Serbuan Korporasi Multinasional Matikan Para Pedagang Asongan Kebijakan Menteri Perdagangan sangat dibutuhkan dalam melindungi warung-warung kecil milik warga Indonesia dari serbuan ritel-ritel milik korporasi multinasional (MP/Rizki Fitranto))

MerahPutih Bisnis - Serbuan korporasi multinasional seperti Alfamart dan Indomaret membuat warung-warung kecil milik warga makin tersisih. Para pedagang kecil kehilangan pembeli yang sudah telanjur beralih ke gerai-gerai tersebut. Apalagi jumlah gerai Alfamart dan Indomaret terus bertambah dari tahun ke tahun. Lalu, bagaimana nasib pedagang kecil yang hanya mengandalkan warung-warung sederhana di pinggir jalan?

Has Toruan mantan Ketua AP21 Bappenas mengatakan saat ini Alfamart dan Indomaret sudah sangat merajalela. Total jumlah gerai Alfamart sudah mencapai 8000 dan Indomaret 10.000 gerai di seluruh Indonesia.

"Bahkan, Alfamart tahun ini berencana menambah 1000 gerai lagi, untuk menyamai jumlah Indomart," ujar Has Toruan, di Le Meridien, Jakarta Pusat, Jumat (5/6).

Bukan saja jumlah gerai yang terus bertambah dari waktu ke waktu, tapi dari segi penghasilan kedua gerai milik korporasi multinasional itu juga mengeruk keuntungan atau pendapatan yang besar. Kondisi tersebut bertolak belakang dengan pendapatan warung-warung milik pedagang kecil dan pedagang kaki lima yang megap-megap. Pendapatan dua ritel ini mencapai 1200 triliun atau lebih dari 50 persen nilai APBN Indonesia. Sementara warung-warung kecil untuk mengembalikan modal awal saja susah bahkan sering tekor.

"Jadi sebagian kita nyetor ke Alfamart dan Indomaret, akhirnya warung-warung tutup," ucapnya.

Dalam membendung gurita dua ritel itu, Has Toruan meminta dukungan dari Jamkrindo memfasilitasi para pedagang untuk lebih mudah membuka gerai minimarket. Sehingga keberadaan minimarket bisa bersaing dengan ritel Alfamart dan Indomaret. Nah, para pedagang pemilik minimarket ini disatukan dalam wadah koperasi agar gampang berkoordinasi satu sama lain.

"Caranya, kita mendirikan hal yang sama atas nama koperasi, kalau bisa ditangani koperasi kan bisa lebih murah," ujarnya.

Menurut Has Toruan, gerai koperasi bisa menang dengan sistem langganan memakai id card atau kartu keanggotaan. Setiap pemilik id card mendapat potongan harga atau discount. Setiap minimarket anggota koperasi harus terdaftar agar mempermudah pendanaan. Selain itu, Has Toruan meminta kementerian terkait dalam hal menteri perdagangan membuat kebijakan untuk melindungi para pedagang kecil dan pedagang kaki lima.

"Syaratnya hanya satu, kita bisa minta SK Menteri Perdagangan dan koperasi untuk mengurusi pendanaan dan suplier barang agar bisa lebih murah," katanya.

Solusinya sederhana, tergantung kebijakan pemerintah apakah mau melindungi rakyatnya atau membuat keputusan pro korporasi multinasional yang sekarang ini sedang menjamur di tanah air.(Rio)

 

Baca Juga:

Menteri Perdagangan Minta Pasar Tradisional Perbaiki Manajemen

Ketua IKAPPI Minta Menteri Perdagangan Perhatikan Pasar Tradisional

Konser Katy Perry, Pedagang Kaki Lima Raup Untung Besar

 



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH