Sesudah April, Rangkaian MRT Akan di Tambah dan Operasional di Perpanjang Hingga Pukul 24.00 Mencoba moda transportasi baru, MRT Jakarta (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Merahputih.com - Kereta cepat Moda Raya Terpadu (MRT) akan beroperasi selama 19 jam mengangkut penumpang dengan jeda waktu tunggu satu rangkaian kereta dengan rangkaian kereta lainnya sekitar 5 menit pada jam sibuk dan 10 menit pada jam normal.

Selama bulan Maret dan April kereta Ratangga MRT akan beroperasi dengan 8 rangkaian mulai pukul 05.30 sampai dengan 22.30 WIB.

"Sesudah bulan April, jumlah rangkaian ditingkatkan menjadi 16, dan jam operasional ditambah dari pukul 05.00 sampai dengan 24.00 WIB," ujar Gubernur DKi Jakarta, Anies Rasyid Baswedan di Jakarta, Minggu (24/3).

Untuk mengoptimalkan layanan MRT, lanjut dia, pihaknya juga akan mengintegrasikannya dengan kawasan transit terpadu atau Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Dukuh Atas, dekat Stasiun Sudirman.

MRT Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO)

"Ke depan, lokasi ini akan menggabungkan dan menghubungkan berbagai moda transportasi seperti MRT, LRT, kereta commuterline, Transjakarta, Kereta Bandara hingga angkutan umum perkotaan lainnya," tuturnya.

Tak ketinggalan, Anies mengajak seluruh masyarakat agar memanfaatkan kehadiran MRT Jakarta sebagai momentum untuk bersama-sama mewujudkan sebuah gaya hidup kota modern yang bersih, disiplin dan berbudaya.

"Kepada seluruh warga Jakarta, kita berharap MRT ini tidak hanya memberikan kenyamanan dan kemudahan, tapi turut membentuk perilaku dan karakter sebagai warga dunia yang maju dan beradab. Selamat menjadi warga kota global. Mari kita manfaatkan MRT ini sebaik-baiknya, dengan turut menjaganya sebagai aset bersama," tutup Anies. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Utang Luar Negeri Indonesia Sudah Capai USD413,4 Miliar
Indonesia
Utang Luar Negeri Indonesia Sudah Capai USD413,4 Miliar

Perkembangan ini terutama didorong oleh penarikan sebagian komitmen pinjaman dari lembaga multilateral yang memberikan dukungan kepada Indonesia untuk menangani pandemi COVID-19.

Corona Bikin The Fed 'Tembakkan Peluru Kendali', SBY: Situasi Sudah Serius
Indonesia
Corona Bikin The Fed 'Tembakkan Peluru Kendali', SBY: Situasi Sudah Serius

Banyak pakar ekonomi, pemimpin dunia usaha, elemen pemerintah di banyak negara yang khawatir gejolak ini bisa membuat dunia jatuh

Kemenag Jamin Tunjangan Guru Non PNS Aman selama Pandemi COVID-19
Indonesia
Kemenag Jamin Tunjangan Guru Non PNS Aman selama Pandemi COVID-19

Kemenag telah mengizinkan penggunaan dana tersebut untuk digunakan membayar honor guru Non PNS

BIN Rangkul Eks Napiter Kembali ke Pangkuan NKRI
Indonesia
BIN Rangkul Eks Napiter Kembali ke Pangkuan NKRI

Rehabilitasi eks-napiter merupakan upaya memanusiakan manusia

Siti Fadilah Bebas dari Bui, KPK Harap Pejabat Negara Kapok untuk Korupsi
Indonesia
Siti Fadilah Bebas dari Bui, KPK Harap Pejabat Negara Kapok untuk Korupsi

Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari bebas dari Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur pada Sabtu (31/10).

KPK Dalami Kedekatan Istri Nurhadi dengan PNS MA
Indonesia
KPK Dalami Kedekatan Istri Nurhadi dengan PNS MA

KPK diketahui tengah mendalami dugaan TPPU dalam perkara kasus suap dan gratifikasi pengurusan perkara yang menyeret Nurhadi.

Korupsi di Indonesia Sudah Sistemik, Pemicunya Demi Balik Modal Politik
Indonesia
Korupsi di Indonesia Sudah Sistemik, Pemicunya Demi Balik Modal Politik

Korupsi bukan penyakit personal tetapi sudah masalah sistemik

KPK Yakin Kejagung dan Polri Bakal Kirim Berkas Skandal Djoko Tjandra
Indonesia
KPK Yakin Kejagung dan Polri Bakal Kirim Berkas Skandal Djoko Tjandra

Alexander Marwata meyakini Kejaksaan Agung dan Polri bakal segera mengirimkan berkas perkara skandal Djoko Tjandra.

 Tak Ingin Asabri Makin Terpuruk, Erick Thohir Copot Dua Direkturnya
Indonesia
Tak Ingin Asabri Makin Terpuruk, Erick Thohir Copot Dua Direkturnya

"Melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-36/MBU/01/2020 tanggal 30 Januari 2020, Menteri BUMN selaku rapat umum pemegang saham memberhentikan dengan hormat Herman Hidayat dan Rony Hanityo Apriyanto dari jabatan direktur

Ini Alasan Akun @TMCPoldaMetro Ikutan "Komen" Soal UU Cipta Kerja
Indonesia
Ini Alasan Akun @TMCPoldaMetro Ikutan "Komen" Soal UU Cipta Kerja

Unggahan dari akun @TMCPoldaMetro soal UU Omnibus Law – Cipta Kerja membuat geger warganet.