Seperti Apa Sih Kebiasaan Belanja Daring di Bulan Ramadan Selama Pandemi? Kebiasaan belanja daring di bulan ramadan selama pandemi mengalami perubahan (Foto: Pexels/Negative Space)

TIDAK terasa ya bulan Ramadan telah berakhir sebulan lalu. Karena kita #DiRumahAja tentu membuat bulan Ramadan tahun ini berbeda. Tidak ada belanja ke mal atau ke ITC yang berlimpah akan pakaian maupun keperluan lebaran.

Tapi sebagai gantinya belanja daring menjadi alternatif selama pandemi. Kamu cukup di rumah, genggam ponsel, dan berselancar di e-commerce. Setelah masuk troli, barang belanjaan kamu pun siap dikirim.

Baca juga:

Informasi Samsung Galaxy Watch 3 Bocor ke Publik, ini yang Perlu Kamu Tahu

Meski amat mudah, rupanya belanja daring di bulan Ramadan selama pandemi juga mengalami perubahan. Intinya justru pada bulan Ramadan tahun ini daya belanja daring di tengah pandemi meningkat.

Hal ini dibuktikan oleh survei yang dilakukan Jet Commerce, sebuah e-commerce enabler penyedia solusi e-commerce terpadu. Rilis yang diterima merahputih.com mengatakan Jet Commerce mencatat peningkatan penjualan sepanjang Ramadan 2020 di berbagai platform e-commerce di Indonesia dibandingkan dengan bulan Ramadan tahun lalu.

Beberapa kategori barang di toko daring memiliki kenaikan penjualan (Foto: Pexels/PhotoMIX Company)

Bahkan, beberapa kategori barang mengalami kenaikan nilai transaksi yang signifikan. Contohnya seperti penjualan kategori Toys yang merangsek naik sebanyak 638 persen, kategori Pet Food naik 503 persen, dan kategori Mom & Baby yang naik sekitar 311 persen.

Kemudian ada tiga kategori dengan jumlah pesanan tertinggi sepanjang Ramadan tahun ini, yaitu kategori Health & Beauty yang mencatat 34 persen pesanan, dan kategori Mom & Baby serta Electronic yang berkontribusi sebanyak 24 persen dari total keseluruhan penjualan selama bulan Ramadan tahun ini.

Webber Chen, Chief Executive Officer Jet Commerce Indonesia, mengatakan kebijakan social distancing membuat banyak orang benar-benar mengandalkan e-commerce untuk belanja. "Pandemi covid-19 di Indonesia memicu masyarakat untuk semakin memanfaatkan e-commerce dalam memenuhi kebutuhan mereka selama Ramadan tahun ini," ujarnya.

Baca juga:

Gucci Naikkan Harga Barang, Ada Apa?

Di samping itu, ada juga beberapa insight atau pembelajaran menarik dari perubahan perilaku konsumen selama Ramadan di masa pandemi ini. Sejalan dengan hasil riset terbaru yang dilakukan oleh iPrice, rupanya banyak konsumen tidak mempersiapkan kebutuhan Ramadan jauh-jauh hari sebelum memasuki bulan puasa.

Hal ini ditunjukkan dari peningkatan tertinggi jumlah pesanan yang justru terjadi pada minggu pertama di bulan Ramadan, yakni meningkat sebanyak 54 persen dari jumlah pesanan seminggu sebelum memasuki bulan Ramadan.

Konsumen semakin mengandalkan belanja melalui e-commerce selama pandemi (Foto: Istimewa)

Selain itu, ditemukan juga jumlah penjualan terbanyak terjadi pada minggu kedua dan ketiga pada bulan Ramadan tahun ini. Pada minggu kedua sebanyak 27 persen dan minggu ketiga terjadi 29 persen penjualan dari total keseluruhan penjualan selama bulan Ramadan.

Puncak nilai transaksi tertinggi juga terjadi pada waktu yang sama, yaitu di tanggal 5 dan 11 Mei 2020 atau pada minggu kedua dan ketiga Ramadan. Ini merupakan periode utama masa kampanye ramadan yang diselenggarakan berbagai platform e-commerce di Indonesia.

Tidak hanya itu, waktu paling aktif bagi konsumen dalam berbelanja online selama Ramadan terjadi pada pukul 00.00–02.00 dini hari dan pukul 09.00–12.00. "Selalu ada pola-pola tertentu yang terjadi pada momen-momen spesial seperti bulan Ramadan, apalagi di masa pandemi seperti ini," tukas Webber. (ikh)

Baca juga:

Sudah Lihat Koleksi Converse x Scooby Doo?

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH