Sespri Ungkap Djoko Tjandra Transfer Rp1,6 Miliar ke Anita Kolopaking Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/11). (Antara/Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra disebut telah memberikan uang kepada mantan pengacaranya, Anita Kolopoking sebanyak empat kali.

Hal itu diungkap oleh Nurmawan Fransisca, sekretaris pribadi Djoko Tjandra dalam sidang lanjutan kasus penghapusan red notice dengan terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte.

Baca Juga

Alur Penyerahan Duit Suap Djoko Tjandra ke Tommy Buat Irjen Napoleon

Fransisca mengatakan, uang kepada Anita diserahkan pada bulan Mei hingga Juni 2020. Pertama, berjumlah 50 ribu dolar AS. Kedua, 33 ribu dolar AS. Ketiga, Rp378 juta. Dan terakhir, sebesar Rp117 juta. Jika ditotal, maka Anita menerima uang dari Djoko Tjandra senilai Rp1,6 miliar.

Serupa dengan sistem penyerahan pada pengusaha Tommy Sumardi, Fransisca memberikan uang pada Anita Kolopaking melalui Nurdin, koleganya di PT Mulia Grup.

Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (19/11/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww
Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (19/11/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww

"Pertama (pemberian uang) 50 ribu dolar AS, 33 ribu dolar AS, lalu ada rupiah, Rp378 juta, terakhir Rp117,800 juta. Sama seperti biasa, saya kasih ke Nurdin," kata Fransisca di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (30/11).

Fransisca mengklaim, tak mengetahui tujuan pemberian uang dari Djoko Tjandra kepada Anita. Ia mengaku baru tahu dari media massa, jika uang tersebut digunakan sebagai upaya hukum bosnya agar lolos dari pidana penjara.

"Tidak, saya juga tidak tahu beliau siapa. Tapi baru tahu pas kasus ini terbuka kalau beliau lawyer bapak," jelas dia.

Untuk diketahui, Irjen Napoleon Bonaparte didakwa menerima uang sebesar 200.000 dolar Singapura dan 270.000 dolar AS atau senilai Rp6 miliar Djoko Tjandra. Uang itu diduga sebagai upaya untuk menghapus nama Joko Soegiarto Tjandra dari Daftar pencarian Orang (DPO) yang dicatatkan di Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen imigrasi).

Jenderal bintang dua itu diduga melakukan upaya penghapusan nama Djoko Tjandra dari DPO bersama-sama dengan Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kepala Biro Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri. (Pon)

Baca Juga

Saksi dari Kejagung Sebut Pinangki Pernah Dijatuhi Sanksi Penurunan Pangkat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Putuskan Revisi UU ITE, Mahfud: Hilangkan Pasal Karet
Indonesia
Pemerintah Putuskan Revisi UU ITE, Mahfud: Hilangkan Pasal Karet

"Jadi kita tidak memperluas UU itu tapi UU-nya itu hanya direvisi agar pasal-pasal karetnya itu yang dianggap menimbulkan diskriminasi atau kriminalisasi itu hilang," imbuh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

KLB Partai Demokrat di Sumut Diduga Catut Nama GAMKI
Indonesia
KLB Partai Demokrat di Sumut Diduga Catut Nama GAMKI

Ketika ditanyakan, pihak hotel menyatakan bahwa semua kamar hotel sudah dipesan atas nama Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).

Respon Positif DPR soal Pembangunan Kampung Tangguh Narkoba
Indonesia
Respon Positif DPR soal Pembangunan Kampung Tangguh Narkoba

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merespon positif pembentukan Kampung Tangguh Narkoba yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait maraknya peredaran narkoba di Indonesia.

Pemda Harus Gerak Cepat Pakai Dana Transfer Daerah dan Desa Untuk COVID-19
Indonesia
Pemda Harus Gerak Cepat Pakai Dana Transfer Daerah dan Desa Untuk COVID-19

Airlangga menganjurkan, pemda melakukan inovasi untuk mempercepat pencapaian target vaksinasi agar masyarakat Indonesia dapat mempersiapkan diri hidup bersama dengan COVID-19

Uji Coba Road Bike di Sudirman-Thamrin, Pengguna Jalan Diminta Taati Aturan
Indonesia
Uji Coba Road Bike di Sudirman-Thamrin, Pengguna Jalan Diminta Taati Aturan

Mulai hari ini, Senin (7/6) hingga Jumat (11/6), Pemprov DKI melakukan pelaksanaan uji coba lintasan road bike di Jalan Raya Sudirman-Thamrin.

Wilayah di DKI Jakarta yang Masih Terendam Banjir
Indonesia
Wilayah di DKI Jakarta yang Masih Terendam Banjir

Pemprov DKI pun mendirikan 2 lokasi pengungsian

Densus 88 Gerebek Dua Rumah di Bekasi dan Condet, Diduga Terkait Bom Katedral
Indonesia
Densus 88 Gerebek Dua Rumah di Bekasi dan Condet, Diduga Terkait Bom Katedral

Sekitar pukul 13.00 WIB, satu buah koper dibawa oleh seorang tim Labfor Polri

Pemprov DKI Tambah JPO di Sudirman di masa Pandemi
Indonesia
Pemprov DKI Tambah JPO di Sudirman di masa Pandemi

Ada beberapa penambahan fasilitas dalam revitalisasi JPO nanti

Pendeteksi COVID-19 GeNose C19 Diberlakukan di Stasiun Gambir
Indonesia
Pendeteksi COVID-19 GeNose C19 Diberlakukan di Stasiun Gambir

Penambahan lokasi layanan GeNose di Stasiun Gambir merupakan bentuk dukungan KAI

Mabes Polri Pastikan korsleting Listrik Jadi Penyebab Kebakaran di Kantor BPOM
Indonesia
Mabes Polri Pastikan korsleting Listrik Jadi Penyebab Kebakaran di Kantor BPOM

Belum pada kesimpulan karena masih proses pemeriksaan