Sentuhan Eropa pada Cheongsam Cheongsam tampil modern dengan sentuhan gaya Barat. (foto: pinterest)

TAHUN Baru Imlek datang sebentar lagi. Masyarakat Indonesia keturunan Tionghoa pun sibuk memilih kostum terbaik untuk dikenakan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Masyarakat keturunan Tionghoa pun kerap membeli pakaian baru saat tahun baru nanti.

"Memakai baju baru saat Tahun Baru Imlek menyimbolkan kehidupan baru dan semangat baru di tahun Anjing Tanah," ujar ahli fengsui, Suhu Yo.

Pakaian untuk Tahun Baru Imlek selalu identik dengan dress berkerah tinggi. Meski gaun yang disebut cheongsam tersebut menjadi ciri khas dalam perayaan Tahun Baru Imlek, Sebastian Gunawan piawai memberi sentuhan berbeda.

Dalam menyambut Tahun Baru Imlek, ia mengeluarkan koleksi terbaru rancangannya. Namun, cheongsam yang ia keluarkan berbeda dari cheongsam pada umumnya. Meski tetap mempertahankan kerah tinggi, pria yang kerap disapa Seba itu memodifikasi cheongsam karyanya.

"Sama seperti kebaya yang sudah bertransformasi menjadi kebaya modern. Cheongsam juga harus mengikuti zaman supaya orang enggak bosan dengan model yang itu-itu saja," tuturnya.

Salah satu model cheongsam modern, yakni dengan memberi sentuhan nuansa Eropa. Menurut Seba, dengan membuat cheongsam berkerah tinggi ala Tiongkok dan cutting baju khas Eropa membuat penampilan fresh di Tahun Baru Imlek nanti. Dalam salah satu koleksinya, Seba bahkan memasukkan unsur pakaian tradisional Belanda di cheongsam buatannya.

cheongsam Sebastian Gunawan
Sebastian Gunawan memberikan sentuhan Eropa pada cheongsam. (foto: koleksi Sebastian Gunawan)

Ia juga menyarankan bahwa kita perlu berani dalam bermain warna. "Kita juga bisa main di warna. Walaupun identik dengan merah, tidak menutup kemungkinan penggunaan warna lain," terangnya.(Avi)

Kredit : iftinavia


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH