Serangan Teror ke Novel Baswedan Dipicu Dendam Tim Pencari Fakta (TPF) Novel Baswedan. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Tim Pencari Fakta (TPF) meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membentuk tim teknis mencari tiga orang yang diduga terlibat penyerangan Novel Baswedan.

Jubir TPF Nur Kholis menyebut, tim melakukan pendalaman fakta terhadap satu orang tidak dikenal yang mendatangi rumah Novel pada tanggal 5 April 2017 lalu.

Baca Juga: Tiga Orang Pelaku Diduga Ingin Menyiksa Novel Masuk Radar Tim Khusus Polri

TPF Novel
Tim Pencari Fakta (TPF) Novel Baswedan. Foto: MP/Kanu

"Dan 2 orang tidak dikenal yang berada di dekat tempat wudu masjid Al Ikhsan menjelang subuh dengan membentuk tim teknis,"kata Nur Cholis kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/7).

Nur Kholis menemukan probabilitas serangan balik akibat penanganan kasus yang dilakukan Novel Baswedan dengan penggunaan kewenangan berlebihan.

"TPF menemukan fakta terdapat probabilitas terhadap kasus yang ditangani korban yang menimbulkan serangan balik atau balas dendam, akibat adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan," jelas dia.

Baca Juga: Wadah Pegawai KPK Minta Polisi Umumkan Nama Pelaku Penyerangan Novel Baswedan

Sari pola penyerangan dan keterangan saksi korban, TPF meyakini serangan tersebut tidak terkait masalah pribadi.

"Tapi berhhubungan dengan pekerjaan korban," kata Nur Kholis.

Karena itu, TPF kasus Novel Baswedan merekomendasikan kepada Kapolri untuk pendalaman terhadap probabilitas motif penyerangan terkait 6 kasus 'high profile' yang ditangani Novel Baswedan. Keenam kasus itu disebut TPF berpotensi menimbulkan serangan balik atau balas dendam terhadap Novel

Nur Kholis mengatakan, tim teknis yang diperlukan ini direkomendasikan memiliki kemampuan spesifik.

Penyidik KPK Novel Baswedan
Penyidik KPK Novel Baswedan berbicara dalam acara peringatan dua tahun kasus teror yang menimpanya di Gedung KPK, Jakarta (MP/Ponco Sulaksono)

Baca Juga: Mabes Polri Pastikan Iwan Bule Tak Terlibat Kasus Novel Baswedan

"Dengan kemampuan spesifik yang hal tersebut tidak dimiliki TPF," tutur Nur Kholis.

Seperti diketahui, Novel Baswedan disiram asam sulfat, H2SO4, pada 11 April 2017 di dekat rumahnya, Jl Deposito, Kelapa Gading, Jakut. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH