan rakyat saat ini tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan di masa yang akan datang.

"Sebagaimana konsepsi pembangunan nasional yang digagas dalam visi, misi dan agenda kerja pemerintahan periode 2014-2019 adalah bagaimana membuka harapan baru bagi pembangunan Indonesia berdasarkan geostrategik dan geoekonomi sebagai Negara Kepulauan (Archipelagic State)," papar Nizar.

Ia menjelaskan kebijakan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia menjadi kerangka utama Deklarasi Juanda Tahun 1957 hingga UNCLOS. "Lalu-lintas yang damai di perairan pedalaman ini bagi kapal-kapal asing dijamin selama dan sekedar tidak bertentangan dengan atau mengganggu kedaulatan dan keselamatan negara Indonesia," ujar Nizar.

Transformasi dialektika mengenai Deklarasi Djuanda selanjutnya dinotasikan dalam sebuah kerangka hukum positif dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1960 Tentang Perairan Indonesia sebagaimana telah digantikan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 Tentang Kelautan. Konsekuensi dari berlakunya suatu norma hukum tersebut maka secara geografis luas wilayah Republik Indonesia bertambah menjadi 2,5 kali lipat dari 2,027 juta km² menjadi 5,193 juta km².

Garis terluar yang mengelilingi wilayah Indonesia adalah sepanjang kurang lebih 81.000 kilometer dan sekitar 80 persen dari wilayah ini adalah laut. Dengan bentang geografis itu, Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas yaitu 1,937 juta km² daratan, dan 3,1 juta km² territorial laut, serta luas laut ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) 2,7 juta km².

"Menelisik fakta-fakta sejarah peradaban bangsa Indonesia, dalam perkembangannya ada beberapa kerajaan yang memiliki peran penting sebagai cikal bakal bahwa Indonesia adalah negara yang sangat strategis untuk menjadi Negara poros maritim dunia," imbuh anggota Fraksi Partai Gerindra ini. (mad)

 

BACA JUGA:

  1. Mimpi Jokowi Jadikan Indonesia Poros Maritim Dunia
  2. 42 Negara Hadiri Simposium Keamanan Maritim Internasional
  3. Batalkan Tangki Timbun, Menko Maritim Rizal Ramli Didukung Jokowi
  4. Setahun Jokowi-JK, Partai Gerindra Beri Rapor Merah
  5. Jelang Setahun Jokowi-JK, Nawa Cita Belum Maksimal


Adinda Nurrizki

LAINNYA DARI MERAH PUTIH