Serunya Workshop Batik di Festival Ragam Nusantara Festival Ragam Nusantara

FESTIVAL Ragam Nusantara yang diselenggarakan Jaringan Solidaritas NKRI menyuguhkan berbagai macam hal terkait kebudayaan. Dari rentetan acara kebudayaan yang ada di festival tersebut, yang jadi perhatian para penonton pada Kamis(5/10) ialah workshop batik Lasem yang dipimpin Priscilla Renny, pemilik Maranatha--produsen batik tulis khas Lasem.

Pada saat workshop tersebut berlangsung, para peserta workshop tampak begitu antusias. Rasa penasaran mereka pun kian menggebu-gebu untuk mencoba membatik.

Di depan panggung, tersedia canting, kain putih, lilin malam, serta kompor pemanas lilin. Tanpa basa-basi, peserta langsung langsung mengambil peralatan membatik masing-masing.

Jari-jemari para peserta nampak lincah memegang canting untuk menorehkan lilin malam di kain yang telah digambari pola. Para peserta pun membatik dengan mengikuti pola yang sudah digambar.

Kemampuan para peserta beragam, ada yang terlihat masih canggung, tapi ada juga yang tampak begitu mahir membatik.

Sembari menorehkan lilin di kain, mereka tak henti berdiskusi tentang batik. Canda tawa sukaria hadir selama workshop tersebut berlangsung.

Setelah jadi, terlihat ada karya yang sangat rapih, ada juga yang berantakan. Hal itu wajar lantaran tak semua peserta workshop pernah membatik sebelumnya.

Peserta tak hanya didominasi orangtua berusia 38-50, tapi juga ada anak muda 16 tahun yang turut berpartisipasi dalam workshop tersebut.

Peserta antusias mengikuti workshop membatik. (foto: Raden Yusuf N)

Amelia, gadis 16 tahun asal Jakarta, amat tertarik mengikuti workshop batik tersebut. Alasannya, ia bisa banyak belajar tentang teknik membatik meski sedikit mengalami kesulitan.

"Kegiatannya seru. Di sini saya bisa belajar teknik-teknik dasar membatik. Ada kesulitan sedikit sih tadi karena lilinnya cepat kering," ucap Amelia.

Amelia patut menjadi contoh bagi para anak muda, karena di era gadget saat ini Amelia tetap mencintai budaya tanah airnya.

"Menurut saya, generasi sekarang sudah terkena pegaruh dari luar negeri, seperti gadget. Kita kan kurang generasi muda yang melestarikan batik. Menjaga kelestarian batik lebih baik menurut saya untuk menjaga keanekaragaman Indonesia," pungkas Amelia. (Ryn)

Kredit : raden_yusuf


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH