Sepak Terjang Gerakan Cerdas Berdonasi Gotong-royong, tolong-menolong, atau saling membantu satu sama lain sudah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia sejak lama. (Unsplash/Josh Apel)

Prihandoko, lulusan Kajian Terorisme Universitas Indonesia, gundah. Dia sadar gotong royong, tolong-menolong, atau saling membantu satu sama lain sudah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia sejak lama. Bahkan tak jarang orang Indonesia berlomba-lomba dalam berdonasi dan mengunggah momen tersebut ke media sosial.

Fakta itu tentu membuat Prihandoko bangga menjadi orang Indonesia. Bahkan tak jarang orang Indonesia berlomba-lomba dalam berdonasi dan mengunggah momen tersebut ke media sosial.

Di sisi lain, fakta itu juga membuat Pri khawatir. Sebab tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan jiwa sosial demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu yang bertujuan melanggar hukum.

Sebagai alumnus kajian terorisme, Pri belajar bagaimana aliran dana terorisme itu diperoleh. Salah satunya melalui kedok lembaga donasi.

"Pernah ada kasus donasi dialirkan untuk terorisme," kata lelaki berkacamata dan ramah ini kepada merahputih.com (05/07).

Pri juga pernah mempelajari sejarah semasa sarjana. Dia tahu betul pola-pola akan berulang dalam sejarah. Misalnya pola penyelewengan donasi.

Baca juga:

Ini Jejak Tradisi Donasi Orang Indonesia

Donasi
Penyelewengan donasi masih berlangsung. . (Unsplash/Katt Yukawa)

Snouck Hurgronje, penasehat untuk urusan pribumi di Hindia Belanda, pernah mencatat penyelewengan dana donasi oleh pengelola dana tersebut.

"Banyak orang menyamar sebagai guru, hanya dengan maksud untuk mendapat hak semu atas hadiah-hadiah yang saleh (zakat, fitrah, sedekah) dari jemaah yang baik,” tulis Snouck dalam Nasihat-Nasihat C. Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya Kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889—1936.

Zaman baru bergulir, orang modern terlahir. Penyelewengan donasi masih berlangsung. Bentuknya bisa beda, tapi polanya bakal sama.

Karena itu, Pri berinisiatif mengamalkan studinya untuk sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Bersama Garnadi Walanda Dharmaputra, temannya satu kajian, Pri menggagas sebuah gerakan yang diberi nama #CerdasBerdonasi.

Mengusung slogan "Ayo teliti. Awas manipulasi.", #CerdasBerdonasi bertujuan mengajak publik supaya lebih teliti dan hati-hati sebelum berdonasi atau memberi sumbangan ke mana pun. "Ini sebuah gerakan bersama agar kita saling mengingatkan," ujar Pri.

Baca juga:

Tips Aman Berdonasi Tanpa Diselewengkan

Donasi
Bahkan tak jarang orang Indonesia berlomba-lomba dalam berdonasi dan mengunggah momen tersebut ke media sosial. (Unsplash/Connor Hall)

Pri memperkirakan potensi penyelewengan cukup besar mengingat statistik Indonesia berada di posisi teratas di negara paling dermawan dengan skor 69 persen pada 2021. "Itu statistik berdasarkan Charities Aid Foundation (CAF), yayasan yang bergerak di bidang amal dengan jangkauan global," lanjut Pri.

Pri menjelaskan, niat dan rasa ikhlas seringkali ditempatkan secara tidak tepat ketika berdonasi. Orang-orang yang mempunyai motif jahat atau kriminal sering memanipulasi dua hal ini untuk memperalat para donatur. Akibatnya bantuan masyarakat tak sampai ke mereka yang benar-benar membutuhkan.

Untuk menghindari penyelewengan, Pri dan Garnadi rutin membuat konten di berbagai kanal media sosial, yakni Instagram (@cerdasberdonasi), TikTok (@cerdasberdonasi), Twitter (@cerdasberdonasi), dan Facebook Fanpage (Cerdas Berdonasi).

"Sayang sekali kalau niat mulia untuk membantu sesama ternyata tak sampai ke tangan si penerima," ujar Pri.

Tapi sikap teliti dan waspada bukan sama sekali bertujuan bikin kegiatan donasi dan lembaga donasi jadi pasti buruk dan korup. Melainkan ikhtiar untuk menjamin dana tersebut sampai ke orang yang tepat.

Baca juga:

BNPT Sebut Wilayah Cirebon Rawan Terorisme

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Beberapa Makanan Ini Bisa Menghindarimu dari Mabuk
Fun
Beberapa Makanan Ini Bisa Menghindarimu dari Mabuk

Kamu bisa menghidrasi tubuh dengan minum air yang banyak sebelumnya atau ...

Sering Dianggap Sama, Yakitori dan Sate Ayam Ternyata Berbeda
Fun
Sering Dianggap Sama, Yakitori dan Sate Ayam Ternyata Berbeda

Kamu bisa membuat yakitori dan sate ayam di rumah.

Balon Udara Berbentuk Kepala Vincent Van Gogh Menghiasi Langit Los Angeles
Fun
Balon Udara Berbentuk Kepala Vincent Van Gogh Menghiasi Langit Los Angeles

Diterbangkan untuk menghormati acara seni imersif yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Tiru Pawang Hujan, Fabio Quartararo Jadi Aktor Terbaik Oscar 2022 Versi MotoGP
ShowBiz
Tiru Pawang Hujan, Fabio Quartararo Jadi Aktor Terbaik Oscar 2022 Versi MotoGP

Aksi Fabio Quartararo sempat viral ketika menirukan gaya Rara Istiati.

Mengintip Daftar Negara dengan Penanganan COVID-19 Terburuk
Fun
Mengintip Daftar Negara dengan Penanganan COVID-19 Terburuk

Untuk posisi pertama ditempati oleh Uni Emirate Arab.

Mengintip Kandungan Shisha dan Dampaknya Bagi Kesehatan
Fun
Mengintip Kandungan Shisha dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Tampilan shisha bisa berupa pena, stik, atau bahkan perangkat USB.

Bawa Semangat Pemberdayaan Perempuan Indonesia, Boemi Botanicals Gelar 'Wanita Bisa'
Fun
Steve Aoki Gandeng Kaaze, Rilis Lagu Dance Musim Panas 'Whole Again'
ShowBiz
Steve Aoki Gandeng Kaaze, Rilis Lagu Dance Musim Panas 'Whole Again'

Whole Again juga turut menggandeng John Martin.

Apresiasi Kreasi Indonesia Bantu Pelaku Ekraf Merdesa
Hiburan & Gaya Hidup
Apresiasi Kreasi Indonesia Bantu Pelaku Ekraf Merdesa

Libatkan produk kreatif masyarakat dari berbagai kota di Indonesia.