Serunya Acara Dongeng Kejutan Oleh Komunitas 'Ayo Dongeng Indonesia' Para pendongeng Ayo Dongeng Indonesia (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

ANAK-anak itu duduk begitu rapi. Mereka duduk memanjang ke samping. Wajah mereka juga begitu ceria. Ya, mereka sangat antusias datang pada Sabtu (16/3) siang ini ke Ganara Art, Kemang, Jakarta Selatan. Karena ada kegitan Dongeng Kejutan yang dihelat oleh komunitas Ayo Dongeng Indonesia (AyoDi).

Dongeng kejutan merupakan kegiatan rutin mendongeng komunitas pendongeng tersebut. "Biasanya kita juga mengadakan di perpustakaan nasional. Tapi tempatnya full. Jadi hari ini kita di tempat yang lebih kecil dan kita batasi anak-anaknya," ujar Nina, salah satu ketua AyoDi kepada merahputih.com.

Kegiatan mendongeng pada pagi ini pun dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama berlangsung pada pukul 11-12 siang. Sementara sesi kedua berlangsung dari pukul 12 sampai 1 siang.

Pendongeng pertama, Hendra begitu mendalami perannya (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Setiap sesi ada tiga dongeng yang diceritakan pendongeng AyoDi. Pada sesi pertama ini ada pria bernama Hendra yang mendongeng. Anak-anak memanggilnya kak Hendra. Pria berkacamata ini begitu mendalami perannya sebagai pendongeng.

Anak-anak pun begitu riang saat mendengar pria itu menceritakan kisah dongeng fabel. "Jadi ceritanya ada seekor macan. Tapi dia enggak pernah mengaum," cerita Hendra yang disambut tawa para anak yang menonton.

Untuk membuat anak-anak berimajinasi mengenai dongeng yang ia ceritakan. Hendra pun mengajak anak-anak itu menirukan suara singa. "Ayo gimana cara mengaum, satu dua tiga haumm," ajaknya. Mereka pun langsung mengikuti ajakan Hendra. Mereka menirukan suara singa sambil tertawa-tawa bersama-sama.

Setelah beberapa menit. Dongeng fabel yang menceritakan seekor singa itu pun selesai. Lalu, masuklah pendongeng kedua bernama Mia. Perempuan tersebut enggak langsung menceritakan dongeng. Ia mencoba untuk mengajak anak-anak menceritakan dongeng yang sudah disampaikan oleh Hendra.

Mia, mendongeng dengan suara cempreng, membuat anak-anak tertawa terus (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

"Wah, tadi kak Hendra cerita apa sih dongengnya," tanya Mia kepada anak-anak. Dengan semangat, anak-anak tersebut langsung menjawab. Suara mereka begitu keras. "Binatang kak," seru para anak-anak.

Cara mendeongeng Mia ini benar-benar lucu. Dia menceritakan kisah Fabel juga. Namun, ia enggak memakai suara aslinya. Tapi ia membuat-buat suaranya agak seperti anak kecil. Supaya anak-anak yang mendengarnya selalu tertawa. "Kali ini aku akan menceritakan seekor monyet yang enggak pernah mandi," ia bercerita dengan suara cempreng.

Ia melanjutkan ceritanya tentang seekor monyet yang sering menggaruk tubuhnya. Di dalam cerita itu. Sang monyet jarang mandi. Karena itu badannya selalu terasa gatal. Sambil bercerita Mia juga berkomunikasi dengan anak-anak. "Hayo di sini siapa yang belum mandi," tanya dia kepada anak-anak itu.

Mendengar pertanyaan Mia. Mereka pun langsung tertawa spontan. Alhasil, Mia juga berhasil menyampaikan dongengnya dengan sempurna. Para anak-anak itu enggak bisa berhenti tertawa. Selama Mia menyampaikan cerita dengan gayanya itu.

Pendongeng ketiga, Kak Bonci, memiliki mimik wajah yang begitu lucu bagi anak-anak (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Terakhir, dongeng ketiga disampaikan oleh pendongeng AyoDi yang akrab dipanggil Kak Bonci. Para anak-anak juga begitu gembira saat Bonci menyampaikan cerita. Gaya bercerita dia sama seperti Mia tadi. Tapi, mimik wajah dia nampaknya lebih lucu di mata anak-anak.

Sama seperti Mia dan Hendra. Bonci juga menceritakan dongeng fabel. Mereka amat suka dengan cara mendongeng Bonci yang penuh imajinasi. Misalnya saja saat ia mencoba menirukan seekor burung. Ia pun menirukan kepakan sayap burung dengan kedua tangannya.

Bonci merupakan pendongeng terakhir di sesi pertama. Di sesi kedua hampir sama. Para pendongeng menceritakan dongeng fabel. Namun, di sesi kedua ini. Ada bagian mendongeng yang disampaikan dua pendongeng. Para pendongeng juga mencoba memainkan alat musik. Untuk semakin membuat para anak merasa senang.

Begitulah kira-kira gambaran bagaimana serunya acara dongeng kejutan dari AyoDi. Terlihat jelas juga dongeng yang disampaikan AyoDi membekas di hati para anak-anak. Wajah mereka tetap tersenyum saat meninggalkan ruangan mendongeng itu. (ikh)

Baca juga: Ayo Dongeng Indonesia Punya Event Internasional

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo