Serikat Buruh Kecewa, UMP DI Yogyakarta Hanya Rp1,5 Juta Aliansi dan serikat buruh di Yogyakarta memprotes kenaikan UMP yang dianggap tidak memadai (MP/Teresa Ika)

MerahPutih.Com - Upah Minimun Provinsi (UMP) 2019 Daerah Istimewa Yogyakarta resmi ditetapkan sebesar Rp1.570.922,7 atau Rp1,5 juta. Para buruh kecewa dengan kecilnya nominal upah tersebut.

Sekjen Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) Kirnadi menegaskan kenaikan upah tidak mampu mensejahterakan para buruh.

"Kami kecewa. Ini pukulan berat bagi kami," tegas Kirnadi melalui pesan daring di Yogyakarta, Kamis (1/11) kemarin.

Ia melanjutkan nominal upah yang baru semakin menegaskan Provinsi DIY sebagai provinsi dengan upah terendah se Indonesia. Selain itu besaran upah terbaru masih jauh dibawah hasil survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) versi buruh.

Hasil survey KHL versi buruh menetapkan KHL Kota Yogyakarta Rp 2.911.5 16, Kabupaten Sleman Rp 2.859.085, Kabupaten Bantul Rp 2.748.289, Kabupaten Kulon Progo Rp 2.584.273 Kabupaten Gunungkidul Rp 2.440.51.

"Harusnya upah buruh di DIY itu diatas Rp2juta perbulan,"pungkasnya.

 Kepala Disnakertrans DIY Andung Prihadi
Kepala Disnakertrans DIY Andung Prihadi (MP/Teresa Ika)

Juru bicara Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY Irsyad Adi Irawan menolak besaran UMP 2019. Ia menilai upah tersebut tetap membuat kehidupan buruh susah dan miskin. Pemerintah seharusnya menyusun besaran upah berdasarkan harga real kebutuhan pokok dan barang-barang di lapangan.

Penetapan UMP berdasarkan PP nomor 78 2015 tentang pengupahan sudah tidak relevan lagi karena tidak mencerminkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Kekecewaan buruh diwujudkan dengan menggelar aksi unjuk rasa di titik nol km pada Rabu 31 Oktober 2018 dan depan kantor Disnakertrans pekan lalu. Pihaknya kini tengah memikirkan strategi untuk mengubah besaran upah tersebut.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Andung Prihadi Santoso mengatakan UMP dan UMK 2019 naik 8,03 persen. Hal ini berpedoman pada keputusan Menteri Tenaga kerja Hanif Dhakiri yang berdasarkan PP no 78 tahun 2015 soal pengupahan. "Juga sudah sesuai kesepakatan rapat kordinasi antara Pemda dengan bupati dan walikota,"kata dia.

Selain menetapkan UMP 2019, Pemda turut merancang Upah Minumum Kabupaten/ kota. (UMK) Kota Yogyakarta adalah Rp1.846.400, Sleman Rp1.701.000, Bantul Rp1.649.800 Kulonprogo Rp1.613.000 dan Gunungkidul Rp1.571.000.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainya dalam artikel: Terima Black Box FDR Pesawat Lion Air JT-610, KNKT Segera Lakukan Investigasi



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH