Sepak Terjang Djoko Tjandra Buka Borok Penegak Hukum Foto terbaru Djoko Tjandra saat tertangkap. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Sepak terjang Djoko Tjandra dianggap membuka borok penegak hukum di tanah air. Apalagi dengan terbongkarnya dugaan permainan oknum aparat dalam perkara terpidana kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia terkait pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali itu.

"Kasus ini memberi banyak pelajaran penting yang bisa diambil, seperti rangkaian proses penanganan. Namun di sisi lain, kasus tersebut menjadi potret amburadulnya hukum di negeri kita," kata Politikus PKS Mardani Ali Sera, dikutip dari cuitannya, Jumat (7/8).

Baca Juga

Akhir Pelarian Buron Kakap Djoko Tjandra

Mardani berharap agar sejumlah penjahat/koruptor lain yang kabur dari Indonesia termasuk yang buron di dalam negeri harus dikejar dan diungkap. Kepolisian juga harus mengejar otak penyerangan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan. "Ini bisa merusak citra penegak hukum karena tidak mampu melindungi sesama aparat penegak hukum," tegas dia.

djoko tjandra
Ilustrasi - Tangkapan layar hasil identifikasi kecocokan wajah Djoko Tjandra oleh Inafis Bareskrim (Antara/Istimewa)

Menurutnya, kasus Djoko Tjandra merupakan masalah extraordinary, maka penting untuk mendukung komisi III agar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Djoko Tjandra. Sebagai info, pihaknya mengaku di masa reses tidak diperbolehkan untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak terkait.

"Pembahasan RUU Omnibus Law saja bisa dilakukan saat reses. Mengapa untuk Djoko Tjandra tidak bisa? Padahal kasus ini amat mendesak untuk dituntaskan. Publik menunggu jawaban dan DPR sebagai representasi Rumah Rakyat, sangat layak membahasnya segera," jelas anggota DPR ini.

Baca Juga:

Kasus Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra Naik Penyidikan, Bakal Ada Tersangka Baru?

Kejagung Belum Libatkan KPK Usut Aliran Uang Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki

Mardani berharap, jangan sampai kasus Djoko Tjandra menunjukkan amburadulnya penataan negara dari level rendah sampai level tertinggi. Hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas amat terlihat. "Tidak ada negara yang maju tapi tidak tegas dan jelas penegakan hukumnya," sambung dia.

Yang teranyar, Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono memastikan bahwa kasus dugaan penghapusan red notice buronan Djoko Tjandra telah dinaikkan ke tahap penyidikan. "Setelah melaksanakan kegiatan penyelidikan, digelarkan, dan sekarang sudah naik sidik," kata Argo.

Dokumen Foto Djoko Tjandra. Foto: ANTARA

Argo mengatakan, bahwa penyidik telah memeriksa sekitar 15 saksi terkait perkara tersebut. Mabes Polri juga telah menggandeng PPATK untuk mengetahui dugaan aliran dana.

"Jadi konstruksi hukum terhadap tindak pidana yang dipersangkakan adalah dugaan penerimaan hadiah oleh penyelenggara negara terkait penghapusan red notice atas nama Djoko Sugiarto Tjandra sekitar bulan Mei 2020 sampai Juni 2020," jelas dia.

Namun, Argo belum mau merinci pihak mana saja yang terlibat dalam kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra. Dia hanya menjelaskan mereka akan dijerat dengan paal UU Tindak Pidana Korupsi dan KUHP. "Tentunya ditahap penyidikan ini adalah serangkaian penyidik untuk mencari pelakunya," tutup dia. (Knu)

Baca Juga:

KPK Diminta Proaktif Usut Dugaan Suap Skandal Pelarian Djoko Tjandra

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemensos Kembali Kirim Bantuan ke NTT
Indonesia
Kemensos Kembali Kirim Bantuan ke NTT

Saat ini, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah bahan makanan, obat-obatan dan alat berat untuk proses evakuasi.

10 Perusuh yang Diamankan Saat Demo Tolak Cipta Kerja Positif COVID-19
Indonesia
10 Perusuh yang Diamankan Saat Demo Tolak Cipta Kerja Positif COVID-19

10 orang tersebut telah diserahkan ke fasilitas isolasi di Pademangan, Jakarta Utara

KKP Hentikan Sementara Penerbitan Surat Ekspor Benur
Indonesia
KKP Hentikan Sementara Penerbitan Surat Ekspor Benur

KKP menghentikan sementara penerbitan surat penetapan waktu pengeluaran (SPWP) terkait ekspor benih lobster atau benur.

70 Ribu Lebih Pasien Sembuh dari COVID-19 di RSD Wisma Atlet
Indonesia
70 Ribu Lebih Pasien Sembuh dari COVID-19 di RSD Wisma Atlet

Rekapitulasi pasien sejak 23 Maret 2020 untuk pasien yang berada di Tower 4, 5, 6 dan 7, terjadi penambahan angka kesembuhan sebesar 304 orang

Aparat Gabungan Buru Pelaku Pembakaran Helikopter di Ilaga
Indonesia
Aparat Gabungan Buru Pelaku Pembakaran Helikopter di Ilaga

Aparat gabungan TNI/Polri memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pelaku pembakaran helikopter cooper yang terparkir di bandara Aminggaru Ilaga Kabupaten Puncak, pada Minggu (11/4) malam WIT.

Baru 4,2 Juta Orang Lapor Pajak Secara Daring
Indonesia
Baru 4,2 Juta Orang Lapor Pajak Secara Daring

Penyampaian SPT Tahunan PPh WP OP dengan tahun pajak 2020 akan berakhir pada 31 Maret 2021 sedangkan WP Badan pada 30 April 2021.

Mau Vaksin Sinovac atau Nunggu Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca? Ini Jawaban Ahli
Indonesia
Mau Vaksin Sinovac atau Nunggu Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca? Ini Jawaban Ahli

Masyarakat diminta tidak ragu dengan vaksin Sinovac buatan Tiongkok. Vaksin ini sudah terbukti secara ilmiah dan mampu menghasilkan antibodi yang bisa menangkal virus corona.

6 Ribu Orang Sudah Keluar Jakarta Gunakan Kereta
Indonesia
6 Ribu Orang Sudah Keluar Jakarta Gunakan Kereta

Menjelang Natal 2020, ribuan orang telah melakukan perjalanan ke daerah tujuan dengan moda kereta api.

Kementerian ATR Copot 10 Pejabat BPN
Indonesia
Kementerian ATR Copot 10 Pejabat BPN

Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) mencopot 10 pejabat BPN DKI Jakarta

Belgia Izinkan Suporter Nonton di Stadion Mulai 11 September
Dunia
Belgia Izinkan Suporter Nonton di Stadion Mulai 11 September

Jumlah penonton yang diperbolehkan hadir untuk menyaksikan laga klub kesayangannya di setiap stadion berbeda-beda.