Sepur Kluthuk Jaladara, Kereta Uap Susuri kota Solo Sepur Kluthuk Jaladara. (Foto: pariwisatasolo)

MENGGUNAKAN lokomotif uap bernomor C 1218 yang menarik dua gerbong terbuat dari kayu jati buatan tahun 1920. Jarak tempuh kereta wisata ini sekitar enam kilometer dengan kecepatan 40
km/jam.

Sepur, diambil dari Bahasa Belanda spoor, sedangkan kluthuk menyebut kereta uap dari istilah Bahasa Jawa. Jaladara merupakan kereta hadiah para dewa untuk Prabu Kresna dalam cerita Baratayuda. Sepur kluthuk Jaladara melayani rute wisata dari Stasiun Purwosari hingga Stasiun Solo Kota. Jalur kereta ini sejalur dengan Jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan protokol di Kota Solo.

Kereta ini mengangkut sekitar 70-an orang yang singgah di Diamond Convention Center, Solo Grand Mall, Lohi Gandrung atau rumah dinas Walikota Surakarta, House of Danar Hadi, Museum Radya Pustaka Sriwedari, Pasar Pon, Kampung Seniman Kemlayan, Kampung Batik Kauman, Beteng tade Center atau Gladag Langen Bogan dan Stasiun Solo Kota.

Kereta uap Jaladara ini beroperasi dari Stasiun Purwosari pada akhir pekan atau libur nasional, pada hari Sabtu pukul 16.30 dan Minggu pukul 9.30.

Kereta wisata ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementrian Perhubungan dan Pemerintah Daerah Jawa Tengah dan Kota Solo. Diresmikan pada tanggal 27 September 2009 oleh Menteri Perhubungan, Gubernur Jawa Tengah dan pada waktu itu Wali Kota Solo, Joko Widodo yang saat ini menjadi Presiden RI. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH