Serikat Mahasiswa Muslim Khawatir 'Tiongkok Phobia' Ancam Keberagaman Bangsa Ilustrasi: Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien pada kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/1) (Antaranews)

Merahputih.com - Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) mengingatkan pemerintah Indonesia tentang ancaman keberagaman di Indonesia akibat dari coronavirus yang merebak ke berbagai belahan dunia yang berasal dari kota Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok.

Ia mengatakan, Tiongkok phobia sedang melanda Kanada, Perancis, Vietnam dan berbagai belahan dunia lainnya hari ini. Hal itu dampak merebaknya coronavirus yang semakin meluas.

"Khawatir ini akan sangat berpengaruh terhadap keberagaman bangsa Indonesia yang ada selama ini. Harus ada antisipasi nyata dari pemerintah tentang bahaya keberagaman rasisme yang berdampak dari coronavirus yang sedang dilanda dunia," ujar Ketua Umum PB SEMMI Bintang Wahyu Saputra di Jakarta, Senin (3/2).

Baca Juga

Tiba di Batam, WNI dari Wuhan Langsung Dimasukkan ke Pesawat TNI

Bintang menilai rasa kekhawatiran dan ketakutan masyarakat internasional termasuk Indonesia merupakan hal wajar. Mengingat virus Corona sangat berbahaya dan belum terdapat vaksin dari virus mematikan tersebut.

Antisipasi dan bertahan agar tidak terjangkit coronavirus sangatlah wajar dan harus dilakukan.

"Namun, kita sebagai bagian dari masyarakat dunia tidak harus berlebihan dengan bersikap diskriminatif dan rasis dengan keturunan Tionghoa atau China. Ini bisa terjadi generalisasi terhadap saudara WNI kita dari etnis China. Hal ini sangat dikhawatirkan akan menimbulkan sikap diskriminatif rasisme terhadap etnis Tionghoa atau China WNI, mengingat kondisi kebangsaan saat ini yang rentan," tambahnya.

Proses pemindahan WNI dari Wuhan di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Minggu (2/2/2020). ANTARA/Yuniati Jannatun Naim

Ia juga menjelaskan langkah dari organisasinya dalam menjaga keberagaman dunia, khususnya Indonesia akan melakukan konsolidasi dan mengajak organisasi kemasyarakatan pemuda (lintas etnis, suku, agama) lainnya di Indonesia untuk menggelar doa bersama agar penyebaran virus dapat terhentikan dan tidak masuk ke Indonesia.

"Seharusnya dilakukan upaya menjaga keberagaman masyarakat dunia, khususnya Indonesia sebagai bentuk dari rasa kemanusiaan dan solidaritas kita sebagai masyarakat internasional. Baiknya kita mendoakan negara Republik Rakyat Tiongkok agar mampu melawan keganasan coronavirus serta dunia membantu menemukan vaksin baru guna menghentikan penyebaran virus mematikan tersebut," tutup Bintang. (Knu)

Baca juga:

Masker N95 vs Surgical Mask, Mana Lebih Efektif Cegah Penularan Virus Corona?



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH