Seperti di Jepang, Selokan Desa di Cirebon Ini Disulap Menjadi Kolam Ikan Selokan yang disulap menjadi kolam ikan (Foto: MP/Mauritz)

BIASANYA, selokan identik dengan hal-hal yang berbau jorok dan menimbulkan bau tak sedap. Bahkan tak jarang, kerap ditemukan sampah-sampah menumpuk dan menjadi sumber penyakit.

Namun, hal berbeda terjadi di Desa Palir, Kecamatan Tengah Tani Kabupaten Cirebon. Selokan di desa ini disulap menjadi kolam ikan, dengan diisi ribuan ikan jenis nila. Selokan yang identik dengan hal jorok pun sirna ketika melihat kondisi di Desa Palir.

Baca juga:

Indramayu Bangun Pusat Budaya Pesisir

Sekilas selokan tersebut mirip dengan yang ada di Jepang, meskipun tidak sebening selokan di sana. Namun, keberadaannya menjadi bukti bahwa selokan yang mempunyai imej kotor dan berbau, ternyata bisa disulap sedemikian rupa agar sedap dipandang.

Ilustrasi ikan (Foto: Pixabay/Pexels)
Ilustrasi ikan (Foto: Pixabay/Pexels)

Di sini, masyarakat bisa dengan leluasa menikmati ribuan ikan di selokan. Bahkan, disediakan semacam tempat seperti halte, sebagai tempat untuk duduk-duduk sambil menikmati ikan. Ada juga penjual pakan ikan jika ingin memberikan ratusan itu makan.

Kedindahan selokan di Desa Palir merupakan inisiatif Durakman, Kuwu Desa Palir. Ide mengubah selokan menjadi kolam ikan berasal dari seringnya masyarakat membuang sampah ke selokan. Sehingga, kerap menimbulkan aliran selokan yang mampet, berbau, dan menimbulkan berbagai penyakit seperti demam berdarah.

Baca juga:

Bukit Bambu Bisa Jadi Tempat Wisata Alternatif di Cirebon

"Saya kepikiran untuk membuat sesuatu yang berbeda, supaya masyarakat tidak membuang sampah ke selokan," jelasnya, Kamis (12/12/2019).

Durakman melanjutkan, ide anti mainstreamnya itu tidak serta merta diterima langsung oleh masyarakat. Karena mengubah selokan menjadi kolam ikan adalah hal yang tidak umum, terutama di Indonesia. Namun, semua berubah setelah mimpi Durakman terlaksana.

Selokan ini menjadi hiburan warga (Foto: MP/Mauritz)
Selokan ini menjadi hiburan warga (Foto: MP/Mauritz)

"Awalnya masyarakat merasa aneh karena ini enggak umum. Tapi begitu jadi, mereka jadi tertarik," tuturnya.

Durakman melanjutkan, selokan ikan ini baru dibuat sejak bulan Oktober 2019 lalu. Adapun proses pembuatannya, pertama-tama selokan terlebih dahulu dikeruk, karena mengalami pendangkalan akibat lumpur. Bahkan, ketebalan lumpurnya mencapai 70 sentimeter.

Pengelolaannya sendiri melalui dana desa, termasuk dalam memberi makan ikan sebanyak dua kali sehari. Untuk tahap pertama ini, selokan yang dijadikan kolam baru 69,29 meter persegi. Ke depannya, akan dilakukan pula selokan lainnya di desa.

"Kita juga berdayakan dari karang taruna desa dan masyarakat sekitar untuk pengelolaannya," pungkasnya.

Tulisan dari Mauritz, kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Barat.

Baca juga:

Pesona GKI Indramayu, Gereja Tertua di Indramayu


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH