Serangan Roket di Kabul, Tiga Tewas dan Belasan Luka-luka Pasukan keamanan Afganistan tiba di lokasi serangan di Kabul, Afganistan, Jumat (6/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Omar Sobhani/nz/cfo.

MerahPutih.com - Sejumlah roket meledak di beberapa daerah pemukiman warga Kabul, ibu kota Afghanistan, saat jam sibuk, Sabtu (21/11).

Pihak kepolisian menyebutkan, setidaknya tiga orang tewas dan belasan luka-luka akibat serangan teror tersebut.

Ledakan itu terjadi di dekat wilayah tempat para diplomat asing beraktivitas. Usai ledakan, bunyi sirine meraung-raung dari sejumlah kantor kedutaan besar asing.

Insiden itu terjadi dua hari jelang negara-negara donor dan pemerintah Afghanistan bertemu di Jenewa, Swiss, pada 23-24 November 2020.

Baca Juga:

Donald Trump Jr Positif COVID-19

Dikutip Antara, Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian mengatakan, tiga warga sipil tewas akibat serangan tersebut dan 11 orang luka-luka.

Namun seorang pejabat Kementerian Kesehatan mengatakan, petugas mengangkut lima jenazah dan 21 orang yang luka-luka ke rumah sakit.

Arian mengatakan, teroris memasang roket-roket di truk berukuran kecil untuk ditembakkan ke arah pemukiman warga. Otoritas keamanan di Afghanistan masih berlangsung untuk mengetahui bagaimana kendaraan itu masuk ke dalam kota.

Ilustrasi - Lokasi penyerangan di American University of Afghanistan di Kabul, Afganistan, Kamis (25/8/2016). (REUTERS/Mohammad Ismail)
Ilustrasi - Lokasi penyerangan di American University of Afghanistan di Kabul, Afganistan, Kamis (25/8/2016). (REUTERS/Mohammad Ismail)

Sejumlah warga merekam peristiwa roket terbakar dan tayangan itu kemudian diunggah ke media sosial. Beberapa foto yang tersebar di media sosial Facebook menunjukkan banyak mobil rusak serta ada lubang besar di sisi samping sebuah bangunan.

Taliban menyebut serangan itu tidak dilakukan oleh pihaknya. Taliban merupakan kelompok ekstremis yang lama berusaha merebut kekuasaan dari pemerintah Afghanistan.

Baca Juga:

Malaysia Wajibkan Tes Swab ke Pekerja Asing

Walaupun demikian, serangan teror dari Taliban dan kelompok radikal lainnya terus meningkat sejak perundingan damai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan mandek. Sebagian besar teror diluncurkan di Kabul, kota berpenduduk lebih dari lima juta jiwa.

Beberapa pria bersenjata pada awal bulan ini menembak warga di Universitas Kabul. Aksi itu menyebabkan 35 orang tewas dan lebih dari 50 orang lainnya luka-luka. Sebagian besar korban adalah mahasiswa.

IS mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut. (*)

Baca Juga

Trump Sempat Ajukan Penyerangan Fasilitas Nuklir Iran

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penambahan Kasus Baru COVID-19 di Malaysia Melebihi Angka 5.000
Dunia
Penambahan Kasus Baru COVID-19 di Malaysia Melebihi Angka 5.000

Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan 5.725 kasus baru COVID-19. Selain itu, dilaporkan juga tambahan 16 korban jiwa dalam 24 jam.

Kejagung Segel 18 Apartemen Milik Benny Tjokro Terkait Kasus Asabri
Indonesia
Kejagung Segel 18 Apartemen Milik Benny Tjokro Terkait Kasus Asabri

Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung melakukan penyitaan belasan unit kamar Apartmen South Hill milik tersangka Benny Tjokrosaputro terkait korupsi PT Asabri.

Soal 2024, Ini Pesan Megawati Untuk Pengurus PDIP Se-Indonesia
Indonesia
Soal 2024, Ini Pesan Megawati Untuk Pengurus PDIP Se-Indonesia

Pemerintah telah bertindak tepat dan bersikap baik ke rakyat

Selama Pandemi, Jumlah Penduduk Kabupaten Bogor Berkurang 500 Ribu
Indonesia
Selama Pandemi, Jumlah Penduduk Kabupaten Bogor Berkurang 500 Ribu

Pengurangan penduduk terjadi karena banyak faktor, mulai dari perpindahan penduduk hingga meninggal dunia.

Pasien COVID-19 Melonjak, Rumah Sakit di Solo Tambah Kapasitas Ruang ICU
Indonesia
Pasien COVID-19 Melonjak, Rumah Sakit di Solo Tambah Kapasitas Ruang ICU

Melonjaknya kasus COVID-19 di Jawa Tengah khususnya daerah Soloraya membuat sejumlah rumah sakit daerah menambah kapasitas ruang ICU.

KPK Terjunkan Belasan Personel Kawal Tahanan Isolasi COVID-19 di Wisma Atlet
Indonesia
KPK Terjunkan Belasan Personel Kawal Tahanan Isolasi COVID-19 di Wisma Atlet

KPK menerjunkan 12 personel untuk mengawal 19 tahanan yang tengah menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

Potensi COVID-19 Makin Tinggi, Pengamat Soroti Pemberian Cuti Bersama Pekan Lalu
Indonesia
Potensi COVID-19 Makin Tinggi, Pengamat Soroti Pemberian Cuti Bersama Pekan Lalu

Pada saat libur panjang sebelumnya terjadi lonjakan penularan (Corona) yang cukup dahsyat

Pemkot Yogyakarta Siapkan Sanksi Buat Pedagang yang Tak Mau Divaksin
Indonesia
Pemkot Yogyakarta Siapkan Sanksi Buat Pedagang yang Tak Mau Divaksin

Mereka terdiri dari pedagang dan penjaga toko pasar Bringharjo, PKL, dan penjaga toko dari mulai tugu sampai Kraton

UGM Kembangkan Sistem Pendeteksi 3 Hari Sebelum Gempa
Indonesia
UGM Kembangkan Sistem Pendeteksi 3 Hari Sebelum Gempa

Sistem peringatan dini gempa ini telah digunakan untuk memprediksi gempa. Ada 5 stasiun pantau/EWS yang tersebar di DIY yang dalam setiap 5 detik mengirim data ke server melalui IoT.

Apresiasi Pemerintah Terapkan PPKM Darurat, Puan: Ini Jawaban dari Masukan Berbagai Pihak
Indonesia
Apresiasi Pemerintah Terapkan PPKM Darurat, Puan: Ini Jawaban dari Masukan Berbagai Pihak

Keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat