Sengit dan Menegangkan! Persaingan 6 Brewers di Babak final IBrC Shayla Phillpa, salah satu finalis IBrC (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MENYAMBUT sabtu pagi yang cerah, kompetisi Indonesia Brewers Cup Championship (IBrC) di Indonesia Coffee Events (ICE) 2020, Gedung Smesco, Jakarta Selatan, telah memasuki hari ke-4, Sabtu (15/2). Ajang untuk mencari barista atau brewers terbaik ini telah memasuki babak final. Dimulai sejak pukul 09.35 WIB, babak final IBrC ini dibuka dengan penampilan dari salah satu brewers yang pernah memenangkan IBrC pada 2017 lalu, Harison Chandra.

Mengenakan kemeja semi formal berwarna putih dan celana hitam serta dibaluti apron bewarna hitam polos, Harison terlihat sangat tangguh. Ia siap menaklukan hati para juri dengan kopi yang disajikannya. Diiringi lagu lagu Forever Being (Petit Biscuit), Harison mulai mempersiapkan semua peralatan yang akan digunakannya.

Baca juga:

Mikael Jasin Optimis Sabet Gelar Juara IBC 2020

Walaupun jantung terasa berdebar lebih kencang, barista lulusan Teknik Kimia dan Metalurgi ini berusaha menghilangkan rasa gugupnya dengan tetap melemparkan senyumnya kepada penonton sambil sesekali merapihkan rambutnya. Menggunakan beans finca geisha, Harison terlihat sangat lihai dalam mempresentasikan kopi yang disajikannya dalam bahasa inggris.

Untuk bisa tampil maksimal Harison mengatakan telah melakukan persiapan selama satu bulan setengah,"persiapan untuk acara ini lumayan makan waktu banyak, sekitar satu bulan setengah saya harus mencari peralatannya dan kopi yang saya butuhkan," ujar Harison kepada merahputih.com.

Harison menjadi penampil pembuka di babak final IBrC (Foto: MP/Bela)

Setalah penampilan Harison, kompetisi ini dilanjutkan dengan salah satu peserta perempuan, Monika Zendrato. Ia mengenakan kaos hitam polos yang dipadukan dengan celana bermotif batik warna ungu. Ditambah apron berwarna denim dengan sedikit sentuhan warna cokelat, membuat brewers ini terlihat sangat mempesona. "Untuk mencapai titik ini pastinya sangat lengah tapi juga rada sedikit nervous," kata Monika.

Meski merasa gugup, Monika berhasil mempresentasikan kopi dengan pilihan beans geisha panama yang disajikannya dengan sangat sempurna. Sesekali brewers berambut pendek ini ikut bergoyang mengikuti irama lagu Kindness (HNNY) yang membuat para juri tersenyum tipis melihat aksinya.

Antusias penonton kembali memeriahkan gedung Smesco untuk menyambut penampilan peserta ketiga IBrC, Santoso Ardiansyah. Memiliki segudang prestasi, aksi Santoso Ardiansyah telah dinantikan para penggemarnya sejak acara ini dimulai. Selalu melemparkan senyumannya kepada penonton, Santoso terlihat sangat tenang dalam mempersiapkan semua peralatannya hingga mempresentasikan kopi yang disajikannya.

Santoso menceritakan bagaimana ia menyajikan kopi yang sangat spesial dengan menggunakan barang-barang yang simpel dihadapan para juri. Menggunakan beans finca deborah panama, brewers yang pernah memenangkan Battle of Brewers (BOB) ini juga menjelaskan takaran kopi yang dibuatnya sembari menuangkan kopi ke cangkir para juri.

Persaingan para brewer semakin panas (Foto: side.id/Andhika)

Untuk menyajikan kopinya pun Santoso mengenakan gelas khusus, "Saya telah menyediakan gelas khusus untuk meningkatkan experiences para juri saat menikmati kopi yang akan saya sajikan,” ujar santoso. Dirinya menggunakan bahasa Indonesia saat menyampaikan presentasinya.

Ajang pencarian barista dan brewers terbaik ini dilanjutkan dengan peserta keempat, Christian Lie. Bukan brewers biasa, Christian Lie juga pernah menjadi salah satu finalis IBrC pada 2018 lalu. Untuk mengiringi penampilannya, Christian memilih beragam lagu seperti instrumental dari lagu Frozen, Do you wanna build a snowman, lagu dari Dj Cam, Hey Love dan dari 92914, yang berjudul Koh.

Pembawaannya yang sangat santai, Christian Lie terlihat sangat percaya diri untuk mempresentasikan kopi yang disajikannya dihadapan para juri. Berbeda dengan peserta pria lainnya, dalam kesempatan ini Christian tampil mengenakan kaos berwarna putih, celana jeans hitam dan sneakers hitam dari salah satu brand ternama, Adidas. Tak lupa, tubuhnya dibaluti apron berwarna hijau lumut yang membuat tampilannya terkesan lebih santai dari pada peserta lainnya.

Shayla Phillpa menutup babak final IBrC (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Meski baru pertama kali mengikuti perlombaan di ICE 2020, Oki Seto Herusatmoko pernah mengikuti kompetisi kopi lainnya. Walaupun begitu, menjadi salah satu peserta yang pertama kali mengikuti ajang ini tak membuat nyali Oki menciut. Justru Oki sangat optimis akan memenangkan IBrC.

Dalam mempresentasikan karyanya, Oki yang merasa gugup, sesekali terlihat menarik nafas panjang untuk membuat dirinya agar tetap tenang dan menghilangkan rasa gugupnya. Agar tampil maksimal, Oki memerlukan waktu sekitar dua bulan. "Untuk mempersiapkan semuanya saya membutuhkan waktu dua bulan, karena saya harus mencari beans yang saya pakai dan juga mempersiapkan materi yang akan disampaikan dihadapan para juri,” ujar Oki.

"It's a good day!” kata Shayla Phillpa, sebagai peserta terakhir IBrC. Pembawaannya yang sangat energik membuat para pengunjung gedung Smesco merapat ke area kompetisi. Sesekali penonton bersorak menyemangati Shayla yang dibalasnya dengan senyuman. Tampil begitu ekspresif, Shayla Phillpa berhasil mempresentasikan karyanya dengan sangat terampil dan mempesona.

Itulah aksi dari ke-6 finalis Ibrc 2020. Siapakah yang akan menjadi pemenang dan mewakili indonesia di kejuaraan dunia nanti? Saksikan kelanjutannya di merahputih.com. (bel)

Baca juga:

Harus Nonton! Saksikan Live Streaming Keseruan Kompetisi Barista dan Brewers Cup di ICE 2020 di merahputih.com



Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH