Serunya May Day di Daerah, Color Run Hingga Kirab Tumpeng Keliling Kota eniman menampilkan musik tradisional Bali "Baleganjur" saat aksi peringatan Hari Buruh Internasional di depan Kantor Gubernur Bali, Selasa (1/5). ANTARA FOTO/Wira Suryantala

MerahPutih.com - "Selamat Hari Buruh. Salurkan aspirasi dengan gembira dan damai." Demikian imbauan pemerintah yang disampaikan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko kepada para buruh se-Indonesia yang merayakan Hari Buruh Internasional alias May day, Selasa (1/5) hari ini.

May Day jika dilihat dari sejarah kelahirannya memang bukan menitikberatkan hanya pada aksi demo menuntut kesejahteraan. Esensi May Day adalah merayakan kegembiraan buruh yang bersatu padu untuk maju bersama. Tak heran kini aksi May Day sudah berkembang lebih kepada perayaan buruh, ketimbang demo unjuk rasa besar-besaran.

Nafas perubahan yang sama juga dialami kaum buruh di Indonesia. Meskipun masih banyak aksi unjuk rasa yang digelar, ada sejumlah buruh di Indonesia mulai meninggalkan demo turun ke jalan sebagai wujud perayaan May Day.

Berikut rangkuman MerahPutih.com terkait perayaan May Day di daerah yang lebih menitikberatkan pada aksi nyata meningkatkan kesejahteraan buruh lewat kegiatan yang diwarnai kegembiraan dalam suasana damai:

airin senam
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany merayakan May Day dengan para buruh dalam acara senam bersama. Foto:Medsos


Senam Bersama

Ratusan buruh di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memilih melaksanakan senam bersama daripada turun ke jalan. Kegiatan ini digelar di Alun-alun Wonosari,ibu kota Gunung Kidul. Tujuan senam bersama ini untuk mempererat tali persaudaraan antarburuh.

Ketua KSPI Gunung Kidul Budiyono mengungkapkan May Day harusnya dirayakan buruh sebagai hari libur untuk berkumpul bersama keluarga dan rekan-rekannya dalam suasana gembira. "Tidak akan ada demo atau orasi kami sudah sepakat untuk itu, kalau mau demo bisa di lain waktu," kata Budiyono.

Meski tidak berdemo, Budiyono menegaskan mereka tetap memperjuangkan kesejahteraan pekerja semakin meningkat dan pengusaha mementingkan aspek kesehatan bagi buruhnya dalam perayaan May Day. Hari buruh 1 Mei juga bisa digunakan para pekerja untuk saling berkomunikasi. "May Day saat ini telah menjadi hari libur nasional, jadi semoga diwarnai dengan hal-hal positif."

Senam sehat juga menjadi pilihan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany merayakan May Day dengan para buruh di wilayah perbatasan Ibu Kota DKI itu. Tak hanya senam bersama, peringatan Mayday di Tangsel juga diwarnai sejumlah pertandingan olahraga, seperti futsal dan bola voli.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat sebab dapat menjalin silaturahmi dengan teman di luar perusahaan. Kemudian dengan berolahraga diharapkan buruh di Kota Tangsel bisa merealisasikan pola hidup sehat," tandas Airin.

color run
Puluhan peserta berebut uang saweran saat mengikuti kegiatan May Day Color Run 2018 di Jatiangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (1/5). ANTARA FOTO/Agvi Firdaus


Jalan Sehat Hingga May Day Color Run

Lain lagi pilihan buruh di Kediri, Jawa Timur untuk merayakan May Day. Mereka menggelar kegiatan jalan sehat bersama jajaran Pemerintah Kota Kediri dengan aparat Kepolisian Resor Kota Kediri.

Jalan sehat juga menjadi pilihan ratusan buruh dari berbagai perusahan di Denpasar Bali. Mereka mengikuti aksi jalan sehat dan upacara bersama dalam rangkaian memperingati Hari Buruh Internasional di Lapangan Lumintang Denpasar, Bali.

Kegiatan jalan sehat dan kumpul bersama dengan para pekerja setiap 1 Mei ini digelar untuk membentuk keakraban antarsesama pekerja sekaligus dengan kelangan pengusaha dan pemerintah. Acara ini sudah ketiga kalinya digelar di Ibu Kota Provinsi Bali itu ditutup dengan pembagian hadiah sambil bersilaturahmi antarsesama pekerja.

Beda lagi buruh di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang merayakan hari Buruh Internasional dengan menggelar May Day Color Run 2018 di Jatiangor. Kegiatan yang diikuti sebanyak 2.000 ribu peserta dari berbagai kalangan seperti buruh pabrik, mahasiswa, masyarakat umum, dan unsur pemerintahan tersebut bertujuan guna mengubah pola pikir May Day yang identik dengan demo menjadi peringatan yang gembira.

kirab tumpeng
Kirab Tumpeng. Foto: Net


Tumpeng dan Kirab Keliling Kota

Ratusan buruh di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Selasa, menyambut Hari Buruh Sedunia dengan cara unik, yakni melakukan kirab keliling kota Temanggung dengan mengusung puluhan tumpeng.

Kirab yang dilepas oleh Penjabat Bupati Temanggung Sudaryanto di halaman Pendopo Pengayoman tersebut diawali dengan grup musik kulintang gabungan dari Satlinmas, TNI, dan Polri.

Kemudian disusul rombongan pembawa 35 tumpeng, yang masing-masing tumpeng dipikul oleh empat orang yang terdiri atas perwakilan buruh, TNI, dan Polri.

Usai dikirab keliling menyusuri jalan protokol kota Temanggung, tumpeng tersebut dimakan bersama-sama oleh para buruh, tamu undangan, dan termasuk Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD) Kabupaten Temanggung di Pendopo Pengayoman.

Semua kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi "adem ayem" (sejuk) menjelang pelaksanaan pilkada, dengan menciptakan pilkada damai di Kabupaten Temanggung.

"Tumpeng yang berbentuk kerucut ini melambangkan semua menuju Tuhan, berdoa kepada Tuhan. Jangan sampai di Hari Buruh ini ada yang terluka atau rusak, mari tetap kita jaga kondisifitas ini, apalagi Temanggung akan melaksanakan pilkada baik Pilgub Jateng maupun Pilbup Temanggung," kata Penjabat Bupati Temanggung Sudaryanto, dilansir Antara.

sembako
Ilustrasi pembagian sembako. Foto: Net

Pesta Hiburan dan Bagi-Bagi Sembako

Peringatan "Mayday" atau Hari Buruh Internasional di Kota Medan dimeriahkan dengan hiburan yang dipusatkan di Gelanggang Remaja di Jalan Sutomo Ujung Medan, Selasa.

Tak hanya itu, seluruh buruh yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menerima paket sembako yang terdiri dari beras, gula, minyak, san mie instan.

Ketua Panitia Hari Buruh Kota Medan Antoni Pasaribu mengatakan, selama ini peringatan Hari Buruh selalu diwujudkan dengan unjuk rasa dan konvoi di jalan raya.

Namun, setelah melakukan dialog dan pendekatan, pemangku kepentingan di bidang ketenagakerjaan dan pemda dinilai sudah dapat memahami aspirasi buruh.

Karena itu, pihaknya tidak lagi menggelar peringatan Hari Buruh tersebut dengan unjuk rasa, namun kegiatan santai yang disertai dengan penyampaian aspirasi.

tanam pohon
Ilustrasi tanam pohon. Foto: Net

Bakti Sosial, Tanam Pohon dan Pengobatan Gratis

Buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) bakti sosial pengobatan gratis dan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional di kawasan Bumiwaluya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa.

Dalam bakti sosial itu, para buruh juga menggelar aksi tanam 160 pohon produktif jenis kopi, rambutan, mangga, dan alpukat yang memiliki kekuatan untuk struktur tanah.

Perayaan May Day di Garut juga diwarnai kegiatan pengobatan gratis dan penyuluhan kesehatan gigi bagi masyarakat di Bumiwaluya. Pengobatan yang manargetkan 200 orang itu melibatkan dokter-dokter ahli dari Unit Kesehatan Daop 2 dan rumah sakit yang bekerjasama dengan PTKAI. (*)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH