Senjakala Kapal Ikonik Pelayaran Riau KM Jelatik 8 di Tangan TNI AL KM Jelatik, kapal ikonik pelayaran di Riau. Foto: Antara

MerahPutih.com - Pangkalan TNI AL Dumai, Provinsi Riau, menghentikan pelayaran kapal kayu ikonik KM Jelatik 8 di Provinsi Riau karena melakukan pelanggaran yang membahayakan penumpang.

"Salah satu pelanggarannya adalah mengangkut jumlah penumpang melebihi kapasitas dan ada yang tidak tercatat pada manifes. Saat diperiksa, jumlah penumpang ada 237 orang, sedangkan yang tercatat dimanifes hanya 113 orang," kata Komandan Pangkalan TNI-AL (Lanal) Dumai, Kolonel Laut (E) Yose Aldino di Pekanbaru, Rabu (11/7).

Yose Aldino menjelaskan, Lanal Dumai awalnya mendapat informasi dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran kapal kayu tersebut. Kemudian, Lanal Dumai mengerahkan KRI Pulau Rusa untuk menghentikan KM Jelatik 8 di perairan Kuala Siak dan menemukan pelanggaran-pelanggaran pada Selasa (10/7).

KM Jelatik
KM Jelatik, kapal ikonik pelayaran di Riau. Foto: Antara

Kapal tersebut membawa muatan berlebih dari kapasitas seharusnya hanya mampu membawa 165 orang. Jaket pelampung dan peralatan navigasi di kapal tersebut dalam kondisi tidak lengkap bahkan ada yang rusak.

Dalam pelayaran itu juga ada barang-barang yang tidak tercantum di manifes, yakni suplemen, kosmetika hingga sekardus penuh laptop bekas. KRI Pulau Rusa kemudian mengawal KM Jelatik 8 untuk dilabuhkan di Pelabuhan Sungai Duku, Pekanbaru. "KM Jelatik 8 tidak boleh beroperasi sampai selesai proses hukum," tegas dia, dilansir Antara.

Kapal Jelatik merupakan kapal kayu terkenal di Provinsi Riau yang melayani rute Pelabuhan Sei Duku, Pekanbaru, ke Pelabuhan Selat Panjang di Kabupaten Kepulauan Meranti. Armada Jelatik sudah ada sejak puluhan tahun lalu, dan mampu bertahan dalam persaingan bisnis melawan kapal cepat berbahan fiber.

Kapal ini punya bentuk unik karena tidak ada kursi penumpang, hanya papan dibuat dipan panjang untuk duduk bersama dan ada bilik-bilik yang juga tanpa kursi. Kapal ini juga punya jendela-jendela kecil yang membuat Jelatik sekilas seperti sarang burung kalau dilihat dari luar. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH