Sendok Garpu Sukses Populerkan Cita Rasa Indonesia di Australia Makanan khas Indonesia sate. (Foto: Pixabay/saesherra)

ADA banyak tempat makanan khas Indonesia yang suskes di luar negeri. Tak hanya mengenalkan budaya Indonesia, tempat-tempat makanan itu juga sebagai tempat singgah para ekspatriat Indonesia ketika kangen masakan tanah air.

Salah satunya tempat makan Sendok Garpu yang sukses di Australia. Restoran itu kini menjadi partner resmi branding Wonderful Indonesia yang dipopulerkan Kementerian Pariwisata, di Brisbane, Queensland, Australia.

1. Restoran dimulai dengan menyediakan sajian western

Menu sate di Sendok Garpu. (Foto: instagram.com/enriqueacastillo)
Menu sate di Sendok Garpu. (Foto: instagram.com/enriqueacastillo)

Alicia Martino yang menjadi pemilik dan pengelola restoran Sendok Garpu, menuturkan kepada Antara di restorannya di Brisbane, awalnya merintis usaha makanan ringan dan cepat saji seperti burger, sosis, dan sandwich di Australia pada Senin sampai Jumat.

Namun, pada hari tertentu dalam rentang waktu itu, dia menyelipkan menu makanan Indonesia seperti nasi rendang, nasi kari dan nasi goreng.

Lalu, Alicia mencoba untuk menjual makanan terutama melayani umat Kristiani sepulang ibadah hari Minggu yang ingin menikmati makanan. Akhirnya, dia membuka Warung Minggu karena hanya menjual pada hari Minggu.

Namun, karena adanya permintaan pembeli untuk juga buka hari Sabtu, maka Alicia pun menjual makanan khas Indonesia pada hari Sabtu hingga Minggu, sedangkan pada Senin sampai Jumat dia tidak membuka warung makanan.


2. Dari iseng hingga jadi patner Wonderful Indonesia

Kunjungan pejabat Konjen RI ke Sendok Garpu. (Foto: instagram.com/sendok_garpu_brisbane)
Kunjungan pejabat Konjen RI ke Sendok Garpu. (Foto: instagram.com/sendok_garpu_brisbane)

Alicia mengatakan banyak pembeli yang datang ke warung makannya sehingga dia harus membuka tenda sampai ke belakang warung untuk mampu menampung hingga 80 tempat duduk.

Warung tersebut terus berkembang menjajakan masakan Indonesia, bahkan hingga empat tahun, menu makanan pun bertambah banyak seperti mi ayam dan nasi iga.

"Saya niatan awalnya cuma 'I like cooking' (saya suka memasak), terus senang saja, terus kayak punya challenge (tantangan) saja pengin promosikan makanan Indonesia, dan terpilih jadi co-branding partner Wonderful Indonesia, saya tidak pernah menyangka," tuturnya.

3. Mayoritas pelanggan menjadi non Indonesia

Pengunjung berfoto di Sendok Garpu. (Foto: instagram.com/mutiarazka)
Pengunjung berfoto di Sendok Garpu. (Foto: instagram.com/mutiarazka)

Namun, Alicia juga memikirkan untuk memiliki gedung restoran sendiri agar lebih strategis untuk menjual masakan Indonesia.

Perjalanan selama setahun untuk menemukan gedung restoran itu akhirnya membuahkan hasil, dengan membeli gedung restoran bekas masakan Italia di Brisbane dan membuka usaha kuliner Indonesia di gedung itu pada 2014.

"Cari tempat sampai setahun akhirnya dapat (gedung restoran) ini. Ini dulu Italian restaurant (restoran masakan Italia), legend (melegenda), sudah 30 tahun, ini restoran tua, terus pemilik ketiganya itu orang Korea tapi tidak bisa kelola, akhirnya bangkrut, terus kita ambil, terus kita ubah suasananya jadi Indonesia tahun 2014," ujar Alicia.

Kini, pelanggan dari restoran Sendok Garpu di Brisbane merupakan 90 persen berasal dari orang non Indonesia, karena dia memang menargetkan promosi Indonesia lewat kuliner kepada orang non Indonesia.

Restoran Sendok Garpu tersebut buka pada Sabtu hingga Minggu pukul 11.00 pagi hingga 03.00 sore waktu setempat, dan terkhusus hari Rabu hingga Minggu buka untuk makan siang dan makan malam. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Ini Alasan India Jadi Tujuan Bulan Madu Pelancong Dunia


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH