Senator Minta Skandal Harga PCR Diusut Tuntas Petugas kesehatan melakukan tes usap polymerase chain reaction (PCR) COVID-19 pada warga di Jakarta, Selasa (2/11/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

MerahPutih.com - Senator asal Riau, Edwin Pratama Putra, menyorot tajam heboh test PCR yang diulas majalah Tempo edisi 1-7 November 2021. Menyusul keputusan pemerintah 27 Oktober lalu, yang menurunkan harga tes PCR menjadi Rp 275 ribu untuk Jawa Bali dan Rp 300 ribu untuk luar Jawa Bali.

Pengumuman itu menggembirakan sekaligus mengejutkan. Gembira karena turun harga. Terkejut karena membayangkan keuntungan banyak pihak ketika harga PCR Rp 500 ribu, Rp 900 ribu atau di awal pandemi COVID-19 yang mencapai di kisaran Rp 1,5 hingga 2 juta.

Baca Juga

Aturan Naik Mobil 250 KM Lebih Wajib Tes PCR Dihapus, Gantinya 3 Syarat Ini

“Saat Rp 500 ribu saja, keuntungan sudah bisa 150 persen. Padahal kami di Riau, selalu harus PCR untuk keluar masuk ke Jawa atau provinsi lain, ini tentu menjadi pertanyaan besar dan membuat kita bingung, khususnya warga Riau,” kata Edwin dalam keterangannya, Rabu (3/11).

Apalagi, lanjutnya, setelah diungkap oleh Majalah Tempo yang menggambarkan secara lengkap pihak-pihak yang meraup keuntungan dari bisnis yang mewajibkan rakyat tersebut.

“Di majalah Tempo tergambar adanya regulator yang juga bisnis, ini tentu sudah bisa masuk kategori trading influence. Di mana patut diduga ada kolaborasi antara pemburu rente dengan pembuat kebijakan,” ujarnya.

Pimpinan Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI ini mengungkapkan, ketika awal pandemi, harga masker juga sempat dimainkan dengan harga yang sangat tinggi, sehingga rakyat yang dipaksa memakai masker, harus merogoh kocek kemahalan yang luar biasa.

“Tetapi waktu itu polisi melakukan operasi dan menangkap beberapa pedagang dan penimbun. Tetapi terhadap bisnis rapid test hingga PCR, polisi dan aparat hukum tidak bergerak. Menurut saya, sekarang harus bergerak. Selamat bekerja untuk KPK dan Kepolisian, kami rakyat menunggu,” imbuhnya.

Edwin Pratama Putra

Seperti diberitakan, komponen penentuan harga pemeriksaan PCR adalah, jasa dokter, tenaga lab, tenaga ATLM, jasa pengambilan spesimen. Kedua, komponen alat medik habis pakai (hazmat, masker N95, cover kepala, dan lainnya). Ketiga, komponen reagen. Keempat, biaya operasional termasuk administrasi. Dan kelima, keuntungan.

Dari catatan Indonesia Corruption Watch yang dimuat di Majalah Tempo, sejak awal Pandemi hingga penurunan harga bulan lalu, keuntungan yang diraup pengusaha di bisnis ini mencapai sekitar Rp 10,4 triliun.

Dijelaskan Edwin, pihaknya sebagai pimpinan BAP banyak menerima keluhan dan kekecewaan publik terkait masalah ini. Sehingga sudah sewajarnya skandal ini harus diusut. Apalagi fakta penurunan harga bisa terjadi dari angka tertinggi di kisaran Rp 2 juta sampai ke Rp 300 ribu.

Kedua, patut diduga adanya keterlibatan beberapa regulator dalam bisnis ini, sehingga ada konflik kepentingan, atau minimal trading influence. Padahal dalam situasi pandemi, regulator wajib menetapkan harga atau melayani rakyat di tengah pandemi.

Ketiga, Mahkamah Konstitusi telah melakukan koreksi atas UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang imunitas penyelenggara negara dalam belanja penanganan Covid dan pemulihan ekonomi. Sehingga sudah bisa diusut.

“Jadi sekali lagi, saya menyampaikan selamat bekerja kepada KPK dan Kepolisian serta Kejaksaan, kami, rakyat yang patuh terhadap aturan protokol kesehatan, menunggu kerja anda,” pungkas Edwin. (Pon)

Baca Juga

Bisnis Tes PCR Menjamur, Kemenkes: Tanggung Jawab Pemda

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jelang Lengser, Wagub DKI Jakarta Pasrahkan Sosok Penerusnya ke Jokowi
Indonesia
Jelang Lengser, Wagub DKI Jakarta Pasrahkan Sosok Penerusnya ke Jokowi

Ahmad Riza Patria percaya sepenuhnya pada Presiden Joko Widodo soal putusan penunjukan Pj Gubernur.

Pembahasan Tahapan dan Anggaran Pemilu Mundur ke Bulan Mei
Indonesia
Pembahasan Tahapan dan Anggaran Pemilu Mundur ke Bulan Mei

Masih terdapat perbedaan antara pemerintah, DPR dan KPU soal lamanya masa kampanye. DPR mengusulkan 60-70 hari, KPU mengusulkan 120 hari dan pemerintah mengusulkan 90 hari.

3 Titik Unjuk Rasa Tolak Penaikan Harga BBM di Jakarta dan Tangerang
Indonesia
3 Titik Unjuk Rasa Tolak Penaikan Harga BBM di Jakarta dan Tangerang

Dua titik aksi demontrasi berada di Jakarta, yakni Gedung DPR/MPR dan Balai Kota DKI Jakarta. Sedangkan, satu lagi di Tangerang.

Warga Tangerang Selatan Keluhkan Kebijakan Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi
Indonesia
Warga Tangerang Selatan Keluhkan Kebijakan Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi

Sejumlah warga di Pasar Ceger, Pondok Aren, Tangerang Selatan misalnya, belum banyak yang mengetahui skema pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR) menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Hasil Korupsi Diparkir di Singapura, Satu Negara di Luar Asia Siap Serahkan Aset Asabri
Indonesia
Hasil Korupsi Diparkir di Singapura, Satu Negara di Luar Asia Siap Serahkan Aset Asabri

Selain mengejar aset terdakwa dan tersangka di luar negeri. Penyidik fokus penyitaan aset yang ada di dalam negeri.

Kemendagri Siapkan Data Awal Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem
Indonesia
Kemendagri Siapkan Data Awal Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Lemiskinan ekstrem tahun ini tidak akan mungkin bisa turun tingkat tanpa memberikan tambahan penghasilan.

Reaksi Ganjar Pranowo setelah Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK
Indonesia
Reaksi Ganjar Pranowo setelah Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa OTT KPK menjadi peringatan bagi kepala daerah agar menghentikan semua bentuk tindak pidana korupsi.

Pemkot Solo Bakal Angkat 1.000 Pegawai Honorer Jadi Tenaga PPPK
Indonesia
Pemkot Solo Bakal Angkat 1.000 Pegawai Honorer Jadi Tenaga PPPK

Ada 1.000 tenaga profesi formasi guru dan tenaga kesehatan honorer akan dialihkan menjadi tenaga PPPK

Kondisi Schumacher Pasca Kecelakaan di Kecepatan 240 Km/Jam
Dunia
Kondisi Schumacher Pasca Kecelakaan di Kecepatan 240 Km/Jam

Mick Schumacher menegaskan bahwa dirinya dalam keadaan baik, namun dia tidak akan ambil bagian dalam Grand Prix Arab Saudi pada Minggu setelah mobil Haas-nya dalam kecepatan 240 km per jam mengalami kecelakaan dalam latihan di sirkuit jalanan berkecepatan tinggi Jeddah.