Sepak Terjang Aman Abdurrahman, Idola Napiter Rusuh Brimob yang Dituntut Mati Terdakwa Aman Abdurrahman. Foto: Antara

MerahPutih.com - Terdakwa aktor bom Thamrin, Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, dituntut vonis hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini.

"Menuntut majelis hakim menjatuhkan tuntutan pidana hukuman mati kepada terdakwa Aman Abdurrahman," kata JPU Anita saat sidang terdakwa Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, seperti dilansir Antara, Jumat (18/5).

Terdakwa kasus teror bom Thamrin Aman Abdurrahman/ANT/Reno Esnir

Aman dianggap pihak bertanggung jawab saat aksi teror di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, yang menewaskan sejumlah orang dan menjadi aktor utama beberapa serangan lain di Indonesia. Jaksa juga meminta majelis hakim memberikan kompensasi bagi para korban akibat serangan teror Aman.

Panutan Napi Teroris Mako Brimob

Tahanan teroris dibawa menggunakan bus seusai penyergapan pascakerusuhan di rutan cabang Salemba, Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Nama Aman Abdurrahman kembali mencuat dalam peristiwa kerusuhan di rutan cabang Salemba di kompleks Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, pekan lalu yang menewaskan lima polisi dan satu napi teroris. Polri mengakui ratusan narapidana teroris yang sempat menguasai Rutan Brimob sejak Selasa (8/5) hingga Kamis pagi menuntut bertemu Aman.

Menurut Setyo, pertemuan itu nyatanya sudah sempat terpenuhi. Para napi itu menganggap Aman sebagai panutan mereka. "Kalau dibilang ada hubungan dengan Aman, memang ada tuntutan itu," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, kepada wartawan Kamis (10/5) pekan lalu.

Tuntutan Ditunda karena Rusuh Brimob

Sejumlah karangan bunga terpajang di depan Mako Brimob pasca insiden kerusuhan antara petugas kepolisian dan narapidana teroris di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Pengacara Aman, Asrudin Hatjani, membenarkan kliennya ditahan di rutan Kompleks Mako Brimob, meskipun tidak dijadikan satu dengan lokasi blok yang terjadi kerusuhan. Kini ratusan napi teroris itu sudah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Sebaliknya, Aman sendiri masih ditahan di Mako Brimob karena harus menjalani sidang tuntutan dan vonis di PN Jaksel.

Bahkan, sidang tuntutan Aman yang awalnya dijadwalkan Jumat (11/5) pekan lalu sempat ditunda pascarusuh Mako Brimob pekan lalu. Jaksa meminta agar majelis hakim PN Jaksel menunda sidang tuntutan Aman karena ada kendala teknis selama sepekan hingga hari ini. "Karena suasana belum kondusif dengan adanya kerusuhan di Mako Brimob," kata Asrudin, saat dikonfirmasi kala itu.

Residivis Kasus Teroris

aman teroris
Aman Abdurrahman. Foto: Getty Images


Tersandung kasus teroris bukan yang pertama kali bagi pria yang disebut sebagai Pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu. Aman pernah ditahan sembilan tahun di Lapas Nusa Kambangan. Dia pertama kali divonis tujuh tahun bui dalam kasus bom rakitan yang meledak di rumah kontrakannya, Kampung Sindang Rasa, Kelurahan Suka Maju, Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada 2004.

Aman kembali tersandung kasus terorisme setelah terlibat dalam pelatihan militer di Jalin Jantho, Aceh Besar pada 2010. Pengadilan pun memvonis Oman dengan pidana sembilan tahun penjara. Tahun 2017, dia sempat menghirup udara bebas karena mendapat pemotongan masa tahanan lima bulan.

Otak 5 Aksi Teroris

bom thamri
Teror Bom Thamrin 2016. Foto: Antara


Namun, polisi kembali menangkap Aman pada 18 Agustus 2017 sebagai tersangka kasus bom Thamrin yang menewaskan delapan orang dan melukai 25 orang lainnya. Tak hanya aksi bom Thamrin, Jaksa juga menjerat Aman dengan sejumlah kasus teroris sejak 2009 ketika dirinya masih mendekam dalam penjara.

Total ada lima tindak kejahatan terorisme. Aman disebut menjadi otak di balik serangan bom Gereja Oikumene di Samarinda pada 2016, Bom Thamrin 2016, dan Bom di Terminal Kampung Melayu 2017.

Terakhir, Aman juga disebut menjadi otak penembakan terhadap personel Kepolisian di Bima, NTB, pada 11 September 2017. Aksi dilakukan oleh Muhammad Ikbal Tanjung alias Usamah yang mengaku terinspirasi oleh Aman. "Dia aktor intelektual di semua teror itu, peristiwa yang mengakibatkan korban meninggal," ujar JPU Anita Dewayani. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH