Serempetan Bus dengan KA Batara Kresna di Solo, Gibran Pecat Sopir BST KA Railbus Batara Kresna relasi Stasiun Purwosari-Stasiun Wonogiri menyerempet bus Batik Solo Trans (BST) di Jalur Contra Flow Jalan Slamet Riyadi. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - KA Railbus Batara Kresna relasi Stasiun Purwosari-Stasiun Wonogiri menyerempet bus Batik Solo Trans (BST) di Jalur Contra Flow Jalan Slamet Riyadi.

Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dengan langsung meminta maaf pada masyarakat di akun instagram pribadinya. Tidak hanya itu, Gibran langsung memecat sopir bus BST tersebut karena dianggap bersalah.

Baca Juga

Gibran Geram Sopir Batik Solo Trans Ugal-ugalan

"Mohon maaf, kami akan evaluasi (Jalur Contra Flow Jalan Slamet Riyadi)," kata Gibran di Balai Kota, Senin (10/5).

Ia menegaskan pasca kejadian tersebut sopir bus BST berinisial R akhirnya diberhentikan dari pekerjaannya. Pemberhentian tersebut dilakukan karena dianggap telah melakukan pelanggaran berat.

"Kami proses kejadian tersebut, sopir sudah kami berhentikan, karena itu termasuk pelanggaran kategori berat," ujarnya

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. (MP/Ismail)
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. (MP/Ismail)

Suami Selvi Ananda ini mengatakan pelanggaran berat tersebut meliputi melewati batas marka. Terlebih kejadian tersebut membahayakan penumpang bus dan kereta.

"Sopir BST jelas melanggar SOP. Sudah melanggar batas marka kereta. Kesalahan kategori berat sehingga kami berhentikan," katanya

Ia menambahkan terkait kerusakan kereta, Pemkot masih berkoordinasi dengan PT KAI. Pihaknya menunggu surat dari KAI untuk memberikan ganti rugi.

"Kami siap memberikan ganti rugi dan meminta maaf atas kejadian tersebut. Saya berharap kecelakaan tidak lagi terulang," kata dia.

Direktur PT Bengawan Solo Trans, Sri Sadadmojo, membenarkan pihaknya telah memecat sopir BST berinisial R. Pemberhentian juga berdasarkan pertimbangan dari Dinas Perhubungan (Dishub).

"Kita ambil pertimbangan Dishub dan pihak lain dalam memutuskan pemecatan (sopir BST). Ini buat efek jera bagi lainnya untuk lebih berhati-hati," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Gibran Janji Selesaikan Proyek Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Tahun Ini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Terawan Dapat Penghargaan dari WHO
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Terawan Dapat Penghargaan dari WHO

“Piala Penghargaan dari WHO untuk Pak Terawan..Woi Nazwa lihat tuh g usah Sombong loe”

Pemerintah Tengah Negosiasi Beli Vaksin COVID-19 Tiongkok
Indonesia
Pemerintah Tengah Negosiasi Beli Vaksin COVID-19 Tiongkok

Pembelian ini, seiring menunggu hasil pembuatan vaksin COVID-19 yang sedang dikerjakan oleh Bio Farma.

[HOAKS atau FAKTA]: Mahasiswa Bisa Minta Bantuan ke Kodam jika Ingin Demo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mahasiswa Bisa Minta Bantuan ke Kodam jika Ingin Demo

Kewenangan tidak lagi ada di tangan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Tulisan tersebut mengatasnamakan Kapuspen Mabes TNI Mayjen Sisriadi.

Wagub DKI Sebut Tersendatnya Normalisasi Sungai Akibat Mafia Tanah
Indonesia
Wagub DKI Sebut Tersendatnya Normalisasi Sungai Akibat Mafia Tanah

Pemprov DKI Jakarta mengakui jika pelaksanaan program normalisasi sungai di ibu kota tersendat karena persoalan sengketa tanah dalam pembebasan lahan.

20 Orang Sudah Diperiksa Polisi Terkait Kematian Editor Metro TV
Indonesia
20 Orang Sudah Diperiksa Polisi Terkait Kematian Editor Metro TV

Salah satu saksi yang diperiksa adalah kekasih korban

ICW Kritisi Pelantikan Perwira Tinggi Polri Jadi Pejabat KPK
Indonesia
ICW Kritisi Pelantikan Perwira Tinggi Polri Jadi Pejabat KPK

“Secara umum, problematika pelantikan pejabat struktural baru KPK dapat dipandang sebagai upaya dari pimpinan untuk semakin mengikis independensi kelembagaan,” kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana

KPK Setorkan Cicilan Uang Pengganti Eni Maulani Saragih ke Kas Negara
Indonesia
KPK Setorkan Cicilan Uang Pengganti Eni Maulani Saragih ke Kas Negara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetor uang sejumlah Rp925.176.000 ke kas negara.

Politikus Demokrat: Risma Perlu Belajar Lagi di Kementerian Sosial
Indonesia
Politikus Demokrat: Risma Perlu Belajar Lagi di Kementerian Sosial

Risma diharapkan dapat mendongkrak kinerja Kabinet Indonesia Maju.

Isu Reshuffle Muncul, Orang Dekat Jokowi Diingatkan Soal Hak Prerogatif Presiden
Indonesia
Isu Reshuffle Muncul, Orang Dekat Jokowi Diingatkan Soal Hak Prerogatif Presiden

Kalau pelatihnya bilang ada yang ditarik keluar, ya kita sikapi biasa saja

Polisi Bakal Berlakukan Crowd Free Niight Malam Ini
Indonesia
Polisi Bakal Berlakukan Crowd Free Niight Malam Ini

Termasuk di lima willayah di DKI