Sepak Bola Ajang Pemersatu Bangsa Harus Merenggut Banyak Korban Jiwa Jenazah korban tragedi Kanjuruhan. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Tragedi sepak bola di tanah air kerap berulang. Bahkan, kali ini korban yang meninggal dunia saat kericuhan usai pertandingan Arema versus Persebaya yang menelan ratusan korban jiwa.

Penjaga gawang Persib, I Made Wirawan mengaku sangat bersedih atas insiden kerusuhan yang terjadi di Malang. Made sangat menyesalkan karena korban jiwa kembali harus jatuh di dunia sepak bola Indonesia.

Baca Juga:

PSSI Lakukan Lobi Agar Indonesia Terhindar Sanksi FIFA

"Pertama tentu saya ingin menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk semua korban. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan keikhlasan," ucap Made di Bandung, Minggu (2/10).

Kiper bernomor punggung 15 tersebut sangat berharap tragedi Malang ini merupakan peristiwa kelam terakhir yang menimpa persepakbolaan Indonesia.

"Mari jadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran untuk kita semua. Mari kita berdoa agar ke depan tidak ada lagi korban di sepak bola," ujar Made.

Pernyataan serupa disampaikan bek Persib, Achmad Jufriyanto yang sangat berduka atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022 malam. Jupe — sapaan akrab Achmad Jufriyanto — juga menyesalkan peristiwa kelam harus kembali terjadi di sepakbola Indonesia.

Ia mengaku kesal karena sepak bola yang seharusnya menjadi ajang pemersatu bangsa harus merenggut banyak korban jiwa.

"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya buat Arema FC dan Aremania. Lagi-lagi sepakbola Indonesia berduka. Mau sampai kapan? Harus ada yang bertanggung jawab atas insiden ini,” tegas Jupe.

Jupe menyesalkan karena tragedi seperti ini tentunya akan merugikan banyak pihak. Ia berharap peristiwa ini bisa menjadi cambuk dan pembelajaran bagi semua pihak agar bisa berbenah.

"Jangan sampai sepak bola kita yang sedang beranjak bangkit harus terpuruk dengan hal-hal seperti ini. Sepakbola seharusnya merupakan hiburan bagi kita semua, bukan kuburan. Semoga tidak ada terulang kembali kejadian seperti ini," katanya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Polisi Tidak Ingin Buru-buru Sipulkan Penggunaan Gas Air Mata Saat Tragedi Kanjuruhan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Staf BPN hingga Mantan Camat di Kota Serang Bekerja Sama Jadi Mafia Tanah
Indonesia
Staf BPN hingga Mantan Camat di Kota Serang Bekerja Sama Jadi Mafia Tanah

Kesepuluh tersangka berinisial MH, RD, ID, SB, SA, JD, HS, SD, AH, dan HW. Tersangka MH merupakan mantan kepala desa dan camat Desa Bendung, Serang. Sedangkan, RD adalah petugas ukur BPN Serang.

Aksi DPC Gerindra Jaktim Tuntut Pemecatan M Taufik Berbuntut Panjang
Indonesia
Aksi DPC Gerindra Jaktim Tuntut Pemecatan M Taufik Berbuntut Panjang

Manuver politik DPC Gerindra Jaktim yang menggugat Prabowo lantaran tidak segera mendepak Taufik dari partai tidak beralasan.

Demokrat Dorong Pembahasan RKUHP Terbuka untuk Publik
Indonesia
Demokrat Dorong Pembahasan RKUHP Terbuka untuk Publik

Fraksi Partai Demokrat DPR RI memastikan akan mendorong pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di parlemen untuk dibuka kepada publik secara luas.

Demo Berakhir dengan Penangkapan 3 Warga, Aktivitas Wisata Labuan Bajo Kembali Normal
Indonesia
Demo Berakhir dengan Penangkapan 3 Warga, Aktivitas Wisata Labuan Bajo Kembali Normal

Demonstrasi pelaku pariwisata sebagai aksi protes kenaikan harga tarif masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar sebesar Rp 3,7 juta per orang.

Mahasiswa Kembali Demo Kenaikan BBM, Ajukan 5 Tuntutan untuk Pemerintah
Indonesia
Mahasiswa Kembali Demo Kenaikan BBM, Ajukan 5 Tuntutan untuk Pemerintah

Aksi massa untuk menyampaikan pendapatnya kembali bergulir. Kali ini, Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berunjuk rasa.

Tersangka Penembak Mantan PM Shinzo Abe Eks Pasukan Bela Diri Jepang
Indonesia
Tersangka Penembak Mantan PM Shinzo Abe Eks Pasukan Bela Diri Jepang

Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ditembak seorang pria berusia 41 tahun, saat menyampaikan pidato di Stasiun Yamatosaidaiji, Kota Nara, Jumat (8/7) pagi.

Pasien Rawat Inap di RSDC Wisma Atlet Berkurang 11 Orang
Indonesia
Pasien Rawat Inap di RSDC Wisma Atlet Berkurang 11 Orang

Aris juga menerangkan perkembangan jumlah pasien repatriasi atau pemulangan kembali pekerja migran Indonesia (PMI)

Pemerintah Akan Terbitkan Aturan Ganti Rugi Ternak Mati Akibat PMK
Indonesia
Pemerintah Akan Terbitkan Aturan Ganti Rugi Ternak Mati Akibat PMK

Koordinator Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan PMK, Wiku Adisasmito mengatakan, bahwa pemerintah segera menerbitkan aturan mengenai pemberian ganti rugi kepada peternak yang hewan ternaknya mati karena terserang PMK.

Varian Omicron Terdeteksi, Legislator PDIP Usul Aturan Nataru Diubah
Indonesia
Varian Omicron Terdeteksi, Legislator PDIP Usul Aturan Nataru Diubah

"Dengan ditemukannya varian omicron ini, kita mendorong ada perubahan aturan pada libur ataru nanti. Mungkin larangan mudik menjadi salah satu cara antisipasi agar varian ini tidak menyebar,” kata Rahmad dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/12).

Emmanuel Macron Dilantik Sebagai Presiden Prancis Periode Kedua
Dunia
Emmanuel Macron Dilantik Sebagai Presiden Prancis Periode Kedua

Emmanuel Macron dilantik sebagai Presiden Prancis untuk jabatan periode kedua di Istana Elysee, Sabtu (7/4) waktu setempat.