Serunya Keluarga Ernest dan Nirina Zubir Jalan-Jalan ke Museum Layang-Layang Ernest dan Nirina usai berkeliling Museum Layang-Layang (Merahputih.com / Arie Prijono)

Puasa di bulan Ramadan sepertinya tak membuat Ernest Fardiyan Syarif dan Nirina Zubir kehilangan semangat untuk mengajak kedua anaknya, Zivara Ruciragati Syarif dan Elzo Jaydn Anvaya berwisata edukasi.

Bersama Merahputih.com, pasangan selebritis yang menikah di tahun 2009 itu menyisihkan waktunya untuk berkunjung ke Museum Layang-Layang di Pondok Labu, Jakarta Selatan. Tawa riang dari Zivara dan Elzo tampak terlihat saat mereka tiba di museum tersebut.

Saat memasuki museum sesekali Zivara dan Elzo menengadahkan kepalanya ke langit-langit teras museum. Mereka sangat senang karena di sana ada banyak layang-layang berbagai bentuk dengan ukuran yang sangat besar.

"Aku suka itu yang bentuknya unicorn. Itu dari mana?," ucap Zivara sambil menunjuk layang-layang berbentuk kuda bersayap.

Ernest ,Nirina dan kedua anaknya berkeliling Museum Layang-Layang (Merahputih.com / Arie Prijono)

Masuk ke dalam ruangan museum, mereka sekeluarga disambut oleh puluhan layang-layang lainnya. Di sini Ernest dan Nirina diberi tahu oleh tour guide jika ada sebuah layang-layang dengan ukuran sangat kecil yakni 2 cm.

"Ini beneran bisa terbang pak?," ucap Nirina sambil menunjuk layang-layang itu.

"Iya bisa terbang, tapi enggak bisa jauh, karena ini kecil nanti enggak kelihatan. Layang-layang ini asalnya dari China," saut tour guide menjelaskan.

Ernest dan Nirina usai berkeliling Museum Layang-Layang (Merahputih.com / Arie Prijono)

Usai berkeliling museum, Ernest, Nirina serta kedua anaknya dipandu untuk membuat layang-layang mereka sendiri. Dua buah kerangka layang-layang diberikan. Keceriaan kembali terlihat saat Zivara dan Elzo menempelkan kertas ke layang-layang itu kemudian menggambarnya.

"Aku gambar bunga," kata Zivara.

Bukan hanya kedua anaknya, Ernest dan Nirina juga teredukasi usai datang ke museum itu. Seperti halnya Ernest yang mengaku baru mengetahui ada layang-layang tradisional yang dipakai para nelayan untuk menangkap ikan.

"Ternyata membuat layangan itu enggak cuma dari kertas aja, dari daun juga. Yang lucu itu kaya di Lampung, layang-layang itu bisa jadi indikator buat elo mancing. Kalau umpannya dimakan ikan, layangannya goyang dan sama sekali enggak pakai kail. Ada daun khusus yang tumbuh di Lampung jadi dia bisa terbang," ujar Ernest kepada Merahputih.com.

Kedatangan Ernest, Nirina serta anak-anaknya ke Museum Layang-Layang memang bukanlah yang pertama kali. Salah satu yang membuat mereka tertarik dengan museum tersebut adalah terdapat sisi interaktif antara pengelola museum dan pengunjung.

Selain artikel ini Anda juga bisa baca Jalan-Jalan Ke Museum Polri Bersama Susan Bachtiar


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

YOU MAY ALSO LIKE