Sepekan PPKM Darurat, Pemerintah Diminta Rombak Manajerial Suasana jalanan di Jakarta saat hari pertama PPKM Darurat, Sabtu (3/7). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Sepekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), penambahan kasus COVID-19 masih tinggi.

Anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf mendorong pemerintah untuk segera melakukan misi penyelamatan nyawa warga negara.

Salah satunya dengan menata kembali struktur komando penanganan pandemi.

Baca Juga:

Mobilitas Warga PPKM Darurat Masih Tinggi, Gibran Dukung Penutupan 6 Ruas Jalan

Ia mengkritisi penunjukan Menko Marves dan Menko Perekonomian Luhut Panjaitan sebagai koordinator penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Sementara, kedudukan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin hanya menjadi penjabat strata bawah dalam struktur komando penanganan COVID-19.

Konsekuensinya, persepsi yang menguat di tengah publik adalah pemerintah, sebaliknya, lebih mengutamakan perbaikan ekonomi ketimbang menyelamatkan nyawa.

"Ini bila menilik kedudukan kedua menteri itu di kabinet,” jelasnya kepada wartawan yang dikutip di Jakarta, Senin (12/7).

Bukhori meminta Presiden Jokowi secara bertanggung jawab menunjuk otoritas yang tepat dalam mengendalikan bencana wabah ini.

Ia mengatakan, salah kaprah pemerintah dalam mengidentifikasi masalah telah berakibat fatal dalam rumusan kebijakannya selama ini.

Kebijakan yang serba tanggung akhirnya berimplikasi pada molornya waktu penanganan dan melonjaknya angka korban jiwa yang berjatuhan.

“Di sejumlah negara yang berhasil menangani kondisi kedaruratan kesehatan akibat COVID-19, otoritas kesehatan adalah yang memimpin manajemen di lapangan,” papar Bukhori.

Jalan Slamet Riyadi ditutup selama PPKM Darurat, Minggu (11/7). (MP/Ismail)
Kota Solo saat PPKM Darurat, Minggu (11/7). (MP/Ismail)

Menghentikan angka kematian, lanjutnya, harus dilakukan melalui kebijakan yang berfokus pada misi penyelamatan dan perlindungan nyawa warga negara.

Dengan kata lain, menghasilkan kebijakan tidak boleh serba tanggung."Membatasi mobilitas warga domestik juga harus dibarengi dengan menutup pintu mancanegara, " tuturnya.

Ia juga mengkritisi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang telah kolaps akibat dihantam lonjakan pasien.

Dampaknya, sebagian pasien tidak tertangani dengan baik hingga ajal menjemput.

Atas dasar itu, lanjut Bukhori, pemerintah perlu lakukan ikhtiar lebih. Salah satunya, yakni mendirikan lebih banyak rumah sakit darurat COVID-19.

"Dan saya mengusulkan agar sejumlah infrastruktur kementerian/lembaga seperti balai dan sejenisnya bisa dimanfaatkan secara extraordinary dalam situasi ini,” pungkas politikus PKS ini.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian COVID-19 di Indonesia pada Minggu (11/7), bertambah sebanyak 36.197.

Dengan penambahan tersebut, maka total kasus positif di Indonesia menjadi 2.527.203.

Baca Juga:

Jalur Puncak Sepi Selama PPKM Darurat

Catatan penambahan tersebut, belum melampaui rekor kasus harian pada Kamis (8/7) sebanyak 38.391 kasus.

Kendati begitu angka pertambahan ini juga menunjukkan tingginya kasus positif COVID-19 setidaknya selama dua pekan terakhir.

Sementara itu, kasus sembuh bertambah 32.615 sehingga total yang sembuh menjadi 2.084.724.

Untuk kasus meninggal dunia pada hari yang sama bertambah 1.007 sehingga menjadi total meninggal menjadi 66.464.

Sementara itu, jumlah pemeriksaan spesimen hari ini sebanyak 159.219. Sedangkan kasus aktif bertambah 2.575 sehingga total menjadi 376.015, dengan kasus suspect sebanyak 152.151. (Knu)

Baca Juga:

8 Hari Penerapan PPKM Darurat, Penumpang KRL Terus Menurun

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bela Palestina, KAHMI Jaya akan Geruduk Kedubes AS
Indonesia
Bela Palestina, KAHMI Jaya akan Geruduk Kedubes AS

Titik lokasi unjuk rasa tersebut di Kedubes Amerika Serikat karena menjadi sekutu terdekat Israel dan kantor Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Pasien Positif COVID-19 Selasa (23/11) Bertambah 394 Orang
Indonesia
Pasien Positif COVID-19 Selasa (23/11) Bertambah 394 Orang

Apabila situasi tidak terkendali justru akan memukul balik ekonomi dan pariwisata

[Hoaks atau Fakta]: Megawati Mundur Dari Ketum PDI-P Digantikan Jokowi
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Megawati Mundur Dari Ketum PDI-P Digantikan Jokowi

Terkait dengan informasi mundurnya Megawati dari jabatan Ketum PDIP, ternyata hanya berupa pendapat para pemerhati politik di Indonesia tentang posisi Ketum Megawati

Vaksin Booster COVID Umum Mulai Desember, PBI BPJS Gratis Lainnya Bayar
Indonesia
Vaksin Booster COVID Umum Mulai Desember, PBI BPJS Gratis Lainnya Bayar

Bagi masyarakat yang penghasilannya cukup diarahkan secara berbayar

PPKM Darurat Diumumkan Luhut, Anies Fokus Tangani Pasien COVID-19
Indonesia
PPKM Darurat Diumumkan Luhut, Anies Fokus Tangani Pasien COVID-19

Kebijakan peningkatan pengetatan aktifitas warga bukan hanya untuk satu dua loakasi saja

Sidang Etik Penyidik Robin, Dewas KPK Panggil Azis Syamsuddin
Indonesia
Sidang Etik Penyidik Robin, Dewas KPK Panggil Azis Syamsuddin

KPK menduga pertemuan keduanya terjadi di rumah dinas Azis di Jakarta Selatan pada Oktober 2020

Angka Pasien Sembuh COVID-19 di Indonesia Dekati 4 Juta
Indonesia
Angka Pasien Sembuh COVID-19 di Indonesia Dekati 4 Juta

Kalau penyebaran bisa dikendalikan, maka otomatis perekomian pun akan berjalan

Sesal Warga Tuban Jual Tanah ke Pertamina, Kini Tidak Punya Pendapatan dan Pekerjaan
Indonesia
Sesal Warga Tuban Jual Tanah ke Pertamina, Kini Tidak Punya Pendapatan dan Pekerjaan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, investasi pembangunan dan upgrading kilang minyak di sejumlah daerah di Tanah Air bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.

Harkitnas, Ratusan Sopir dan Kondektur Bus Terminal Tirtonadi Kibarkan Merah Putih
Indonesia
Harkitnas, Ratusan Sopir dan Kondektur Bus Terminal Tirtonadi Kibarkan Merah Putih

Peringatan tersebut dilakukan ratusan sopir, kondektur, kernet, penumpang hingga karyawan Terminal Tipe A Tirtonadi mengibarkan bendera merah putih.

BMKG Petakan Cilacap Paling Rawan Tsunami, Nasional Bisa Lumpuh
Indonesia
BMKG Petakan Cilacap Paling Rawan Tsunami, Nasional Bisa Lumpuh

Cilacap daerah paling rawan tsunami di seluruh Indonesia