Serunya Kerja Sama Masyarakat dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dalam Mengurangi Sampah di Laut KLHK bersihkan laut (FOTO: ISTIMEWA)

SAMPAH laut menimbulkan permasalahan kompleks dan mempengaruhi keseimbangan ekosistem, interaksi sosial, ekonomi, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat. "Sekitar 80% polusi laut termasuk di antaranya sampah laut berasal dari aktivitas darat," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Siti Nurbaya.

Meskipun penanganan sampah laut merupakan ranah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Nurbaya menuturkan bahwa banyak pula anggota masyarakat yang turut serta dalam menangani permasalahan sampah laut. Berikut upaya masyarakat untuk menanggulangi sampah laut menurut Siti Nurbaya:

1. Larangan Menggunakan Tas Plastik di Toko Retail

Plastik
Larangan penggunaan plastik (Foto: Pexels-Juan Pablo Arenas)

Sampah plastik merupakan limbah yang paling sulit terurai. Ketika mereka hanyut ke laut, keberadaannya justru dapat membahayakan biota laut. Tak jarang kita mendengar kisah biota laut yang keracunan karena salah menyangka plastik sebagai makanannya.

Tak ingin sampah plastik meracuni hewan-hewan laut yang lucu, Pemerintah di Banjarmasin dan Papua melarang penggunaan kantung plastik bagi perusahaan retail. Sebagai gantinya, orang-orang Banjar akan menggunakan tas keranjang, Purun dan orang Papua memakai Noken.

Baca juga: Empat Langkah Kekinian Berkontribusi Kurangi Sampah Plastik

2. Indonesia Coastal Clean Up

KLHK
Pantai harus juga dibersihkan dari plastik (Foto: Pexels-Catherine Sheila)

Sampah tak hanya terombang-ambing di laut lepas tetapi juga pesisir pantai. Para turis biasanya meninggalkan "jejak" ketika berkunjung ke pantai. Jejak tersebut berupa tumpukan sampah yang menggunung. Untuk menguranginya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Lembaga Peduli Lingkungan Hidup bahu membahu membersihkan pesisir pantai.

3. Manajemen Sampah di Taman Nasional

Komodo
Sejumlah wisatawan menyaksikan komodo di Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo. (MP/Dery Ridwansah)

Eksotisme Pulau Komodo tentu menjadi magnet tersendiri bagi turis. Sayangnya, tak semua turis memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga eksotisme tersebut. Ada begitu banyak turis yang membuang sampah sisa makanan mereka di pulau Komodo.

Masyarakat setempat pun mulai merasa cemas dan risih oleh sampah yang menggunung. "Pengumpulan tempat sampah dibawa keluar dari desa-desa yang ada di Pulau Komodo sebulan tiga kali sementara sampah di lokasi wisata di bawa setiap sebulan sekali. Sampah itu dibawa ke Labuan Bajo untuk di atur oleh KSU Trash Komodo.

Artikel lainnya: Seberapa Lama Sih Sampah-Sampah Ini Bisa Terurai?

4. Membersihkan Sungai-Sungai

sungai
Sungai juga harus bersih dari sampah plastik. (Foto: Pexels-Quang Nguyen Vinh)

Pada 23 Juni 2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, berkolaborasi dengan sejumlah stakeholders untuk kegiatan bertajuk Ciliwung Clean Up. Kegiatan tersebut menarik banyak orang untuk terjun langsung membersihkan sungai Ciliwung. Acara tersebut bahkan meraih rekor karena melibatkan 8433 orang. "Mereka berasal dari 33 kecamatan di sekitar sungai itu. Masyarakat yang terlibat dalam agenda tersebut adalah seluruh lapisan masyarakat mulai dari komunitas, pelajar, penduduk, organisasi, pegawai negeri sipil. (avia)

Baca artikel lainnya: Prihatin Sampah Kotori Destinasi Wisata Kota Cirebon

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH