Sering Salah Ambil Keputusan? Bisa Jadi Kamu Mengalami Satu dari Lima Kondisi Ini Penyesalan karena salah ambil keputusan (Sumber:The Irish Times)

DALAM hidup, kita sering dihadapkan pada pilihan-pilihan. Seorang peneliti mengatakan bahwa setidaknya kita membuat 2000 keputusan dalam hidup, baik keputusan kecil atau keputusan besar. Keputusan kecil seperti kapankita ingin, makan, mandi, pergi bekerja, dan lain sebagainya bisa dilakukan dengan mengandalkan naluri.

Untuk mengambil keputusan besar dibutuhkan pengendapan yang lama dan serius. Hal tersebut karena keputusan besar disertai dengan konsekuensi dan berdampak besar bagi berbagai aspek kehidupan. Pilihan kita akan mempengaruhi kesehatan, keselamatan, hubungan, kesejahteraan bahkan juga bagaimana kita menjalani hidup kita. Meski demikian, tak jarang kita salah dalam menentukan pilihan. Berbagai kondisi bisa membuat kita salah mengambil keputusan. Berikut kondisi yang harus diwaspadai agar tidak salah ambil keputusan.

Baca Juga: 4 Cara Ampuh Agar Kamu Enggak Terjebak Status 'Friend Zone'

1. Kelelahan

Kelelahan
Keputusan tidak malksimal ketika badan lelah. (Sumber: ISRAEL21)

Siapapun bisa mengalami kelelahan bahkan orang paling enerjik sekalipun. Kemampuan kita dalam menentukan suatu keputusan berada di titik terendah saat kita kelelahan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan seorang perwira angkatan darat Amerika Serikat, permohonan bebas bersyarat seorang tahanan lebih sering disetujui di pagi hari daripada sore hari. Jika ingin membuat keputusan yang memiliki dampak besar bagi orang lain, hindari untuk melakukannya saat sedang lelah. Prioritaskan waktumu dan buatlah keputusan saat energimu berada di titik tertinggi.

2. Konsentrasi Terdistraksi

Konsentrasi
Konsentrasi terganggu oleh banyak hal. (Sumber: Notable Life)

Gelombang teknologi beberapa dekade terakhir menciptakan lingkungan di mana informasi dan komunikasi tidak pernah terhenti. Dalam informasi yang dilansir Harvard Business Review, para peneliti memperkirakan otak kita memproses informasi lima kali lebih banyak dibandingkan mereka di tahun 1986. Akibatnya, banyak dari kita yang berjuang untuk fokus karena kesulitan untuk berkonsentrasi. Untuk mengatasi hal ini, luangkan waktu satu hari saat kamu hendak membuat keputusan. Jauhkan dirimu dari internet, email, pesan singkat dan media sosial. Konsentrasimu akan kembali dan keputusan yang dibuat akan lebih logis.

Baca Juga: Mengaku Sebagai Anak Muda Berjiwa Bebas? Penting Lakukan 4 Hal Ini!

3. Emosi

Emosi
Emosi membuat keputusan menjadi tidak tepat. (Sumber: Health Works)

Merasakan frustasi, gembira, marah, dan lain-lain merupakan bagian mendasar dari pengalaman manusia sehari-hari. Meskipun memiliki peran besar dalam hidup kita, jangan pernah buat keputusan saat marah atau bahagia. Kemarahan atau kebahagiaan di puncak dapat menghambat kemampuan kita untuk membuat keputusan yang baik. Memutuskan untuk bicara atau mengirim pesan pada saat marah seringkali mempersulit situasi. Itu karena kata-kata yang disampaikan tidak tepat. Untuk mengatasinya, perhatikan keadaan emosimu dan fokus pada pengendalian dieri. Tahan godaan untuk merespon seseorang atau mengambil keputusan pada saat emosi.

4. Kurangnya Masukan

Meeting
Kurang masukan sehingga tidak memiliki perbandingan. (Sumber: You Work For Them)

Di dunia kerja, keputusan yang berkaitan dengan masa depan perusahaan biasanya ditentukan saat rapat. Pada saat rapat para peserta diharapkan mampu memberi masukan-masukan positif yang bisa jadi bahan pertimbangan. Sayangnya, keputusan yang salah tak terhindari jika peserta tidak memberi masukan. Biasanya, pekerja dengan karakter introvert malas mengemukakan pendapat sampai mereka benar-benar tahu ide yang harus disampaikan. Jika kamu tipe orang introvert, persiapkan ide-idemu 24 jam sebelum rapat dimulai. Dengan demikian, masukanmu bisa menjadi pembahasan peserta rapat lainnya.

5. Multi-Tasking

Multi tasking
Multi tasking tak selamanya baik. (Sumber: Medical Xpress)

Industri 4.0 menuntut kita untuk selalu multi tasking. Namun sebuah penelitian mengungkapkan bahwa multi tasking berpengaruh pada efektivitas sebuah pengambilan keputusan. Fungsi kognitif kita hanya berkisar 40% saat sedang melakukan hal-hal secara multi tasking. Ketika kamu ingin membuat keputusan besar, luangkan waktu sekejap dan beristirahat. Pikiran jernih membuat kamu lebih bisa mengambil keputusan bijak.(avia)

Baca Juga: Pernah Dianggap Sangat Tabu, Sekarang 4 Hal Ini Sudah Jadi Lumrah

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH