Serabi Haneut Kuliner Lawas Penuh Variasi Serabi, kuliner leluhur yang tak pernah membosankan. (Foto: instagram@risa_riefqi)

PENGANAN khas di Jawa Barat ini, banyak ditemukan di kedai-kedai perkotaan Purwakarta. Kudapan ini berbentuk bulat pipih dikenal di kalangan anak-anak, tua maupun muda dengan harga terjangkau.

Serabi berbahan dasar tepung beras dan santan dengan proses memasak dilakukan menggunakan cetakan dari tanah liat, cocok disantap saat ngopi atau ngeteh di pagi maupun malam hari.

Saat ini penganan leluhur sunda tersebut sudah banyak di modifikasi dengan menambah varian topping pada serabi.

serabi
Serabi yang masih disukai masyarakat. (Foto: MP/mauritz))

Salah satu penjual serabi haneut (hangat) di kedai Gapura Kang Oyang terletak di sekitaran Cikopak Purwakarta. Kang Oyang pemilik kedai serabi Gapura menyebutkan, penggemar serabi tidak memiliki batasan usia.

Ada dua puluh varian serabi yang dijualnya, namun untuk rasa yang banyak digemari yaitu serabi orginal dengan topping oncom, oncom telur dan susu keju.

serabi
Serabi sudah memiliki banyak modifikasi pada toppingnya. (Foto: instagram@kokogembul)

Makanan tradisional warisan leluhur ini sangat cocok di lidah anak-anak dan dewasa dengan harga terjangkau semua lapisan masyarakat.

Tidak saja warga masyarakat Purwakarta yang menggemari penganan tradisional serabi Gapura ini. "Tapi warga luar Jawa Barat seperti Jakarta dan Sumatera sudah mengenalnya," kata Oyan.

Tulisan Mauritz kontibutor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya.


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH