Seribu Lebih ASN 'Terciduk' Lakukan Pelanggaran Ilustrasi PNS. (Foto: setkab.go.id).

Merahputih.com - Pemungutan suara Pilkada 2020 akan diselenggarakan tiga minggu lagi. Sayangnya, pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) masih terus terjadi.

Berdasarkan data yang dihimpun Bawaslu hingga 16 November 2020, terdapat 1.038 pelanggaran netralitas ASN. 934 merupakan temuan Bawaslu sedangkan 104 laporan masyarakat.

Baca Juga:

Erick Thohir: Suksesnya Pilkada Jangan Jadi Kegagalan Penanganan COVID-19

Dari data tersebut KASN telah mengeluarkan rekomendasi 938 kasus, 5 kasus telah diproses, dan 95 kasus dinyatakan bukan pelanggaran.

"Sudah seharusnya tidak disalahgunakan untuk keuntungan kelompok tertentu," jelas Ketua Bawaslu, Abhan dalam keteranganya, Jumat (20/11).

Adapun bentuk-bentuk pelanggaran netralitas ASN diantaranya memengaruhi warga dengan politik uang untuk memilih paslon tertentu, melarang/menghalangi pemasangan alat peraga kampanye paslon tertentu.

Lalu ada pula penggunaan fasilitas dan anggaran negara, memengaruhi perangkat desa untuk berpihak kepada paslon tertentu, menyalahgunakan kewenangan dalam merencanakan program dan distribusi bantuan sosial.

Selain itu ada juga pelanggaran dengan cara terlibat dalam kampanye, terlibat sebagai tim kampanye atau tim sukses paslon, membuat kebijakan dalam bentuk Surat Keputusan, dan menggerakkan struktur birokrasi/memengaruhi/ mengintimidasi para pegawai bawahan di jajaran.

"Mari kita berkomitmen untuk bersama-sama mengawal netralitas ASN demi pilkada yang langsung, umum, bebas dan rahasia serta jujur dan adil (luber jurdil)," ujar Abhan.

KPUD Kota Sungai Penuh perpanjang masa pendaftaran bakal calon wali kota. Hingga 6 September 2020 pukul 24.59 WIB baru terdapat satu pasangan bakal calon yang mendaftar. (Antara/HOP/Ist)
Pilkada Serentak 2020. (Antara/HOP/Ist)

Bawaslu juga menemukan 105 kampanye aktif di media sosial, padahal berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 iklan kampanye baru dapat dilaksanakan 14 hari sebelum hari dimulainya masa tenang.

Dari 105 kampanye aktif itu, Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar menyebutkan ada 49 iklan kampanye aktif sampai 21 Oktober 2020.

Lalu 12 iklan kampanye aktif sampai 29 Oktober 2020, 20 iklan kampanye aktif sampai 6 November 2020, dan iklan 24 kampanye aktif sampai 13 November 2020.

"Iklan itu baru dapat dilakukan 14 hari sebelum hari dimulainya masa tenang, tetapi berdasarkan pengamatan bawaslu sampai saat ini telah ada iklan kampanye aktif yang dapat kita telusuri melalui library facebook," kata Fritz.

Dia menegaskan kampanye belum bisa dilakukan dan bertentangan dengan PKPU 13/2020 tentang jadwal melaksanakan kampanye. "Kampanye di luar jadwal merupakan sebuah kegiatan yang bertentangan PKPU 13/2020 terkait dengan jadwal untuk melaksanakan kampanye," kata Fritz.

Baca Juga:

75 Persen ASN di Zona Merah WFH

Selain itu, memasuki tahapan kampanye Pilkada Serentak 2020, Bawaslu telah melakukan pemeriksaan konten internet yang berpotensi disalahgunakan atau bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Total sebanyak 380 konten internet telah diperiksa. "Dari 380 pelanggaran konten internet tersebut ada 182 atau lebih dari setengahnya kami minta untuk di take down baik karena bentuk pelanggaran UU pemilihan, UU ITE atau KUHP," tegas Fritz. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Amien Rais Enggak Sekuat Saat Era Reformasi, Partai Barunya Diragukan Bisa Lolos PT
Indonesia
Amien Rais Enggak Sekuat Saat Era Reformasi, Partai Barunya Diragukan Bisa Lolos PT

Partai baru sempalan dari PAN yang akan didirikan tidak cukup mengandalkan figur Amien Rais

[HOAKS atau FAKTA): Anies Sebut Biarkan Pribumi yang Bekerja
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA): Anies Sebut Biarkan Pribumi yang Bekerja

Pada unggahan foto tersebut ditambahkan narasi “BIARKAN PRIBUMI YANG BEKERJA” dan keterangan “Ingat ya “PRIBUMI” yang dimaksud kadrun ini….”.

Kampanye Konser Virtual, Gibran-Teguh Hadirkan Penyanyi Krisdayanti
Indonesia
Kampanye Konser Virtual, Gibran-Teguh Hadirkan Penyanyi Krisdayanti

Tak tanggung-tanggung, pasangan Gibran-Teguh ini akan menghadirkan sejumlah artis Ibu Kota di antaranya, Krisdayanti, Edo Kondologit, dan Maruarar Sirait.

Kapolda Metro Jaya Turun Langsung Razia Motor Bising di Bundaran HI
Indonesia
Kapolda Metro Jaya Turun Langsung Razia Motor Bising di Bundaran HI

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran turun langsung memimpin patroli skala besar di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (18/4) dini hari.

Firli Enggan Tanggapi Dugaan Pelanggaran Etik Gunakan Helikopter Mewah
Indonesia
Firli Enggan Tanggapi Dugaan Pelanggaran Etik Gunakan Helikopter Mewah

Jenderal bintang tiga itu mengklaim hanya ingin kerja dan enggan membuang waktu menggubris kritikan maupun aduan tersebut.

Bentrokan 2 Kelompok Massa di Klaten, Polisi Tetapkan 17 Tersangka
Indonesia
Bentrokan 2 Kelompok Massa di Klaten, Polisi Tetapkan 17 Tersangka

"Penetapan tersangka ini berdasarkan hasil penyelidikan dan diperkuat adanya keterangan saksi serta barang bukti," kata Ardiansyah

Janji Bakal Tangkap Jozeph Paul Zhang, Mabes Polri Minta Publik Bersabar
Indonesia
Janji Bakal Tangkap Jozeph Paul Zhang, Mabes Polri Minta Publik Bersabar

Polri membuka peluang untuk menjemput tersangka kasus penistaan agama Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoelyono yang terdeteksi berada di Jerman.

Pulihkan Ekonomi, BI Berlakukan DP Nol Persen Bagi Kendaraan
Indonesia
Pulihkan Ekonomi, BI Berlakukan DP Nol Persen Bagi Kendaraan

BI telah melakukan penyediaan likuiditas untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19 dengan menginjeksi likuiditas kepada perbankan sebesar Rp651,54 triliun.

Jokowi dan DPR Diminta Hadiri Sidang Uji Materi Perppu COVID-19
Indonesia
Jokowi dan DPR Diminta Hadiri Sidang Uji Materi Perppu COVID-19

Kalaupun Jokowi tak bisa menghadiri persidangan, sedianya diwakili oleh Menkumham Yasonna H. Laoly dan Menteri Keuangan Sri Mulyani