Sengketa Tanah, Lotte Mart Diblokir Kuasa hukum ahli waris, Masrur Safi'i Ginting di Bekasi Timur, Selasa (23/5). (Istimewa)

Sengketa tanah berujung pada pemblokiran Lotte Mart, Rawapanjang, Bekasi Timur. Dengan menggunakan tumpukan ban mobil bekas dan spanduk berukuran kurang lebih 3x5 meter, akses pintu utama menuju pusat perbelanjaan tersebut menjadi terhalang.

Pemblokiran sudah berlangsung sejak Kamis (18/5). Sejauh ini, ternyata pihak ahli waris melakukan penjagaan dengan menempatkan beberapa orang untuk melarang segala bentuk kegiatan.

"Sabtu-Minggu operasional dan sejak Senin sampai sekarang kami tutup kembali. Karena tidak mengindahkan apa yang kami tuntut ke Lotte Mart," kata kuasa hukum ahli waris, Masrur Safi'i Ginting di Bekasi Timur, Selasa (23/5).

Sejak 2011, lanjut Masrur, lahan seluas 9935 meter itu status dimiliki Usman Karim sebagai pemilik sah berdasarkan keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Sedangkan saat ini, dikatakannya ahli waris menuntut Lotte Mart agar melakukan pembayaran senilai Rp20 miliar sebagai bentuk pembiayaan sewa lahan. Sebab, tercatat Lotte Mart menyewa lahan sejak tahun 2005 hingga 2017.

"Selama belum ada kesepakatan dari pihak mereka, tetep lahan kami tutup, dan tidak ada lagi bentuk aktivitas atau kegiatan jual-beli. Jadi, kejelasannya meraka harus bertanggung jawab, adapun mereka menginginkan mediasi sudah tidak ada lagi," tegasnya.


Dia juga mengaku selama ini pihaknya telah berulang kali melakukan mediasi dengan pihak Lotte Mart, mediasi belum sampai kepada jajaran direksi.

"Jika ditanya berapa kali kami mediasi, kami juga pusing ngitungnya berapa kali. Kami sudah lama sejak sebelum dilakukan somasi pertama dan kedua itu. Kami dua bulan sebelumnya sudah melakukan pertemuan, tetep didiamkan" katanya. (Ayp)


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH