Sepak Terjang Ayatollah Ali Khamenei 38 Tahun Pimpin Iran, Gugur di Ujung Rudal

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 02 Maret 2026
Sepak Terjang Ayatollah Ali Khamenei 38 Tahun Pimpin Iran, Gugur di Ujung Rudal

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. ANTARA/Andolu Ajansi/pri.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Teheran terguncang. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel akhir pekan lalu.

Wafatnya tokoh berusia 86 tahun itu menutup babak panjang kepemimpinan selama lebih dari tiga dekade di Republik Islam Iran

Anak Didik Pencentus Revolusi Iran

Ali Khamenei lahir di Mashhad, Iran timur laut, pada 19 April 1939. Dia menempuh pendidikan agama di Qom dan menjadi murid Ruhollah Khomeini, pencetus Revolusi Islam 1979.

Setelah Revolusi Islam menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi pada 1979, Khamenei masuk lingkaran kekuasaan berkat kedekatannya dengan Khomeini.

Baca juga:

Ali Khamenei dan Petinggi Meninggal, Menlu Iran Tegaskan Kemampuan Militer Tidak Berubah

Selamat dari Pembunuhan Jadi Presiden

Pada 27 Juni 1981, Ali Khamenei lolos dari percobaan pembunuhan saat berkhutbah di sebuah masjid di Teheran. Dia terkena ledakan dari sebuah alat perekam yang diletakkan di mimbar yang memicu kelumpuhan di tangan kanannya.

Khamenei kemudian terpilih sebagai Presiden Iran dalam pemilihan umum pada November 1981. Semasa menjabat sebagai presiden, Ali Khamenei memimpin Iran di tengah perang melawan Irak.

Sepak Terjang Ali Khamenei 38 Tahun Berkuasa

Setelah wafatnya Ruhollah Khomeini pada 1989, Majelis Ahli Iran setuju menunjuk Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.

Selama memimpin Iran, Khamenei berhasil mengonsolidasikan kekuasaan politik, agama, militer, pengadilan, hingga kebijakan luar negeri, sekaligus pelopor “Poros Perlawanan” (Axis of Resistance) untuk melawan AS dan Israel.

Kelompok bersenjata seperti Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman sebagai sekutu di Poros Perlawanan, Khamenei menjadi tokoh kunci yang menentukan posisi Iran dalam konflik di Timur Tengah.

Baca juga:

China Murka Rudal AS-Israel Tewaskan Ali Khamenei, Sebut Pelanggaran Kedaulatan

Untuk mengatasi masalah ekonomi akibat sanksi berat dari Barat, Khamenei mendorong konsep “ekonomi perlawanan” yang meliputi peningkatan produksi domestik, pengurangan ketergantungan ekspor minyak, dan mendorong pengembangan berdikari dari pengaruh Barat.

Khamenei terus mendukung pengembangan nuklir Iran sebagai simbol kedaulatan ilmiah dan kekuatan nasional. Namun, dia menolak senjata nuklir dan mengumumkan sebuah fatwa yang melarang pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

Demi meredakan sanksi internasional, Iran bersama lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Uni Eropa berhasil menyepakati Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada 2015.

JCPOA menegaskan komitmen pencabutan sanksi Barat sebagai timbal balik atas komitmen Iran mengurangi intensitas pengembangan nuklirnya.

Namun, kesepakatan itu pupus di tengah jalan menyusul keputusan AS, di masa kepemimpinan pertama Trump, menarik diri pada 2018 dan kembali memberlakukan sanksi penuh terhadap Iran. Pada 2025, Pemerintah Iran pun menyatakan mundur dari JCPOA.

Baca juga:

Media Iran Konfirmasi Ayatollah Ali Khamenei Tewas

Gugur di Ujung Rudal

Kepemimpinan Khamenei juga tak luput dari pergolakan sipil, seperti unjuk rasa pascapemilu 2009, kemudian protes 2019—2020, protes Mahsa Amini 2022, serta unjuk rasa terbaru yang bermula Desember 2025, yang menjadi pintu masuk serangan militer di bawah komando Presiden Trump

Usai 36 tahun memimpin Iran sebagai Pemimpin Tertinggi yang bertugas memandu keberlanjutan Revolusi Islam sejak 1979, Ali Khamenei gugur di ujung rudal milik negeri Paman Sam. (*)

#Ayatollah Ali Khamenei #Iran #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - 2 jam, 5 menit lalu
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Bagikan